
Bisnis online yakni bisnis yang dikerjakan lewat platform yang terkoneksi internet. Alias secara online. Itulah yang disebut dengan bisnis online. Menurut saya, salah satu genre dari bisnis atau usaha yang prospektif. Bukan cuma itu saja. Bisnis ini relatif mudah untuk siapa pun yang ingin atau gres mau menjajal . Saya bilang ‘relatif gampang’. Itu sama saja dengan gampang-gampang susah. Loh kok, kata judulnya mudah? Itu sebab aku ingin membangun mindset seseorang yang ingin membaca tulisan ini. Saya katakan gampang, semoga pembaca percaya untuk melangkah. Haiyah.
Peluang Bisnis Online
Kenapa sih ada bisnis online? Ya karena ada online-onlinenya. Ada panggung untuk tampil. Ada peluang untuk diambil. Peluang itu ada karena terdapat panggung yang telah memiliki penonton dengan jumlah yang tidak sedikit. Ada yang tahu berapa jumlah pengguna internet di dunia? Bejibun. Kita persempit dengan jumlah pengguna internet di negara +62. Indonesia tanah air tercinta kita, memiliki jumlah pengguna internet: > 143 Juta dari jumlah populasi penduduk: > 269 juta jiwa. Cek tabel di bawah. Thanks to Internet World Stats yang sudah menyuguhkan data penting ini.

Berdasarkan data di atas, apakah kalian telah percaya dengan bisnis online? Saya rasa tidak secepat itu ya. Pasalnya kita perlu data lain untuk meyakinkan diri sebelum melangkah. Misalnya, data berbentukjumlah pengusaha online di Indonesia. Saya bekerjsama ingin Googling, namun belum menemukan keyword yang pas. Saya yakin belum banyak.
“Negara kita membutuhkan entrepreneur yang tiap tahun meningkat. Di negara maju tolok ukur entrepreneur itu sekitar 14 persen,” kata Jokowi di sela sesi bareng Hipmi di tangga Istana Merdeka Jakarta, Kamis (5/4/2018).
Kepala presiden berujar bahwa angka entrepreneur atau pengusaha di Indonesia masih +/- 3.01 persen. Itu masih jauh dari angka ideal.
Baca juga: 7 Usaha yang Menjanjikan di Masa Depan & Boleh Anda Coba Sekarang!
“Artinya perlu sebuah percepatan sehingga angka entrepreneur khususnya entrepreneur muda.” kata Jokowi didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menperin Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Hayo teman-sobat, apa kesimpulan dari percakapan di atas? Angka usahawan di Indonesia belum ideal itu fakta. Itu sama saja dengan sekurang-kurangnya jumlah pelaku bisnis. Jika dikerucutkan, pengusaha online juga pasti sedikit dong?
Makara, apakah bisnis online menjanjikan? Ada alasan lain untuk meyakinkan Anda. Sekarang coba tengok kebiasaan insan zaman now. Menunduk terus meski kepala telah pegal. Lebih baik dompet yang tertinggal, daripada ponsel pintar. Habit ini yang kemudian mampu kita manfaatkan untuk meraup keuntungan dari bisnis online. Tinggal bagaimana cara kita mengoptimalkan seni manajemen tersebut.
Cara Memulai Bisnis Online

Sebelum kita menerapkan taktik macam-macam untuk menerima untung dalam bisnis online. Mari kita mulai dulu bisnis online tersebut. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memulainya:
1. Menentukan produk yang ingin dijual.
Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menentukan produk yang ingin kita jual. Salah satunya dengan mempergunakan Google Trending atau Keyword Tool. Dua alat ini mampu dipakai untuk mencari produk yang sedang trending di jagat media. Misalnya pada Instagram. Sehingga laba mampu dicapai lebih singkat, saat kita menunjukkan produk yang sedang dicari banyak orang.

Hasilnya mirip gambar di atas. Saya membandingkan antara produk sepatu dan jaket. Di mana sepatu lebih banyak dicari dibanding jaket. Boleh kalian bandingkan dengan produk lain mirip tas, kemeja, dll. Pokoknya kita kudu percaya akan produk yang ingin dijual. Yakin bakal ada yang membeli. Aamiin.
2. Menentukan sasaran produk tersebut.

Baru sehabis itu kita cari target akan produk tersebut. Caranya bagaimana? Ada tiga hal yang perlu kita perhatikan untuk memilih sasaran produk atau target pasar kita. Apa saja?
- Harga: produk kita ingin dijual dengan harga berapa? Pasalnya setiap orang memiliki kekuatan ekonomi masing-masing. Bawah, menengah, dan atas. Jadi fikirkan hal ini sebelum menawarkan produk Anda itu. Contohnya Anda mempunyai produk kue tar. Hayo? Kira-kira masuk kelompok mana produk ini?
- Geografi: lokasi atau daerah yang pas untuk produk kita. Seperti pepatah mainstream “posisi memilih prestasi!” Makara, kue tar tadi akan lebih menguntungkan dijual di mana?
- Demografi: sedangkan poin ini akan memperhatikan jenis kelamin atau umur juga boleh. Kue tar lazimnya untuk anak muda yang masih bebas mengonsumsi kuliner manis. Kira-kira seperti itu.
Di atas yakni tiga hal dasar untuk menentukan sasaran produk kita. Sekarang ada tahap bonus atau lanjut yang boleh dilakukan guna mengoptimalkan calon bisnis kita.
Pertama, kita perlu uji coba target pasar. Maksudnya bagaimana? Anggap saja kita sudah mengetahui kandidat konsumen produk dengan tiga hal di atas. Tidak berhenti di situ saja. Memangnya percaya? Konsumen yang sudah ditentukan tadi betul-betul akan membeli produk kita? Cara untuk meyakinkan diri ya dengan uji coba langsung ke target. Misalnya dengan ikut pameran dan kita menenteng beberapa sampel produk yang ingin dijual. Meski ini bisnis online. Ada kalanya kita perlu menggeluti langsung ke lapangan. Perhatikan sikap konsumen. Lebih-lebih, mencatat kebutuhan konsumen tersebut.
Kedua, sesudah uji coba sasaran. Kita semestinya melakukan penilaian produk. Apakah akan terus melangkah maju menggeluti bisnis ini? Pada tahap ini yang kadang kala mengendurkan semangat berbisnis. Bisa jadi sebab produk uji coba tidak terlampau laku. Alhasil, mundur pelan-pelan. Tidak dilema. Pantang mengalah! Justru ini menjadi isu yang berguna. Kita jadi mengenali lebih permulaan terkait produk tersebut, sebelum betul-betul dijual dengan jumlah yang lebih banyak.
3. Menentukan seni manajemen penjualan yang ingin digunakan.

Punya produk sudah. Uji coba produk telah. Evaluasi produk juga sudah. Jika ketiga hal sebelumnya masih belum memberi efek yang siginifikan. Rasanya kita perlu taktik lain untuk optimasi bisnis kita. Apakah kita sudah efektif dalam melakukan penjualan produk? Padahal jikalau menengok statistik produk yang dijual. Semua angka menerangkan bahwa produk ini mempunyai peminat. Banyak atau pun sedikit peminatnya, yang terang produk ini ada pasarnya. Ada calon pembelinya. Namun, kenapa belum menuai hasil yang optimal? Menyebalkan ya?
Entah ini kata siapa mulanya. Pertama kali saya mendengar dikala Pandji Pragiwaksono stand up. Mungkin saja kalimat ini bisa memotivasi Anda. Begini bunyinya, “Tidak ada produk/barang yang tak laris. Adanya produk/barang yang dipasarkan secara salah.” Apakah Anda baiklah dengan kalimat itu?
Contoh konkretnya begini. Ada produk namanya tahi ayam. Kira-kira bagaimana memasarkan produk tahi ayam? Di foto kemudian di upload ke Instagram kah? Justru Anda malah dihujat oleh netizen. “Orang lagi makan, malah upload kayak gitu. G*blok!” Ya begitulah ganasnya netizen Indonesia tercinta. Bagaimana? Bukannya laku malah kena semprot. Lalu, cara sempurna untuk memasarkan produk tahi ayam bagaimana? Caranya begini, masukkan tahi ayam ke dalam karung. Beri label, “Pupuk Kompos Alami untuk Aneka Tanaman” pada karung tersebut. Baru upload di sosial media. Saya yakin sih laris. Hehe.
Bisnis Online Terpercaya & Terbaik
Mungkin pembaca ada yang mengajukan pertanyaan-tanya. Apakah bisnis online itu mampu dipercaya? Semua aku kembalikan kepada Anda. Kepercayaan itu Anda pegang sendiri. Jika ada perasaan cemas atau kurang yakin. Boleh saja Anda mundur. Saran aku selalu waspada dalam mengambil tindakan. Hati-hati terhadap hal yang sekiranya mencurigakan. Oke, berikut situs terpercaya yang mungkin bisa Anda coba untuk mengawali bisnis online.
1. Tokepedia
Situs ini sepertinya sudah beken. Saya yakin sobat-sobat sudah sering mendengarnya. Tokopedia adalah salah satu unicorn di Indonesia. Jika Anda terpesona untuk bisnis online. Silahkan mendaftar selaku penjual di sini. Atur toko dan produk Anda di situ. Anda juga boleh mencari produk yang sekiranya anggun dan harganya miring. Kemudian, dijual lagi lewat platform lain seperti Instagram atau Facebook. Kita manfaatkan segala lini untuk melebarkan sayap.
2. Bukalapak
Masih bakar duit mulu nih. Banyak produk yang dijual cepat (flash sale). Sehingga harganya terperinci murah ketimbang harga normal. Ada yang menawan dari startup ini. Apa itu? Namanya Mitra Bukalapak. Bagi kalian yang memiliki warung kelontong dan sejenisnya. Kalian bisa mulai bisnis online dengan mendaftarkan warung tersebut di layanan ini. Coba saja. Harganya murah-murah dan insyaallah menguntungkan.
3. Elevenia
Saya orang yang suka berburu promo. Kala itu, aku sedang survei harga paket telepon di beberapa marketplace. Dari ketiga lainnya. Elevenia memberi harga yang miring untuk masalah paket telepon. Apalagi pelayanan lebih singkat. Sehingga paket mampu segera masuk ke smartphone. Walau namanya jarang ada di iklan. Namun memiliki pasar sendiri. Sehingga Elevenia masih ada sampai sekarang. Walaupun acap kali situsnya gangguan. Mungkin alasannya adalah banyak pengunjung sehingga down.
4. Shopee
Di shopee pee pee pee, di shopee pee pee pee, di shopee. Ada yang terbayang-bayang dengan iklan dari marketplace satu ini? Jika iya, kalian tidak sendiri. Saya juga mengalami. Mungkin pihak marketing Shopee sedang mencuci otak kita dengan lagu tersebut. Lagunya memang lucu dan asik untuk dinyanyikan. Coba saja. Haiyah. Ini dia salah satu marketplace yang mampu dipakai untuk bisnis online. Silahkan survei harga produk di sini. Cari yang paling murah dan terpercaya.
Baca juga: Keuntungan Berbisnis Dengan Toko Online Dan Kiat Suksesnya
Penutup
Akhirnya tulisan tentang bisnis online telah meraih penghujung. Tunggu aku di goresan pena berikutnya. Semoga berguna. Sampai jumpa!
Sumber harus di isi