Bitcoin, mata uang digital yang banyak dikenal orang adalah salah satu pemanfaatan teknologi blockchain yang pertama.
Blockchain selaku “teknologi database” akan mempunyai imbas ke banyak industri di Indonesia, terutama yang selama ini menggunakan database, contohnya industri finansial dan public sector.
Baca : Apa itu Bitcoin
Untuk Anda yang belum mengerti blockchain, berikut ini sedikit klarifikasi tentang blockchain :
Blockchain diprediksi akan mempunyai pengaruh besar untuk dunia, berikut ini saya sedikit ilustrasikan.
Mungkin Anda yang pernah bermasalah dengan akuntansi pernah mendengar perumpamaan “double entry accounting”
Jika Anda pernah tahu apa sih efek “double entry accounting” bagi dunia dan revolusi industri, sebelum adanya tata cara akuntansi double entry dan sesudah double entry didapatkan, mempunyai perbedaan hebat.
“Double entry accounting” memungkinkan dibuatnya “perusahaan” dan double entry bisa disebut awal kelahiran kapitalisme. Sebelum adanya double entry accounting, yang disebut era single entry accounting, banyak jenis transaksi yang tidak bisa dicatat alasannya sistem akuntansi saat itu yang sangat sederhana.
Sedangkan di double entry accounting, transaksi dicatat dalam dua tahap : jurnal dan buku besar, dan dua segi : debit dan kredit.
Apa relevansinya dengan teknologi blockchain ?
Dengan double entry accounting, masih ada kemungkinan terjadinya bribe / sogokan baik itu terhadap akuntan atau auditor, jejak transaksi masih bisa dihilangkan sehingga jurnal dan buku besar masih mampu balance.
Menggunakan teknologi blockchain, kelemahan ini menyusut atau bahkan hilang, sebab setiap transaksi juga dicatat ke dalam blockchain dan tidak bisa diedit / dihapus (immutable).

Apakah dengan adanya blockchain akan muncul perusahaan jenis baru ? kita tunggu saja 5-15 tahun ke depan !
Sekarang mari kita diskusikan beberapa kegunaan blockchain untuk Indonesia.
Baca juga : Vexanium, public blockchain paling besar Indonesia
Daftar Isi
Blockchain untuk pelabuhan Indonesia
Pelabuhan atau port ialah sebuah area luar biasa di mana uang dalam jumlah banyak berputar, bayangkan 80% dari barang yang kita konsumsi dan pakai sehari-hari melalui pelabuhan.
Pelabuhan juga ialah daerah di mana banyak entitas yang saling berkompetisi (misal.perusahaan logistik, kargo, agen, eksportir, importir) tetapi juga mesti saling bersinergi di sebuah pelabuhan.
Dalam proses pengiriman barang di pelabuhan biasanya melibatkan pemindah tanganan dokumen hinga ratusan kali melalui berbagai pihak, dengan teknologi blockchain, dokumen yang dipindah tangankan ini mampu diblockchainkan sehingga proses administrasi pelabuhan mampu dilakukan dengan cepat dan rendah ongkos.
Blockchain untuk voting
Blockchain sebagai tipe database yang tidak mampu dihapus atau diedit isinya merupakan teknologi yang ideal untuk use case seperti voting yang merupakan tipe data yang seharusnya tidak dihapus atau diedit isinya.
Karakter desentralisasi dari blockchain di mana data dicopy di banyak kawasan juga mensupport security dari data voting alasannya adalah tidak gampang bagi hacker untuk mengganti isi data di semua nodes.
Beberapa negara sedang mempelajari penggunaan blockchain untuk evoting seperti Sierra Leone, Estonia dan negara bagian Utah di US.
Blockchain untuk properti
Properti lazimnya ialah industri yang menghadapi kesusahan likuiditas sebab tipe produk yang dijual membutuhkan komitmen besar baik dalam bentuk dana ataupun waktu dari customer. Untuk berbelanja sebuah properti, customer perlu merencanakan dana sampai ratusan juta, perputaran produk yang lama ini sering mengakibatkan kesusahan likuiditas di sisi developer properti.
Dengan teknologi blockchain akan memungkinkan dilakukannya fractional ownership atau kepemilikan dalam bentuk token yang merepresentasikan unit di property sehingga secara drastis meningkatkan likuiditas pasar properti atau aset lain yang sebelumnya kurang likuid.
Blockchain untuk menetralisir middlemen / makelar
Dengan aksara teknologi blockchain di mana data disimpan di banyak nodes / miner / blockproducer, yang mana nodes ini juga berfungsi sebagai verifikator transaksi dan dalam beberapa hal ikut mengambil beberapa keputusan strategis, menimbulkan berkurangnya daya tawar dari centralized company non blockchain.

Dengan teknologi blockchain yang mengubah makelar menjadi “makelar jenis baru” diperkirakan fee makelar yang tanpa blockchain ada di kisaran 20-30% mampu menjadi kurang dari 5%. “Makelar” ini misalnya yakni marketplace yang ketika ini menjamur di Indonesia.
Blockchain untuk sektor layanan publik Indonesia
Sektor layanan public yaitu suatu sektor yang memiliki data dengan karakteristik datanya jarang berganti, atau tidak bisa diedit. Misalnya
Data pajak Anda dari 5 tahun kemudian hingga sekarang kan bukan data yang mampu seenaknya diedit ?
Data kelulusan mahasiswa yang dibawah supervisi Dikti / Departemen pendidikan juga bukan untuk diedit, namun untuk diakses para employer
Data paten / Hak atas Kekayaan Intelektual juga mempunyai huruf yang sama.
Beberapa penerapan blockchain di public sector berdasarkan Mckinsey seperti di bawah ini (Blockchain beyond the hype).

Menurut observasi Conceptualizing Blockchains : Characteristics & Application menyebutkan bahwa kegunaan blockchain untuk goverment atau public sector cocok untuk diterapkan dengan public blockchain.
Blockchain untuk dunia keuangan di Indonesia
Dunia keuangan / finansial ialah sektor industri yang mampu jadi paling terdisrupsi oleh adanya teknologi blockchain, rancangan desentralisasi dan smart contract.
Karakter blockchain yang tidak bisa diubah / didelete, data dicopy di banyak daerah, ternyata sangat sesuai penggunaannya di dunia finansial sebab memungkinkan dilahirkannya mata uang yang native (lahir di) dunia digital dan memecahkan persoalan mata duit digital sebelumnya ialah double spending, alias dilema uang digital yang bisa dicopy berapa kalipun banyaknya seperti halnya file MP3 atau video.
Berikut ini yaitu blockchain opportunity di industri keuangan berdasarkan Mckinsey :

Masih banyak fungsi blockchain yang lain yang bermanfaat untuk Indonesia.
- Banyak pelaku digital advertising membutuhkan transparansi lebih terkait spending budgetnya ke banyak sekali media online. Hal ini bisa dibangun di atas blockchain & smart contract untuk memajukan transparansi digital advertising
- Indonesia sebagai negara di garis khatulistiwa bahu-membahu mampu memanfaatkan panel surya untuk melakukan jual dan beli listrik, di mana proses perdagangan ini bisa ditingkatkan melalui teknologi blockchain.
- Dan masih banyak lainnya.
Sumber mesti di isi
