Menyusul pemberitaan tentang pembentukan kota Blockchain di Melaka, Malaysia, bekerjsama beberapa kota lainnya di dunia sudah apalagi dulu memakai blockchain untuk menyelesaikan berbagai acara yang progresif di kotanya,
Berikut ialah kota blockchain yang ada di dunia, yakni:
Zug, Swiss
Zug contohnya, sering dipandang selaku sebuah oase baru dalam hal mengadopsi dan menyebarkan blockchain. kota ini dijuluki sebagai Silicon Valley Blockchain dengan dukungan Crypto Valley Associationnya yang menolong menjinjing kota tersebut ke kala baru. Pajak yang rendah telah bisa menarik banyak perusahaan multinasional ke kota ini. Hal tersebut ialah salah satu dari banyak kebijakan ramah membuka usaha di tempat ini. Peraturan yang terbuka juga telah memungkinkan Zug menjadi tempat yang mempesona bagi perusahaan cryptocurrency untuk berkembang.
Baca juga: Malta, Pulau Blockchain di Selatan Eropa
Melaka, Malaysia
Sementara itu di Melaka, pemerintah lokal rencananya akan memanfaatkan teknologi blockchain dalam bentuk koin yang digunakan untuk mengeluarkan uang aneka macam pelayanan publik alasannya pemakaian duit tunai akan tidak boleh. Perwakilan resmi kota Selat Melaka, menyebutkan bahwa para wisatawan yang datang ke kota tersebut harus menukar uang mereka dengan mata uang digital yang mampu dipakai untuk mengeluarkan uang banyak sekali layanan memakai ponsel atau komputer.
Baca juga: Cara Blockchain Mengubah Dunia
Orania, Afrika Selatan
Pada skala yang lebih kecil, kota Orania di Afrika Selatan yang dihuni oleh 1.400 jiwa ingin menciptakan cryptocurrency sendiri supaya tidak lagi bergantung pada mata duit nasional Afrika Selatan, Rand. Komunitas ini sedang menyiapkan membuat mata uang sendiri untuk mengambil alih fiat serta menciptakan ekonomi mereka lebih efisien.
Baca juga: Pelayanan Publik ala Blockchain
Liberstad, Norwegia
Berbeda dengan Orania, kota Liberstad di Norwegia malah mengklaim dirinya sebagai kota cerdas pertama yang mengadopsi cryptocurrency selaku satu-satunya media pertukaran untuk pembayaran layanan kota dan upah pekerja.
Baca juga: 4 Alasan Mengapa Bisnis Kecil Harus Investasi Teknologi Blockchain
Adopsi teknologi ialah hal yang kompleks dan dinamis. Dari acuan-acuan adopsi diatas kita mampu menyaksikan bagaimana sebuah kota mampu membangun kemandiriannya sendiri dengan mempergunakan kesempatanblockchain dan cryptocurrency. Lalu siapkah Indonesia mengadopsi teknologi blockchain kedepannya ?
Baca juga: Blockchain dan Cryptocurrency Dalam Industri