Kesulitan dari duit fiat ialah potensi bagi bitcoin
Sejarah yakni guru terbaik dan pengalaman yang sungguh berharga. Jika Anda ingin mempelajari sesuatu wacana kurun depan Bitcoin, mungkin akan sangat berfaedah untuk mempelajari masa lalu tentang perekonomian kita terutama suku bunga.
Ini mungkin bukan topik yang paling menawan, namun gampang untuk tidak mengabaikan pentingnya suku bunga pemberian. Kita hidup dalam masyarakat yang berkonsentrasi pada utang yang bergantung pada derma untuk bisa menjalankan fungsinya.
Baca juga : Sejarah Uang dari Barter ke Cryptocurrency
Pembaca dari usia tertentu mungkin masih ingat dengan kehancuran ekonomi yang disebabkan oleh suku bunga riba pada segala faktor, mulai dari perlindungan kendaraan beroda empat sampai hipotek rumah, pada tahun 1980-an. Bukan hal yang asing bagi seseorang untuk pergi ke bank, menaruh kunci mereka di konter, dan meninggalkan rumah mereka, bareng dengan hutang mereka.
Banyak pemilik rumah melakukan hal itu, menjadikan harga rumah anjlok dengan cepat. Dengan tidak ada yang tersisa untuk meminjam dari bank, seluruh ekonomi melambat :
“inflasi merajalela, umumnya dianggap sebagai hasil dari krisis minyak pada abad itu, pengeluaran pemerintah yang berlebihan, dan ramalan harga yang lebih tinggi yang mengarah pada upah yang lebih tinggi yang mengarah pada harga yang lebih tinggi. The Fed memutuskan untuk menghentikan inflasi. Kaprikornus, Ketua FED Paul Volcker terus mengoptimalkan suku pada tahun 1980 dan ’81, hasilnya membawa ekonomi dan inflasi terhenti.
Paul Solman, Koresponden PBS NewsHour
Menanggapi kemacetan ekonomi yang parah, Federal Reserve mulai berbalik arah. Suku bunga diturunkan kembali, merangsang ekonomi dan mendorong konsumen untuk meminjam dan membelanjakan. Harga rumah kembali naik ke atas sebagai tanggapan atas kemauan pembeli untuk sekali lagi mengambil hutang dan berpisah dengan uang mereka, Namun kini lebih aman untuk melakukannya.
Semua orang mau suku bunga rendah kann ? Masa ?
Kaprikornus, dapat dibilang bahwa suku bunga rendah yaitu arah ekonomi yang bagus. Mengapa kita ingin menyaksikan suku bunga yang lebih tinggi jikalau mereka hanya memperlambat ekonomi?
Ini benar-benar problem sederhana. Semakin rendah tingkat suku bunga, semakin banyak orang yang akan meminjam. Semakin banyak orang yang mau menghabiskan uang dari dana sumbangan mereka, risikonya ialah kian tinggi harga pasar dari segala hal mulai dari kuliner, kendaraan beroda empat, hingga real estate akan naik. Pada dasarnya, suku bunga rendah berkontribusi pribadi pada inflasi.
Tetapi kalau orang terlalu sudah biasa mengambil hutang, mereka mampu menjadi sungguh rentan mirip, tidak dapat melunasi hipotek atau pinjaman yang lain. Makara, The Fed melakukan tindakan penyeimbangan, menjaga suku bunga di “zona Goldilocks” Tidak terlalu panas, tidak terlalu cuek, ialah cara yang sempurna.
Masalahnya yaitu, eksistensi persis zona Goldilocks ini tidak tepat dikenali di mana lokasinya. Dan saat pelanggan dunia terus meningkat hutang, batas zona ini makin dekat dan semakin mendekati nol, dan dalam beberapa kasus, menjadi negatif.
Suku bunga negatif
Beberapa negara Eropa sudah memutuskan suku bunga negatif. Swedia, Swiss, dan Denmark ialah acuan yang bagus, dan Dana Moneter Internasional gres-baru ini mengusulkan suatu prosedur yang mau “membuat suku bunga yang sangat negatif menjadi opsi yang layak.”
Ketika suku bunga negatif, Anda mesti mengeluarkan uang untuk hak istimewa menyimpan duit Anda di bank. Itu tidak hanya mempunyai arti ongkos bank, tetapi juga bunga yang dibebankan pada duit yang Anda miliki di akun Anda. Tabungan Anda secara bertahap menyusut sebab Anda dipaksa untuk mengeluarkan uang untuk meminimalkan duit Anda.
Bagi kebanyakan orang, satu-satunya alternatif yaitu meminjam uang dan membelanjakannya. Lagipula, itu murah untuk dipinjam. Apa gunanya menyimpannya?
Dan segala sesuatu di planet ini yang mampu dibeli menjadi lebih mahal sebab siapa saja lebih senang menghabiskan duit daripada menyimpannya.
Pergi tanpa uang tunai
Jika Anda merasa berani, Anda mungkin terpengaruhi untuk mengambil duit tunai dari bank, memasukkannya ke dalam brankas dan melindungi kekayaan Anda dengan cara itu.
Ada beberapa persoalan dengan ini. Pertama, duit tunai Anda secara sedikit demi sedikit menyusut nilainya karena itu duduk di sana, alasannya adalah segala sesuatu di sekeliling Anda berkembang lebih mahal. Kedua, negara-negara dengan suku bunga negatif juga menghentikan pencetakan duit kertas, menjadi digital sepenuhnya.
Anda tidak mampu menyimpan uang digital di brankas. Atau di mana saja, kecuali di rekening bank Anda. Anda tahu, di mana uang Anda terus berkurang alasannya adalah suku bunga negatif.
Ini yaitu kombo pembunuh : Suku bunga negatif dan cashless economy.
Swiss, Denmark, dan Swedia, yang mempunyai suku bunga negatif, juga tergolong yang memimpin jalan menuju cashless society.
Dalam ekonomi ini, Anda tidak dapat menyimpan uang Anda di bank sebab secara sedikit demi sedikit disita oleh bank, namun Anda tidak dapat mempesona dana Anda selaku uang tunai alasannya uang tunai jarang digunakan.
Baca : Cara hidup di Swedia, Ultimate Cashless Society
Inflasi tidak terhindarkan dan hanya mampu mempercepat dalam skenario ini, terutama kalau dikombinasikan dengan “pelonggaran kuantitatif” yang dipakai negara-negara untuk mencetak jumlah uang yang semakin besar. Penambahan duit terus menerus ini makin melemahkan nilai dari setiap mata duit yang ada.
Dikutip dari Forbes:
“Jika Anda tidak mampu menarik uang Anda sebagai duit tunai, Anda memiliki dua pilihan: Anda dapat memiliki masalah dengan suku bunga negatif atau Anda dapat menghabiskan duit Anda. Pada risikonya, itulah yang diinginkan perencana pusat kami. Mereka menggunakan suku bunga negatif dan “War on Cash” untuk memaksa Anda membelanjakan dan “merangsang” ekonomi.
“Perang terhadap duit tunai dan suku bunga negatif ialah bahaya besar bagi keselamatan finansial Anda. Perencana sentra bermain dengan api dan memanggil tragedi mata duit. “
Orang terkaya di antara kita telah tahu bagaimana menyingkir dari dilema ini adalah dengan akumulasi aset.
Real estate. Emas. Perak. Dan, selama dekade terakhir, cryptocurrency.
Bitcoin dan cryptocurrency lainnya ialah penangkal sempurna untuk combo pembunuh ini. Karena mudah diperoleh dan dipertukarkan, aset digital ini menunjukkan pelarian yang hampir tanpa tabrakan dari suku bunga negatif dan inflasi yang dihasilkan. Cryptocurrency juga menikmati keuntungan aksesori sebab sangat portabel ketimbang aset yang lain, tetapi terutama aset seperti real estat dan emas.
Baca juga : Apa itu Bitcoin
Sementara pasar cryptocurrency dikala ini penuh dengan volatilitas dan ketidakpastian, dia terus berkembang. Ketika duit warisan terus menyusut nilainya dan tabungan perlahan-lahan diambil oleh bank, cryptocurrency mampu berfungsi sebagai semacam pertolongan nilai.
Seperti semua aset lainnya, Bitcoin mampu melihat perkembangan jangka panjang dalam nilai selaku kawasan berlindung dari angin kencang suku bunga negatif.
sumber : cryptobriefing
Info yang lain perihal blockchain dan crypto
Akankah Melejitnya Cryptocurrency Menuntun Ke Arah “De-dolarisasi” ?
Bitcoin Trader : Lima Statistik Crypto Yang Mungkin Tidak Pernah Anda Pikirkan
Sumber harus di isi