Ada yang bilang bitcoin itu ilegal. Tetapi orang-orang yang menyampaikan bitcoin itu ilegal, umumnya tidak paham apa itu kriptografi, karakter dan manfaat / keunggulan teknologi blockchain yang tidak ada di teknologi lainnya, apa itu desentralisasi, latar belakang desentralisasi, kenapa desentralisasi itu penting dan dibutuhkan, dan area apa saja yang membutuhkannya ?
Baca juga : Mengenal Vexanium, Project Blockchain Lokal Terbaik di Indonesia
Latar Belakang Bitcoin : Krisis finansial global 2008-2009
Tepat setelah kebangkrutan Lehman Brothers yang mengakselerasi krisis finansial global, cryptocurrency bitcoin dilahirkan dan membuat ekosistem finansial perlu ditata ulang.
‘The Times 03/Jan/2009 Chancellor on brink of second bailout for banks.’
Maria Bustillos, penulis dari New York memberikan dalam headline artikel “The Bitcoin Boom” : “Satoshi Nakamoto memperlihatkan pesan belakang layar sehabis 50 bitcoins pertama di mine.
Satoshi Nakamoto menempatkan teks terenkripsi pada block permulaan (genesis block) pada 3 Januari 2009 yang mengawali lahirnya bitcoin.
Terdapat variabel di baris #1616, yang mengandung hexadecimal string. Setelah dikonvert ke teks alpha-numeric akan terbaca :
sknab rof tuoliab dnoces fo knirb no rollecnahC 9002/naJ/30 semiT ehT
Bacalah dari kanan ke kiri

Kelahiran bitcoin sering dikaitkan dengan krisis finansial global 2008-2009 yang salah satunya disebabkan oleh bankrutnya Lehmann Brothers yang mana perkara itu juga diwarnai oleh akrobat akuntansi untuk menyembunyikan bad debt dari kredit subprime mortgage.
Berikut ini yakni quote dari Satoshi Nakamoto saat pertama kali mengemukakan idenya ihwal bitcoin sebagai teknologi pembayaran P2P (Peer to Peer Payment System) lewat milis cyberpunk di mana dia mengungkapkan mengenai kekecewaannya pada mata duit konvensional alasannya adalah memerlukan trust pada central authority :
The root problem with conventional currency is all the trust that’s required to make it work. The central bank must be trusted not to debase the currency, but the history of fiat currencies is full of breaches of that trust. Banks must be trusted to hold our money and transfer it electronically, but they lend it out in waves of credit bubbles with barely a fraction in reserve. We have to trust them with our privacy, trust them not to let identity thieves drain our accounts. Their massive overhead costs make micropayments impossible.
Jika Anda menyaksikan tulisan di atas “Masalah currency konvensional yaitu diharapkan trust (terhadap pengelolanya/central authority) untuk membuatnya berjalan”. Bitcoin memecahkan masalah trust ini alasannya adalah kita tidak perlu lagi yakin pada central authority alasannya data dicatat / di copy ke banyak nodes/komputer yang disebut dengan miner/penambang bitcoin.
Bitcoin yaitu digital currency yang dikerjakan di buku besar terdesentralisasi yang disebut dengan blockchain yang tidak diatur oleh satu entitas saja, di mana orang-orang bisa melaksanakan transfer tanpa melalui central authority / middlemen / makelar yang dilatar belakangi oleh krisis finansial 2008-2009 di mana entitas sentral finansial saat itu sudah gagal melaksanakan tugasnya.
Konsep Desentralisasi
Salah satu movement yang dibawa oleh bitcoin ialah “desentralisasi”.
Dari tulisan di atas Anda mampu melihat kegagalan tata cara sentralisasi mirip Lehmann Brothers yang mana kebohongan / fraud manajemen mempunyai wewenang untuk memanipulasi data oleh “bos” dengan gampang/murah alasannya adalah adanya database terpusat / centralized yang disebut dengan database master. Sedangkan di teknologi blockchain mirip bitcoin, orang yang ingin memanipulasi data mesti memiliki resource yang luar biasa (dalam bitcoin disebut dengan menguasai 51% computing power) karena struktur database terdistribusi tidak seperti database konvensional yang disebut master-slave (isi data di database terpusat/master di copy ke cabang-cabang).
Konsep database blockchain mirip ini ternyata mempunyai implikasi besar di berbagai industri yang menggunakan database, dan para pemikir teknologi mendapatkan banyak implementasi dari teknologi ini, antara lain :
- Transfer duit Peer to Peer tanpa melalui perantara seperti bitcoin. Jika melalui sistem konvensional, pengantaran duit perlu di atas 5 hari dengan biaya besar, dengan bitcoin mampu hingga 1 jam dengan ongkos amat sungguh kecil.
- Menghilangkan middlemen di dalam marketplace seperti halnya marketplace tiket pesawat, hotel, ecommerce marketplace, on demand ojek dan akan bisa menurunkan fee yang dikenakan platform marketplace secara signifikan.
- Menurunkan daya tawar dari middlemen / central authority yang dikala ini luar biasa besar (lihat FB yang menjual data user tanpa profit sharing ke user, Google yang menyimpan data kita secara besar-besaran) dan mengembalikannya terhadap user.
- Judi atau betting tanpa bandar, konsep mirip ini sangat besar di beberapa negara yang melegalkan judi.
- Teknologi blockchain dengan sifat pencatatannya yang bersifat immutable dan terdistribusi ternyata mampu menciptakan barang digital menjadi unik dan tidak mampu dicopy, berlainan dengan teknologi non blockchain di mana barang digital tidak bernilai. Hal ini bisa merevolusi industri gaming yang selama ini itemnya banyak di hack.
Di Indonesia, ada Vexanium yang merupakan sebuah public blockchain Indonesia, apa perbedaannya dengan Bitcoin ?
Salah satu perbedaan mencoloknya yakni, Bitcoin dibentuk awalnya untuk pengantaran uang tanpa perantara, atau “peer to peer money transfer”, yang kian ke sini menjadi “digital gold” sebab supplynya terbatas. Sedangkan Vexanium, arahnya adalah menjadi platform decentralized apps (Dapps) atau aplikasi terdesentralisasi tanpa perantara. Aplikasi yang dibangun di atas blockchain disebut dengan Decentralized apps. Salah satu aplikasi terdesentralisasi ialah Vexwallet – Wallet Crypto Indonesia yang biasa disebut “decentralized wallet”.
Menurut Jack Ma Founder Alibaba, selain mengatakan beliau bukan fans Bitcoin, secara tidak eksklusif beliau menyampaikan bahwa dibalik Bitcoin, ada teknologi yang sangat powerful (blockchain) dan mampu menimbulkan terwujudnya cashless society yang mampu membuat semua orang equal, inklusif, sustainable, transparan dan mengurangi korupsi.
Baca juga : Ide Startup Blockchain yang bisa dibangun founder
Dasar- Dasar Bitcoin
Untuk meminimalkan kebingungan wacana bitcoin, kita mesti memandangnya menjadi 2 komponen yang berbeda :
Bitcoin selaku sebuah token cryptocurrency
Bitcoin sebagai sebuah protokol, network yang terdistribusi dan memaintain buku besar dari saldo bitcoin token.
Sistem dari bitcoin memungkinkan pembayaran dari sender (pengirim uang) terhadap receiver (penerima) dikerjakan tanpa melalui middleman/perantara mirip bank atau payment gateway tetapi dengan lewat verifikasi dari para penambang bitcoin (miner). Bitcoin tidak di-print seperti dollar atau Euro namun dibuat oleh komputer di seluruh dunia dengan software open source.
Bitcoin ialah acuan pertama dari apa yang kita sebut cryptocurrency, sebuah kelas aset baru yang sedang berkembang dan memiliki beberapa karakteristik utama dari mata duit tradisional dengan sistem verifikasi berbasis kriptografi.
Bitcoin mampu dipakai untuk mengeluarkan uang sesuatu secara elektronik bila disetujui oleh kedua belah pihak, dalam hal ini sama mirip duit tradisional pada umumnya, yang mana duit tradisional juga diperdagangkan secara digital.
Perbedaan bitcoin dengan mata duit fiat
Bitcoin memiliki perbedaan dari mata duit digital fiat dalam beberapa hal :
1 – Desentralisasi
Karakter terpenting dari Bitcoin yakni desentralisasi. Tidak ada satu institusi tertentu yang mengontrol jaringan dari Bitcoin dan mengambil semua keputusan. Bitcoin dimaintain oleh grup programmer relawan yang mengerjakan jaringan terbuka Bitcoin di seluruh dunia. Hal ini mempesona bagi para individu atau group yang tidak tenteram dengan kendali dari forum terpusat terhadap duit mereka.
Semua programmer/developer di seluruh dunia bisa menunjukkan permintaan untuk memajukan jaringan bitcoin melalui prosedur yang disebut Bitcoin Improvement Proposal (BIP). BIP memerlukan konsensus dari komunitas, di mana setiap ada BIP disubmit, akan melalui beberapa status seperti draft, verified, accepted, rejected atau replaced.
Bitcoin memecahkan duduk perkara “double spending” dari mata duit elektronika yang memiliki arti aset digital sebelum penggunaan teknologi blockchain gampang di copy dan dipakai kembali, lewat variasi dari kriptografi dan insentif ekonomi. Di dalam mata duit elektronik fiat, fungsi ini dilaksanakan oleh bank yang memperlihatkan mereka kontrol penuh dari sistem tradisional. Dengan bitcoin, integritas transaksi dimaintain oleh network yang terbuka dan terdistribusi yang tidak dimiliki oleh satu pihak pun dengan sungguh lebih banyak didominasi seperti halnya bank.
2 – Supply yang terbatas
Uang fiat mirip USD, Euro, Yen dll memiliki supply yang tidak terbatas, bank sentral mampu mempublikasikan uang sebanyak yang mereka mau dan mampu mencoba memanipulasi harga dari mata duit mereka relatif terhadap lainnya. Pemegang dari mata duit tersebutlah yang menanggung biayanya, utamanya warga negara yang tidak mempunyai banyak alternatif.
Sedangkan dengan bitcoin, supply diatur dengan sungguh ketat oleh algoritma yang mendasarinya. Sejumlah kecil bitcoin akan dikeluarkan setiap jamnya selaku reward bagi penambang dan akan terus dikerjakan hingga optimal 21 juta bitcoin tercapai, hal ini membuat bitcoin lebih mempesona sebagai asset. Secara teori jikalau demand tumbuh namun supplynya tetap terbatas maka nilainya akan naik.
3 – Pseudonymity
Pengirim dari sistem pembayaran tradisional lazimnya diidentifikasi untuk tujuan verifikasi dan menyesuaikan dengan aturan anti pencucian duit, namun bitcoin secara teori beroperasi semi-anonim alasannya tidak adanya “central validator” di mana user tidak butuhmengidentifikasi dirinya dikala mengirimkan bitcoin ke user lain. Ketika usul transaksi disubmit, protocol bitcoin akan memeriksa semua transaksi sebelumnya untuk mengkonfirmasi apakah si pengirim memiliki bitcoin yang diantarkan dan otoritas untuk mengirimkannya. Sistem bitcoin tidak perlu mengenali identitas pengirim atau penerima.
Namun pada prakteknya setiap user diidentifikasi menurut address dari walletnya, transaksinya (dengan sedikit effort) juga bisa ditrack lewat address ini, Para penegak hukum juga sudah mempunyai sistem untuk mengidentifikasi user jikalau diperlukan.
Pada kenyataannya memang exchange atau kawasan user mencairkan bitcoin memang mampu diregulasi. Semua exchange diwajibkan oleh aturan untuk melakukan pengecekan identitas dari customer sebelum mereka boleh membeli atau menjual bitcoin yang mampu dibilang memfasilitasi tracking dari penggunaan bitcoin. Karena jaringan bitcoin transparan, setiap transaksi tampakoleh siapa saja.
Hal ini membuat bitcoin tidak ideal digunakan oleh kriminal, teroris atau pencuci duit.
4 – Immutability atau Tidak Bisa diubah
Transaksi bitcoin tidak mampu di-reverse atau di-cancel seperti halnya transaksi fiat elektro. Hal ini sebab tidak ada satu otoritas pusat yang bisa mengatakan “ok, kembalikan uangnya”. Jika transaksi di record di jaringan bitcoin dan sudah melalui 1 jam (yang ialah proses konfirmasi), tidak mampu lagi dimodifikasi.
Kadangkala aksara ini mengusik untuk sebagian orang, hal ini bermakna transaksi di bitcoin tidak mampu dihack atau diubah isi datanya.
5 – Divisibility atau bisa dibagi
Unit terkecil dari bitcoin adalah satoshi. 1 satoshi mempunyai arti 0.00000001 bitcoin. Ini memiliki arti bitcoin bisa memungkinkan terjadi micro transaction atau transaksi dengan nilai sungguh kecil – nyaris gratis yang tidak bisa dilakukan oleh duit elektronika tradisional.
Memungkinkan terjadinya micro transaction memiliki arti Anda sebagai founder / pemilik platform atau pebisnis blockchain, bisa menawarkan reward per aksi yang dikerjakan user mirip install, atau per upload gambar misalnya Anda berikan Rp. 10, per share sesuatu atau apapun yang Anda harapkan – dan fitur mirip ini tidak ada di perusahaan non blockchain.
Perbandingan Bitcoin, Emas dan Uang Fiat (USD)
Dengan berjalannya waktu, Bitcoin, alasannya volatilitas harganya, susah untuk menjadi alat pembayaran, namun lebih berfungsi sebagai store of value (penyimpan nilai) seperti halnya emas.

Ciri-ciri dari penyimpan nilai yang baik , “attribute of good store of value” yakni seperti di bawah ini.
Kita mampu melihat bahwa bitcoin mempunyai faktor terbanyak dari “good store of value”.

Harga Bitcoin : New Lows yang Hampir Selalu Lebih Tinggi
Banyak yang bilang bahwa bitcoin tidak mampu menjadi alat pembayaran alasannya harganya yang volatile. Hal ini memang benar, harganya volatile. Perlu dikenali bahwa dengan berjalannya waktu, purpose atau tujuan yang tepat dari bitcoin yakni selaku store of value atau alat penyimpanan nilai – seperti halnya emas – tetapi dalam bentuk native digital.
Banyak juga yang membeli bitcoin di harga tinggi, contohnya 180 juta per 1 bitcoin, tetapi dengan segera harganya jatuh, lalu orang tersebut mulai menjelekkan bitcoin alasannya adalah nilai asetnya melorot.
Bitcoin sudah diprediksikan mati sebanyak 371 kali menurut bitcoin orbituaries, yang terbaru di 2019 adalah regulasi dari government akan membunuh bitcoin sedangkan yang pertama yakni “why bitcoin cant be a currency”.
Jika kita amati harga bitcoin, memang naik turun, tetapi setiap kali turun, harga terendah setiap tahunnya (lowest low) hampir senantiasa melampaui harga tahun sebelumnya. Ini berarti holder atau pemegang bitcoin setiap tahunnya bertambah.
2012 – 4 $
2013 – 65 $
2014 – 200 $
2015 – 185 $
2016 – 365 $
2017 – 780 $
2018 – 3200 $
Dibahas oleh Profesor IT, Cryptografi, Pebisnis, Investor, Petinggi Pasar Modal, Pemenang Nobel Ekonomi
Banyak orang yang bilang bitcoin itu scam, tanpa menyelidiki lebih dalam kenapa bitcoin banyak didukung oleh para mahir finansial, expert teknologi sampai peraih nobel ekonomi. Mungkin saja yang bilang bitcoin itu scam, lebih cendekia ketimbang Bill Gates atau Milton Friedman.
Milton Friedman, peraih nobel ekonomi wacana “trustless money” yang memprediksikan uang seperti bitcoin dalam wawancara tahun 1999 :
“The one thing that’s missing, but that will soon be developed, it’s a reliable e-cash. A method where buying on the Internet you can transfer funds from A to B, without A knowing B or B knowing A. The way in which I can take a 20 dollar bill and hand it over to you and there’s no record of where it came from. And you may get that without knowing who I am. That kind of thing will develop on the Internet.”
Bill Gates, Co-founder of Microsoft :
“Bitcoin is exciting because it shows how cheap it can be. Bitcoin is better than currency in that you don’t have to be physically in the same place and, of course, for large transactions, currency can get pretty inconvenient.”
Elon Musk, Co-Founder Paypal, Tesla, SpaceX :
Bitcoin’s structure “is quite brilliant,” It [cryptocurrency] bypasses currency controls. … Paper money is going away. And crypto is a far better way to transfer values than a piece of paper, that’s for sure.”
Christine Lagarde, Director IMF (International Monetary Fund). Ia tidak menyampaikan bahwa bitcoin atau crypto sebagai scam, namun beliau menekankan disrupsi dari cryptocurrency.
“I think the role of the disruptors and anything that is using distributed ledger technology, whether you call it crypto, assets, currencies, or whatever … that is clearly shaking the system,”
Mengenal Indikator Harga Bitcoin
Harganya memang naik dan turun, banyak juga yang membeli bitcoin alasannya terpengaruhi Fear of Missing Out (FOMO) dan ternyata sehabis beli, harga bitcoin jatuh, lalu orang itu menjadi anti bitcoin, menyamakan bitcoin dengan bubble tulip.
Sebenarnya ada beberapa indikator yang mampu menjadi patokan apakah harga bitcoin kini terlalu mahal atau terlalu murah.
Stock to flow ratio Bitcoin
Stock to flow ratio berarti jumlah aset yang disimpan (reserves) dibagi dengan jumlah yang dibuat dari komoditas tersebut setiap tahun.
Jika Stock to Flow Ratio kian tinggi maka harga dari aset tersebut akan kian tinggi, alasannya inflasi terhadap aset tersebut akan terus menurun setiap tahunnya. Komoditas dengan stock to flow ratio tinggi banyak dipilih alasannya kelangkaannya (scarcity).

Sama seperti emas, Bitcoin juga akan mempunyai rasio stock to flow sebab karakternya yang “jarang dibuat lagi” – relatif kepada supplynya. Bitcoin sering disebut dengan digital gold alasannya rasio stock to flow ratio yang tinggi dan sepadan dengan emas, tetapi rasio stock to flow Bitcoin akan terus meningkat sejalan dengan waktu dan akan melalui emas sebab block reward dari bitcoin akan senantiasa di potong (bitcoin halving) yang mempunyai arti produksi di periode depan akan terus berkurang.
Sumber : Stock to flow ratio
NVT Ratio Bitcoin (Network Value to Transaction)
NVT Ratio (Network Value to Transactions Ratio) yaitu rasio dari market cap bitcoin dibagi oleh volume yang ditransmisikan lewat blockchain. Bisa dianalogikan dengan PE Ratio (Price Earning Ratio) di pasar saham. Ketika NVT bitcoin tinggi, bermakna mengindikasikan valuasi bitcoin melampaui value yang dikirimkan melalui blockchain bitcoin.
Kita mesti berpikir volume yang diantarkan melalui blockchainnya bitcoin bukan selaku pembayaran. Bitcoin adalah jaringan store of value, jadi volume yang melalui blockchainnya adalah flow dari penanam modal. Semakin banyak acara investasi akan menghasilkan volume lebih besar, dikala volume ini menurun, NVT akan menjadi tinggi melampaui zona normal, ini ialah sinyal dari bear market.
Sumber : bitcoin NVT ratio
TAAR Ratio (Transaction Amount to Active Addresses Ratio)
Transaction Amount to Active Address Ratio (TAAR) membagi volume transaksi bitcoin (24 hour adjusted transaction volume) dalam USD dengan address aktif bitcoin untuk mengidentifikasi berapa banyak setiap active address melakukan spend transaksi rata-rata per hari.

Jika TAAR tinggi, berarti setiap user (active address) bertransaksi dengan value tinggi, dalam kata lain kuantitas network (banyaknya spending atau volume transaksi) tinggi dengan kualitas per address tinggi
Ketika kuantitas dan kualitas dari bitcoin network tinggi, maka Anda bisa menginginkan reaksi aktual dari market, dan sebaliknya kalau rasio ini rendah.
Sumber : Bitcoin TAAR Ratio
Itulah klarifikasi ihwal apa itu bitcoin. Nantikan penjelasan kami lainnya !
FAQ
Mengapa Bitcoin Tidak Bisa Diblokir / Dihentikan
Bitcoin tidak bisa dihentikan alasannya aksara Bitcoin yang decentralized, artinya data dicopy ke banyak tempat (nodes)
Apakah Bitcoin hanya sekedar FOMO ?
Bitcoin sudah ada semenjak tahun 2009 yang berarti sudah berusia 10 tahun lebih. Bitcoin memiliki supporter yang sangat banyak, baik dari golongan intelektual, akademisi, Venture Capital, perusahaan teknologi dan banyak lainnya
Apa Itu Bitcoin ?
Bitcoin yaitu mata uang digital yang bersifat desentralisasi karena data transaksi disimpan di banyak kawasan (server/nodes/penambang bitcoin) dan tanpa memiliki sentral bank atau data terpusat. Transaksi dilakukan secara peer-to-peer tanpa melalui intermediary. Transaksi diverifikasi oleh nodes/penambang Bitcoin lewat kriptografi dan disimpan di buku besar terdistribusi yang disebut dengan blockchain. Bitcoin diciptakan di tahun 2008 oleh seseorang atau group dengan nama samaran Satoshi Nakamoto
Baca juga berita lainnya ihwal crypto :
Apa Itu Decentralized Apps (DAPP) dan Perbedaannya Dengan Apps
Sumber mesti di isi
