Sinopsis & Review Boy Erased, Film Tentang Conversion Therapy


Bagaimana rasanya ditekan oleh orang terdekat untuk menjadi 'orang lain', di saat kau mengetahui jati dirimu yang bergotong-royong? Itulah yang dirasakan oleh Jared Eamons, seorang akil balig cukup akal yang menyadari bila dia gay. Film ini diangkat dari buku otobiografi Boy Erased: A Memoir, kisah yang dialami sendiri oleh sang penulis, Garrard Conley.





Ayah Garrard yaitu seorang penganut fundamentalisme Kristen, yang berarti beliau teramat taat terhadap semua perintah di dalam Alkitab sehingga segala sesuatu dan perilaku yang 'tidak Alkitabiah' sangat ia kecam. Ketika mengetahui anak lelakinya menggemari laki-laki juga, sang ayah pribadi memasukkan sang anak ke terapi konversi (terapi 'penyembuhan' gay).





Buku Garrard dan juga film ini menceritakan pengalamannya selama terapi konversi tersebut, dalam karakter buatannya, yaitu Jared Eamons. Inilah sinopsis dan ulasan film Boy Erased dari Bacaterus.





Sinopsis










  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Drama, Teen, Coming-of-Age
  • Produksi: Perfect World Pictures, Anonymous Content, Blue-Tongue
  • Sutradara: Joel Edgerton
  • Pemeran: Lucas Hedges, Nicole Kidman, Joel Edgerton, Joe Alwyn, Xavier Dolan, Troye Sivan, Cherry Jones, Flea, Russell Crowe





Jared Eamons (Lucas Hedges) ialah cukup umur wajar pada umumnya. Ia memiliki kekasih yang populer dan elok, bakat dalam bidang olahraga, juga keluarga yang harmonis dan berkecukupan. Ayahnya, Marshall Eamons (Russell Crowe), mempunyai bisnis dealer kendaraan beroda empat yang sungguh maju.





Di sisi lain, Marshall juga seorang Baptis preacher (pengkhotbah). Sedangkan Nancy Eamons (Nicole Kidman), ibu Jared, yakni seorang ibu rumah tangga yang melabeli diri sendiri selaku penata rambut. Mungkin alasannya adalah itulah rambut Nancy senantiasa on point, ya!





Saking bangganya kedua orang tua Jared pada anak mereka, Jared dihadiahi kendaraan beroda empat sehabis memenangkan pertandingan basket. Jared dan pacarnya eksklusif test drive, berlangsung-jalan dengan mobil itu hingga larut malam.





Saat kekasihnya mengajak Jared untuk 'bersenang-bahagia', entah kenapa Jared merasa tidak bergairah, padahal dia mencintai pacarnya. Hubungan mereka pun mendingin dan putus sebelum Jared masuk ke universitas.





Ternyata, ada kejadian jelek menimpa Jared, bahkan sebelum perkuliahan dimulai. Roomate-nya yang ialah pria memaksa untuk bekerjasama intim kepada Jared, lalu meminta Jared untuk tidak melaporkan kejadian ini pada siapa pun. Jared merasa trauma dan memutuskan untuk pulang ke tempat tinggal, tak mautinggal di asrama lagi.





Henry, sang roomate, menelepon kediaman Eamons alasannya tahu Jared sudah menjauhinya. Ia juga memfitnah, menyampaikan bahwa Jared merupakan seorang gay. Orang bau tanah Jared pun eksklusif menanyakan apa maksud Henry kepada Jared. Awalnya Jared tidak mau kisah, karena ia yaitu korban pelecehan seksual, pasti berat untuknya.





Namun, alasannya terus didesak sang ayah, Jared pun menyampaikan seluruhnya. Juga, dengan fakta bahwa beliau memang benar, seorang gay. Setelah berkonsultasi dengan pendeta lain, Marshall mendaftarkan Jared (tanpa persetujuannya) untuk mengikuti terapi konversi.





Jared dan ibunya pun tiba ke Love In Action—gay conversion therapy di Memphis, Tennessee. Selama terapi, mereka berdua tinggal di hotel terdekat, tanpa sang ayah, karena tempat konversi terlalu jauh dari kediaman mereka. Hari pertama terapi, Jared diminta menghimpun semua barang-barangnya tergolong buku catatan dan ponselnya. Ini yaitu ritual setiap kali akan memulai sesi.





Jared diberitahu ia tidak diperkenankan menelepon siapa pun selama sesi terapi. Anehnya, dia juga tidak diperbolehkan menceritakan apapun yang terjadi di dalam sana, termasuk pada orang tuanya. Kenapa orang bau tanah dilarang tahu acara terapi ini, pikir Jared.





Terapi konversi gay Love In Action dikepalai oleh 'terapis' Victor Sykes. Tempat itu tidak cuma berisi peserta akil balig cukup akal saja namun ada juga orang dewasanya.





Pada hari pertama, Victor berkhotbah bahwa seksualitas mereka ialah pilihan yang dipengaruhi oleh acuan bimbing yang buruk. Ia pun menginstruksikan mereka untuk membuat 'inventaris susila'. Apa saja dosamu selama ini, dan seperti apa keluargamu.





Kilas balik menunjukkan awal mula Jared menyadari jika dia gay, perihal Henry, dan juga Xavier—cinta pertamanya. Awalnya beliau akan menceritakan tentang Henry, tapi Jared merasa itu 'bukan dosanya', karena Henry yang memaksa bekerjasama seks, bukan dia yang akan sehingga Henry bukanlah bab dari 'dosanya'.





Jared pun memutuskan untuk menceritakan ihwal Xavier saja, crush pertamanya di universitas. Mereka nampak saling menggemari, namun tidak berbuat apa-apa selain berbaring bareng di kasur dan memandangi paras satu sama lain.





Sedangkan untuk keluarganya, Jared merasa tidak ada persoalan. Ia anak yang senang, memiliki keluarga yang ideal. Makara, beliau tidak menuliskan wacana keluarganya di inventaris akhlak.





Ketika mengobrol dengan beberapa sahabat terapinya, Jared mengetahui bahwa terapi ini tidak mempunyai titik final yang ditentukan, dan mengharuskan siapa saja untuk pindah ke on-campus home. Itu ialah tempat terapi yang lebih ketat lagi, dan terletak di pelosok yang tak terjangkau orang-orang. Maka, Jared dilarang gagal meyakinkan Sykes bahwa beliau telah menjadi straight.





Jelas tampakbahwa anaknya tidak bahagia, sang ibu semakin curiga akan kawasan terapi Jared. Nancy pun akhirnya mendesak Jared untuk membiarkannya membaca handbook program terapi. Jared mulanya enggan alasannya adalah diperingatkan daerah terapi untuk tidak memberitahu siapa saja, tetapi kesudahannya memperlihatkan buku acara itu pada ibunya.





Nancy sungguh heran dengan kesalahan tata bahasa yang begitu terang dan juga teori psikologi yang perlu dipertanyakan keabsahannya. Esoknya, Victor meminta setiap orang di kalangan untuk melaksanakan pengesahan dosa melalui inventaris adab yang telah mereka buat. Tentu ini yaitu momen yang menciptakan mereka tertekan dan aib.





Ketika giliran Jared, dia tidak menceritakan apa yang ingin Victor dengar sehingga Victor memanas-manasi Jared dengan menanyakan siapa Henry dan menyampaikan kalau Jared niscaya membenci ayahnya.





Padahal, Jared tidak tidak senang sang ayah walau dia sudah dimasukkan ke terapi konversi sekali pun. Merasa sungguh murka, Jared menerobos tempat penyimpanan barang-barangnya dan menghubungi ibunya.





Nancy tiba tetapi dihadang pintu. Ia marah-marah dan meminta mereka mengembalikan anaknya. Namun, ada sobat baik Jared, ialah Cameron, yang menolong menuntun Jared ke ibunya dengan kondusif. Nancy merasa sangat aib dan ngeri, kenapa bisa ia mengizinkan suaminya untuk mendaftarkan Jared pada program terapi yang tidak terang seperti itu.





Mereka pun pulang, tetapi Marshall tetap dengan prinsipnya untuk Jared mengikuti acara yang tersisa. Untungnya, Nancy menolak harapan suaminya itu, padahal selama ini ia tidak pernah berlawanan dengan suaminya. Tak usang, ada polisi datang ke kediaman Eamons untuk memberitahu bahwa Cameron telah meninggal dunia.





Para polisi pun mewawancarai Jared ihwal acara terapi tersebut, karena diduga menjadi pelopor utama Cameron bunuh diri. Mengetahui hal tersebut, Marshall akibatnya sadar jika yang dia lakukan itu salah dan tempat terapi itu tidaklah baik. Marshall mendekati Jared untuk menghibur sekaligus meminta maaf, tetapi Jared menjauhinya.





Empat tahun kemudian, Jared sudah tinggal di New York bareng pacar lelakinya. Ia juga menulis sebuah postingan online yang memaparkan realitas terapi konversi. Ia masih suka berafiliasi dengan ibunya, yang ternyata relevansinya sudah renggang dengan sang suami.





Mengetahui itu, Jared pun mengunjungi rumahnya untuk menginterogasi ayahnya. Ternyata, ayahnya jadi lebih senang pergi pagi pulang malam, dan mendiamkan istrinya. Semua itu karena Nancy telah mampu menerima dan mengasihi anaknya apa adanya, sedangkan Marshall belum.





Jared meminta ayahnya untuk membaca postingan yang sudah beliau buat, namun Marshall menolak. Akan tetapi, setelah diminta oleh Nancy, Marshall pun membacanya. Setelah mengetahui apa yang dulu terjadi, Marshall ingin berdamai dengan anaknya. Mereka butuh waktu, tetapi mereka akan hingga di sana.





Terinspirasi dari Orang & Kejadian Nyata









Film ini diangkat dari novel memoir, yang mempunyai arti naratif nonfiksi ini berdasarkan pada kenangan langsung penulis, ialah Garrard Conley. Semua abjad di novelnya ialah benar, orang sungguhan, dan bahkan semuanya masih ada sampai sekarang (kecuali yang diceritakan telah meninggal dunia).





Foto di atas ialah Garrard (di tengah), lalu di sebelah kanannya ada kedua orang tuanya dan Nicole Kidman yang berperan selaku ibu Garrard.





Menurut ulasan kritis, walaupun novelnya benar berdasarkan kisah nyata yang Garrard alami, filmnya 'diberi bumbu berlebih' sehingga menampakkan conversion therapy sebagai kawasan yang sangat membahayakan.





Walau memang, tempat itu melakukan hal-hal yang kurang berkenan, tapi tidak sampai 'sejahat' yang ada di film. Hal ini cukup menjadikan perdebatan.





Lalu, yang paling menciptakan orang (mungkin) terkejut adalah, John J. Smid sebagaiorang yang memberi inspirasi huruf Victor Sykes, kini menikah lagi dengan seorang pria.





Beberapa tahun sehabis bercerai, John Smid berjumpa dengan seorang pria dan merasakan koneksi yang belum pernah dia asakan selama bersama istrinya. Padahal, selama 22 tahun bareng , beliau sungguh mencintai sang istri.





Sekarang, John Smid dan Larry McQueen yaitu sepasang suami. Lewat wawancara, John Smid mengaku menyesal telah melaksanakan kesalahan-kesalahannya dahulu selaku Executive Director di Love in Action.





Ia juga mengatakan bila terapi itu sebetulnya tidak pernah sukses untuk siapa pun. John Smid juga aktif di gereja di mana setiap orang mampu menjadi religius, apapun orientasi seksualnya. Nancy ialah ibu dan istri yang baik.





Membuat Penonton Lebih Mengenal Conversion Therapy









Boy Erased yaitu film kedua pada tahun 2018 yang membahas perihal terapi konversi. Itu yaitu sebuah teknik campuran dari dogma agama dan sains yang diragukan (juga kekejaman), untuk mengubah para LGBTQ untuk kembali ke 'jalan yang lurus'. Padahal, ketidakefektifan terapi ini sudah banyak didokumentasikan.





Lewat film Boy Erased, kita jadi tahu bila terapi konversi yang berbasis agama ini justru begitu menyudutkan pelakunya dan berusaha sekeras mungkin supaya orang LGBTQ jadi straight lagi. Seksualitas para LGBTQ didefinisikan sebagai 'opsi' dan 'dosa'. Lalu, lambat laun, acara yang dilakukan di terapi mengarah ke pelecehan psikologis dan fisik.





Intinya, institusi terapi mirip ini menganggap LGBTQ selaku gangguan jiwa, sehingga ditentang keras oleh American Psychiatric Association. Baru 14 negara bagian dan Distrik Columbia yang sudah melarang terapi konversi, sehingga banyak anak muda LGBTQ di Amerika yang rentan terhadap terapi perawatan mirip yang dialami Jared.





Walaupun, ada beberapa adegan film yang sebetulnya tak ada di buku. Jadinya film ini seolah-olah terlalu melebih-lebihkan 'kejahatan' conversion therapy. Walau begitu, saya yakin niatnya baik, untuk edukasi.





Kasih Sayang Seorang Ibu









Ibunya mengerti perihal Jared dari awal sesungguhnya, semenjak kecil malah, tetapi tak bisa berbuat banyak alasannya suaminya yang sungguh tegas. Nancy Eamons ialah tipikal ibu rumah tangga yang sangat patuh pada suaminya, ia juga begitu menyayangi anak semata wayangnya.





Makara, saat kesannya dia menetapkan untuk stand up for her son, korelasi dirinya dengan sang suami pun menjauh. Namun, pada karenanya, kekerabatan keluarga ini berangsur-angsur membaik.





Dalam film ini, kita mampu menyaksikan betapa luasnya maaf dan kasih sayang ibu terhadap anaknya. Sebagai istri, Nancy juga meminta suaminya untuk berguru mendapatkan anaknya apa adanya.





Banyak Dinominasikan untuk Mendapat Penghargaan









Dari AACTA Awards, film ini menerima penghargaan Best Adapted Screenplay untuk sang sutradara yakni Joel Edgerton dan Best Supporting Actress untuk Nicole Kidman. Dari GLAAD Media Awards, film Boy Erased mendapatkan penghargaan Outstanding Film – Limited Release.





Sedangkan Golden Globe Award: Best Actor untuk Lucas Hedges dan Best Original Song untuk "Revelation" cuma sebatas nominasi saja. Tapi, berdasarkan saya, mereka tak membutuhkan penghargaan.





Karena, penonton Boy Erased tahu bila akting Lucas sungguh luar biasa dan lagu Troye Sivan yang berjudul Revelation mempunyai arti mendalam dan juga sungguh menenangkan bagi jiwa yang gelisah.





Film ini juga menerima keuntungan lebih dari $7 juta di seluruh dunia. Ini ialah film yang mengajarkan perihal menerima perbedaan, kasih sayang, dan rasa kemanusiaan. Untuk sinematografi, akting para bintang film dan aktris, serta alur cerita, aku akan menawarkan rating 7,5.





Tadinya aku ingin menawarkan rating 8 bila jalan ceritanya sama persis dengan novelnya. Tapi, namanya juga film yang diangkat dari novel, niscaya ada perbedaannya. Bagaimana berdasarkan kamu ihwal film Boy Erased?









Boy Erased






class="rwp-overall-score rwp-only"
style="background: #f67f3e;"
property="reviewRating" typeof="http://schema.org/Rating"
>

7.5 / 10
Bacaterus.com





Rating









Sumber spurs.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama