Cryptocurrency, Solusi Di Tengah Krisis Ekonomi?

Di tengah keadaan perekonomian dunia yang tidak menentu, Venezuela menjadi salah satu acuan konkrit negara yang sudah terlebih dulu sigap menimbang-nimbang untuk memakai cryptocurrency sebagai solusi krisis ekonomi dengan cara mengakibatkan back up keuangan negaranya.


Dilansir dari Deustche Welle, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada permulaan Januari kemudian telah memerintahkan untuk merilis mata uang digital gres di tengah kondisi mata uang negaranya yang melemah sebagai dampak dari inflasi besar-besaran. Mata duit digital yang diketahui dengan sebutan ‘petro’ yang lalu disusul dengan ‘sovereign bolivar’ ini diklaim menjadi yang pertama di dunia yang dipakai untuk mendukung aset fisik negara penghasil minyak tersebut.


Bitcoin meluncur ke dunia maya sempurna pada permulaan Januari 2009 atau di penghujung krisis ekonomi global yang telah berlangsung sepanjang 2007 sampai 2008. Mengutip Tirto, secara spesifik krisis ekonomi global juga menimbulkan perlambatan perkembangan perdagangan, menimbulkan turunnya harga banyak sekali komoditas, hingga pelemahan dolar terhadap mata duit lain. Pelemahan dolar ini salah satu penyebabnya yaitu hilangnya keyakinan publik atas dolar, atau atas metode keuangan konvensional secara keseluruhan.


Di tengah kondisi krisis tersebut, masyarakat menghendaki adanya mata uang lain selaku alternatif. Kemunculan Bitcoin, Ethereum, dan banyak sekali jenis cryptocurrency yang lain perlahan terus mengalami perkembangan dari sisi harga, sampai kapitalisasi pasar. Tentu publik juga mewanti-wanti seberapa banyak manfaat yang didapat dari cryptocurrency sebagai solusi krisis ekonomi sehingga bisa keluar dari keadaan tersebut.


Selain Venezuela, Yunani juga pernah mengalami keadaan serupa, Yunani bergabung dengan Uni Eropa dan mengubah mata uangnya dengan euro pada tahun 2001. Ketika krisis keuangan melanda pada tahun 2008, abad itu semua negara di Eropa mengalami resesi, tetapi alasannya Yunani ialah salah satu negara yang paling miskin dengan hutang bertumpuk, negara tersebutlah yang paling menderita dan mencicipi dampaknya.


Krisis keuangan yang terjadi di Yunani dan Venezuela alhasil ‘memaksa’ warganya berduyun-duyun menggunakan cryptocurrency.


Pada tahun 2008, krisis keuangan perlahan mulai memberi efek pada bank-bank sentral, pembekuan kredit dan kondisi ekonomi meluncur bebas. Kondisi krisis mirip ini tidak mampu diprediksi sebelumnya sehingga memungkinkan terjadinya kekacauan di banyak sekali sektor. Jika menyaksikan lebih jauh, kedatangan cryptocurrency justru mampu menjadi ‘angin segar’ bagi keadaan perekonomian, mata duit kripto ini didesain dengan metode keselamatan terenkripsi berlapis, tidak dikelola oleh otoritas terpusat, serta lebih gampang diperoleh dibandingkan dengan mata uang yang lain.


Bukti menunjukkan bahwa orang makin mencari cryptocurrency selaku alternatif selama periode krisis. Ketika krisis Yunani berlangsung, volume pertukaran bitcoin dilaporkan paling besar di seluruh dunia berasal dari pelanggan di Yunani.


Harga bitcoin secara historis sungguh fluktuatif, meskipun kekhawatiran regulasi pada tahun 2018 sudah menekan volatilitasnya. Mereka yang menginvestasikan uangnya pada cryptocurrency mampu menangani secara personal permasalahan ekonomi saat melanda negaranya.


 


Baca Juga:



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama