Tak mampu dibantah kehadiran blockchain dalam industri telah sukses mendukung kesinambungan rantai pasok dari aktivitas produksi sampai distribusi ke market. Keduanya telah diaplikasikan di industri perbankan, ritel, kesehatan, sampai manufaktur.
Baca juga: Cara Blockchain Memberi Dampak Pada Keamanan Siber
Kehadiran blockchain dalam industri perbankan sudah menolong mengembangkan keleluasaan dan efisiensi secara signifikan, banyak orang yang menentukan mempergunakan aksesibilitas layanan perbankan memakai aset digital, utamanya bagi mereka yang tinggal di tempat pelosok dan kesusahan menerima jalan masuk perbankan.
Baca juga: Mengubah Manajemen Aset Dengan Blockchain dan Kecerdasan Buatan
Sementara itu dari industri makanan, subway dan KFC di Kanada, serta banyak sekali merchant yang lain di seluruh dunia sudah mendapatkan cryptocurrency sebagai alat pembayaran. Salah satu perusahaan ritel asal Perancis juga diketahui memakai blockchain untuk melacak proses distribusi kuliner. Blockchain merupakan teknologi kunci untuk rantai pasok sebab sifat transparansinya yang mengizinkan konsumen untuk meninjau proses distribusi secara berkeseluruhan.
Baca juga: Ketika Blockchain Hancur, Siapa Yang Dapat Anda Tuntut?
Dalam observasi yang dijalankan selama beberapa tahun terakhir, Bitcoin dan aneka macam jenis cryptocurrency lainnya masih berada dalam posisi tidak stabil. Terkadang, cuma dalam hitungan jam harganya mampu merosot naik atau bisa mengalami penurunan mengikuti sentimen pasar dan pemberitaan secara global.
Baca juga: Dapatkah Blockchain Membuat Kota Menjadi Lebih Mandiri?
Kira-kira akan seperti apakah periode depan keduanya? Kita tentu telah menyaksikan bagaimana pasang surut teknologi ini, tetapi diprediksi di bertahun-tahun mendatang keduanya akan kian banyak terintegrasi di berbagai industri di seluruh dunia, tak menutup kemungkinan pula keduanya mampu mengambil alih alat pembayaran secara global. Sementara di Indonesia sendiri platform jual beli Bitcoin telah mulai banyak dilirik masyarakat luas utamanya kaum millenial.
Baca juga: Malta, Pulau Blockchain di Selatan Eropa