Mengapa Bitcoin? Chapter 1 : Sejarah Uang – Dari Barter Ke Cryptocurrency

Pengertian Bitcoin :


Bitcoin yakni sebuah tipe mata uang digital yang data transaksinya disimpan secara terdesentralisasi dan unit barunya dihasilkan dari perhitungan komputasional dengan memecahkan masalah matematika. Bitcoin beroperasi independen dari bank sentral.


Mengapa kita membutuhkan Bitcoin ? Apakah Bitcoin bisa menjadi mata duit dunia selanjutnya ?


Dalam seri tentang Bitcoin dan duit ini, dibahas secara mendalam kompleksitas metode moneter modern dan bagaimana Bitcoin, selaku hard money utama mampu berfungsi selaku penyelesaian untuk banyak problem yang ada.


Kita akan mengawali seri ini dengan menyaksikan sejarah duit.


 


Uang mampu membuat dunia berputar. Uang dan sejarahnya memiliki efek yang tak terhindarkan pada kehidupan kita.


Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang uang dan cara menghasilkan duit, dan bagaimana melakukannya.


Berkali-kali, orang dapat mengamati bahwa masyarakat kembali ke duit ‘kasatmata’.


 



Sebelum uang: metode tukar barang


Terlepas dari kesederhanaannya, barter mempunyai kelebihannya sampai ketika ini, tidak membutuhkan uang selaku perantara karena barang atau jasa secara eksklusif ditukar. Tidak perlu perantara apa pun untuk menetapkan apakah akan melakukan jual beli atau tidak, atau untuk memutuskan apakah sebuah pertukaran adil atau tidak.


Kita dapat menemukan teladan tukar barang sistematis yang terjadi sejauh bangsa Fenisia pada 6000 SM, yang memperdagangkan barang antara aneka macam kota dan Laut Mediterania.


Barter juga merupakan tata cara lazim untuk perdagangan barang antara Timur , Timur Tengah, dan Eropa selama berabad-era, dengan para penjualbertukar rempah-rempah, sutra, garam, bulu, wewangian, dan banyak sekali barang lain yang dikehendaki antar peradaban.


Bartering bertahan hari ini dan dalam beberapa cara sudah menciptakan jalan ke banyak sekali layanan yang memungkinkan bentuk perdagangan non-moneter ini.



Dari barter ke mata duit


Berabad-masa sebelumnya, beberapa barang barter mirip senjata, bulu, sutra, rempah-rempah, dan bahkan garam mengaburkan batas antara tukar barang dan uang, dengan komoditas tertentu akhirnya menjadi barang kriteria jual beli di tempat barang atau jasa bertukar pribadi. Beberapa dari barang-barang ini menjadi mata uang, yang mempunyai nilai standar, dan disepakati.


British North America sebagai teladan yang cukup baru dan menawan dari transisi dari tukar barang ke ekonomi mata duit. “kulit berang-berang” atau made beaver. Satu berang-berang kulit bermutu tinggi menjadi unit  tolok ukur untuk jual beli berbagai barang selama booming perdagangan bulu masa ke-17. Kulit berang bertindak sebagai mata uang dan bisa berbelanja delapan pisau atau ketel pada tahun 1795. Sepuluh kulit berang-berang yang dibentuk bisa membeli senjata.


 



Pada dasarnya, kulit berang-berang itu ialah mata duit, tetapi hanya mata uang “medioker”. Standar ketat telah diberlakukan terkait penilaian kulit berang berang dengan harga barang yang lain. Ini sudah mempunyai arti kulit berang-berang sudah sukses menjadi media pertukaran, memungkinkan terjadinya jual beli, dan bertingkah sebagai unit of account untuk menentukan nilai. Misalnya 1 senjata = 10 unit kulit berang-berang.


Namun kulit berang-berang tidak mampu dibagi, dan hanya bisa dipertukarkan selama kulitnya menyanggupi persyaratan tertentu (mis.tidak rusak).


Manajer perusahaan perdagangan kulit berang-berang (=exchange) seringkali mesti memperdagangkan kulit bermutu buruk dengan kulit bermutu baik. Dengan demikian, kulit berang-berang kurang begitu durable (tahan usang) dan nilainya kurang konsisten tergantung mutu (kurang “fungible”).


Masalah besar lainnya dengan membuat berang-berang sebagai mata duit? Berang-berang sebagian besar mati pada tahun 1800-an, menyisihkan beberapa berang-berang tersedia untuk diperdagangkan dengan barang-barang lainnya.


mata uang bitcoin


Solusi yang terang, setidaknya dari sudut pandang kami hari ini, dibentuk untuk dipakai, untuk memanfaatkan shilling, untuk menciptakan perdagangan lebih efisien.


Perpindahan dari barter menjadi currency telah terjadi di seluruh dunia. Namun, tukar barang masih terjadi bergantung pada tempatnya dalam masyarakat untuk suasana tertentu.


 


Mengapa “Uang” Diakui Sebagai “Uang” ?  Apa bedanya dengan “currency” ?


Apa sih bedanya money dan currency ?


Jadi kenapa uang disebut dengan duit ? Lagi pula, jikalau kulit berang-berang mampu dianggap selaku mata duit (currency), bukankah itu benar-benar bentuk uang (money)?


Tidak cukup. Uang (money) berbeda dengan mata uang (currency) dalam beberapa hal.


Uang (money) sedikit lebih absurd ketimbang mata uang (currency). Mata uang (currency) adalah alat yang digunakan untuk berjualan,  sedangkan uang (money) ialah sesuatu yang memiliki nilai intrinsik dan tidak membutuhkan sebuah value yang di-assign oleh otoritas apapun.


Lebih sering, istilah “hard money” dipakai untuk memperkenalkan inspirasi barang-barang mirip emas atau perak, yang memiliki nilai intrinsik alasannya sulit diperoleh. Sedangkan currency sering disebutkan untuk sebuah kertas yang berisi akad (promissory item) yang digunakan untuk merepresentasikan sebuah value dan relatif gampang dibuat .


Agar duit dianggap kasatmata, itu mesti memenuhi semacam daftar atribut:



  • Uang mesti menjadi alat tukar. Dengan kata lain, itu mesti mampu dipakai untuk berjualan barang atau jasa alih-alih menukar barang atau jasa lain, mirip dalam sistem tukar barang.

  • Uang harus berupa account unit, dan dapat dipertukarkan dengan barang atau jasa dengan harga tertentu.

  • Uang mesti portabel. Itu harus mampu diangkut dari pengguna ke yang lain untuk menuntaskan transaksi.

  • Uang harus berkelanjutan sehingga mampu digunakan dalam rentang waktu yang usang tanpa mogok dan menjadi tidak berguna.

  • Uang mesti mampu dibagi untuk melakukan pembelian dengan berbagai harga.

  • Uang mesti seimbang, artinya setiap unit sama dengan yang berikutnya. Dolar tertentu memiliki nilai yang sama dengan dolar lainnya.



A Store of Value 


Yang penting, duit riil – atau real money berlainan dengan currency karena real money juga berfungsi selaku store of value dalam periode waktu yang lama. Currency tidak memiliki nilai intrinsik, namun ialah alat yang dapat dipakai untuk bertransaksi value. Karena pemerintah mampu mencetak mata uang terus menerus, maka proses bikinan duit mampu mentransfer kekayaan terhadap government saat currency tersebut dicetak.


Sebagai acuan terbaik dari real money. Emas tidak mampu dicetak, jadi dia menjaga kelangkaannya (scarcity), tidak mirip duit cetak. Emas menjaga nilai moneternya terlepas dari value currency yang diberikan pada waktu tertentu.


Sementara mata uang kertas datang dan pergi, sering menurun nilainya dari waktu ke waktu, emas sudah disimpan selaku “hard money” selama ribuan tahun. Tidak mirip banyak mata uang, emas tahan secara fisik, mampu dicairkan dan dibentuk menjadi tambahan atau unsur elektronik, tidak mengalami korosi atau rusak, tidak rusak sepanjang umur manusia, dan terus exist dalam banyak sekali bentuk.


Emas yang telah ada dikala ini, terbagi dalam beberapa bentuk.



Berbagai Upaya historis dalam membuat Currency / mata uang


Kita mesti kembali melihat ke periode kemudian untuk menyaksikan acuan currency yang dibentuk untuk melayani ekonomi.


Electrum ialah salah satu contohnya paduan emas dan perak, adakala disebut sebagai emas hijau. Paduan yang terjadi secara alami juga mengandung jejak tembaga dan logam lainnya. Ini terdiri dari banyak kandungan zat lain, dan sangat bervariasi dalam ukuran, kualitas, dan kepadatan. Namun, itu memiliki kegunaan di masa Kerajaan Lama Mesir, hampir 5.000 tahun yang lalu, di mana dia digunakan untuk pelapisan luar pada piramida dan obelisk, serta untuk peralatan minum.


Electrum mulai banyak dipakai sebagai currency dalam beberapa ratus tahun dari sampai sekitar 350 sebelum masehi. Paduan ini lebih tahan lama daripada emas murni, dan memurnikan emas adalah hal yang sulit dikala itu, saat koin emas dan perak murni menjadi hal yang biasa dikerjakan, problem utama dengan electrum yaitu variasi dalam kemurnian yang menjadikannya tidak sukses dalam jangka panjang sebagai currency yang gampang dipertukarkan (fungible).


 



Seiring waktu, jumlah emas dalam koin fisik electrum mulai dikurangi. Karena emas mempertahankan nilai intrinsiknya sehingga ongkos menciptakan koin bisa lebih tinggi daripada value yang di-assign kepadanya jika proporsi emas terhadap metal yang lain dipertahankan.


 



Budaya lain dalam periode waktu yang berlainan mempunyai bermacam-macam currency / mata uang untuk melayani perekonomian mereka contohnya Afrika, Cina, India. Teksturnya yang halus dan rincian menjadikannya nyaris tidak mungkin untuk dipalsukan. Kerang diperdagangkan dengan sejumlah besar barang di tempat yang kelemahan pasokan alam.


currency


Cokelat, dalam bentuk biji kakao, ialah bentuk currency / mata uang yang sangat baik bagi orang-orang dari budaya Aztec selama beberapa era. Seperti mata duit kertas hari ini, tidak sembarang orang mampu menciptakan biji kakao dan buatan dikendalikan untuk menentukan nilainya dapat dipertahankan. Bentuk uang ini digunakan di Amerika Latin.


Beras memainkan peran uang di Jepang abad ke-17 feodal. Seseorang mampu menukar beras dengan barang, menggunakannya untuk membayar pajak, dan bahkan membayar upah pekerja dengan gandum. Karena sangat ringan dan gampang diangkut, beras menikmati utilitas sebagai mata uang selama beberapa tahun di Jepang. Sebenarnya, pergeseran dari beras selaku salah satu komoditas paling penting di dunia ke komoditas lain seperti metalik/logam yakni hal yang tidak mudah dan dipenuhi kegalauan dan keraguan.


Semua mata uang ini beroperasi di bawah premis utama konsensus dan penawaran dan seruan.


Dalam penduduk ini, sudah dicapai konsensus bahwa perjanjian telah diberikan kepada item yang sudah dilihat oleh orang luar sebagai nilai yang tidak rasional dan tidak berguna. Namun, mata uang bekerja untuk beberapa nilai alasannya adalah nilainya, dan dengan demikian memungkinkan untuk perdagangan dan interaksi ekonomi melalui mata duit.


Premis dasar dari pasar bebas dan penggunaan sistem ini juga sudah terbukti mempunyai kepentingan lokal yang lebih besar di mana mereka sulit diraih. Namun, mata duit ini memiliki keterbatasan dan tidak dapat sepenuhnya meniru karakteristik duit riil.


 


Kembali kepada real money


Sepanjang sejarah ekonomi dunia, seseorang mampu memperhatikan atau memprediksi bahwa penduduk akan kembali kepada real money dari memakai currency yang cacat. Sejauh abad ke-7 SM di Yunani, koin stater emas dan perak dipakai untuk perdagangan, dan dikenal selaku teladan real money.


Coin ini, yang dimulai sebagai electrum, namun risikonya disempurnakan dan semua karakteristik dari apa yang semestinya, bertahan selama berabad-abad. Dimulai sebagai ingot dan kemudian dikembangkan menjadi coin, stater ialah bentuk uang yang trusted dan stabil selama hampir 800 tahun.



Karena penggunaan emas di bagian koin – “hard money” yang mampu mempertahankan nilai intrinsiknya alasannya adalah faktor scarcitynya – upah yang diberikan kepada orang-orang 2000 tahun kemudian bisa dikatakan equivalent dengan saat ini.


“Pada kurun Kaisar Agustus (27 SM sampai 14 M), seorang perwira Romawi dibayar 15.000 sestertii. Mengingat bahwa satu emas aureus sama dengan 1.000 sestertii dan mengenang ada delapan gram emas dalam aureus, bayarannya menjadi 38,58 ons emas. Dengan harga saat ini, ini adalah sekitar $ 54.000 per tahun.


Perwira yang memimpin 80 legiun itu kira-kira setara dengan seorang kapten Angkatan Darat A.S. Upah ketika ini untuk kapten yakni $ 46.000 – selisih yang tidak terlampau banyak.


Ini menyiratkan bahwa emas ialah penyimpan nilai yang bagus. Pada dasarnya, emas yaitu lindung nilai inflasi yang bagus – namun teladan kita melewati waktu yang  sangat, sungguh panjang, lebih dari 2.000 tahun. “(Sumber)


Namun, mata uang kertas menawarkan ketentraman dan fasilitas penggunaan yang lebih besar, seperti yang terlihat dalam acuan berikut dari sejarah panjang dan bervariasi Tiongkok dengan uang.


Flying Money


Kita mesti menyaksikan pada dinasti Tang di Cina untuk contoh permulaan mata uang kertas. Mata uang ini diketahui selaku “flying money” karena kecenderungan mudah hilang tertiup angin, tidak mirip mata duit logam.


Pada 800 M, pemerintah mengubah koin dengan mata duit kertas revolusioner. Mata uang logam dianggap tidak nyaman untuk perdagangan jarak jauh antara pedagang, sehingga mata uang kertas baru dipandang sebagai solusi yang elegan dan kreatif. Mata duit kertas gres bisa meminimalkan keperluan untuk mengirimkan sejumlah besar mata uang logam ke penjualyang berjauhan.


Meskipun secara teknis tidak dianggap sebagai tender yang sah, Hal itu dimaksudkan untuk “diuangkan” untuk mata uang logam, itu dipakai oleh pedagang alasannya akomodasi dan portabilitasnya.



Mata uang pertama yang disokong dan di-backup oleh negara diresmikan selama Dinasti Song berikutnya (1024 M). Hanya uang kertas resmi ini, yang dikeluarkan oleh pemerintah, yang diizinkan sebagai mata uang, dan didukung oleh mata duit logam pada zaman itu.


Selama dinasti Chin dan Yuan ekonomi mengalami kejatuhan sebab adanya godaan over printing atau keunggulan mencetak uang – menggunakan paper currency yang tidak secara cukup di backup oleh hard money (dalam hal ini, tembaga dan perak). Dalam upaya untuk menjaga kontrol moneter, perak dan emas disita oleh negara. Namun, pada karenanya, paper currency ini runtuh ke inflasi alasannya mereka terlalu bersemangat dalam mencetak duit, dalam upaya sia-sia untuk menopang perekonomian, menghasilkan inflasi yang ekstrem.


Selama dinasti Ming dan Qing berikut ini, ada upaya bertahap untuk kembali ke uang keras / hard money terjadi setelah upaya gagal pada mata uang kertas. Inovasi mata duit kertas alhasil menyebar ke Timur Tengah, dan kemudian ke Eropa, dengan Swedia menjadi negara Eropa pertama yang mengeluarkan mata duit kertas pada 1601.


Seperti yang mampu dilihat dalam sejarah panjang uang di Tiongkok, ekonomi negara selalu kesengsem kembali ke mata duit logam selaku hard money bergotong-royong. Dalam masyarakat di seluruh dunia, ekonomi pada kesudahannya cenderung ke arah hard money alasannya mempunyai laba natural free market dan tahan terhadap inflasi, berkat kelangkaannya yang tak terkalahkan.


 


Mata Uang Fiat dalam masyarakat terbaru


Selama kala ke-20, banyak mata duit dunia terproteksi dari inflasi yang ekstrem dikala mata uang itu “dibackup” oleh emas atau perak.


Setelah mempelajari pelajaran inflasi dengan Mata Uang Kontinental pada selesai 1700-an, Amerika beralih ke tolok ukur yang dirancang untuk menangkal kegagalan semacam itu. Membackup setiap dolar AS dengan emas dan perak memutuskan mata uang tersebut merepresentasikan suatu value yang genuine. Emas lebih langka ketimbang perak dan tidak rentan kepada lonjakan supply yang berlebihan, emas telah menggantikan selaku back up kriteria untuk mata duit A.S., dengan kesanggupan untuk menguangkan dalam dolar untuk nilai yang setara dalam logam langka.


Ketika negara-negara berada di bawah standar emas untuk kurun perang, misalnya, warga negara sering beralih ke menguruk mata uang logam untuk melindungi diri mereka alasannya bank tidak mempunyai kemampuan mengakses mata duit kertas. sendiri dari kebangkrutan.


Setelah Perang Dunia II, tata cara Bretton-Woods memutuskan kesepakatan tentang semua currency di dunia mematok value mereka terhadap dollar AS, yang bersandar pada tolok ukur emas. Ini berarti bahwa semua mata duit global sudah dikaitkan dengan nilai emas, menciptakan persyaratan global untuk duit.


 


Sistem Bretton Woods - mengapa bitcoin
Sumber : https://entertainmentheat.com/bretton-woods-agreement-what-is-it/

Mengatakan duit sudah di backup oleh emas adalah satu hal. Tetapi apakah uang “benar-benar di back up” oleh emas adalah hal yang berlawanan, di saat banyak negara menyaksikan USA mendapatkan keuntungan dalam hal currency, negara di seluruh dunia mulai menanyakan klaim bab mereka kepada cadangan emas tersebut dan menukarkannya dengan US dollar yang tidak mereka harapkan. Ini menyebabkan masalah : lebih banyak demand terhadap emas “yang ada” di dalam dollar dibandingkan dengan cadangan yang ada bahu-membahu.


Tentu saja, menyampaikan uang sudah kembali Karena banyak negara berkembang untuk tidak suka Amerika, Amerika Serikat, Amerika Serikat, dan Amerika Serikat. Ini membuat duduk perkara besar; yakni, lebih banyak cadangan.


 


Nixon Shock


Standar emas secara efektif dimatikan oleh pemerintahan di bawah presiden Nixon, dikala pemerintah secara sepihak membatalkan kesanggupan untuk secara langsung mengkonversi dolar AS untuk nilai yang setara dengan emas. Langkah ini disebut-sebut selaku balasan campur tangan abnormal, begitu banyak sehingga pasar mirip Dow menikmati keuntungan terbesar mereka, sehari setelah pengumuman.


Sumber : https://www.slideshare.net/KrishnaOmer/world-bank-and-international-monetary-fund


Namun, sejak itu, penduduk dunia mendapati diri mereka berada dalam skenario mata duit kertas mengambang yang tentu saja terdengar familiar. Kita telah kembali, sekali lagi, ke tahap yang sangat dikenal dalam siklus yang sedang berlangsung antara duit riil dan emas – ke mata uang kertas yang rentan terhadap produksi / pencetakan berlebih.


Inflasi yang disebabkan oleh pencetakan yang berlebihan, dan dalam beberapa kasus, hiperinflasi dalam ekonomi yang salah kelola atau dijatuhi hukuman, tidak dapat disingkirkan dan hal ini terus terjadi, namun tidak cuma secara regional.


Sekarang, efeknya telah menjadi fenomena global.


 


Mata Uang di Era Digital


Fenomena global yang bertepatan yakni digitalisasi mata uang. Kartu debit, kartu debit, kartu kredit, dan yang modern, pembayaran seluler, yang berisikan layanan seperti Apple Pay, Google Pay, dan PayPal, mendominasi transaksi moneter harian dan sungguh populer di Amerika Serikat. Di Cina, aplikasi WeChat Pay digunakan oleh lebih dari 600 juta orang.


Pembayaran tanpa uang tunai / cashless payment telah meningkat pesar selama dekade terakhir dan diproyeksikan akan meningkat di seluruh dunia. Tabel berikut menampilkan transaksi cashless global dalam triliunan per region dari 2012-2016 dengan proyeksi sampai 2021 :


 



Seperti mata uang kertas, bentuk-bentuk pembayaran digital ini pada dasarnya “tidak langka” dan mampu mengalami “flaw” atau kelemahan seperti halnya mata uang di masa lalu, walaupun sungguh convenience digunakan dalam aneka macam skenario.


Keadaan ekonomi cashless saat menghadapi tantangan dari bahaya yang makin bersahabat, yaitu suku bunga yang terus turun, sehingga pengguna currency mampu terjebak dalam environment inflasi yang terus naik tanpa opsi untuk cash out. Mata duit yang di-digitalisasi seperti ini tidak memiliki huruf “monetary independence” dan privasi seperti halnya uang cash


 


Ultimate Real Money : Bitcoin


Dari waktu ke waktu, kita melihat di aneka macam kepingan dunia, tentang “kembalinya” real money.


Karakter real money harus :



  • Media pertukaran, dipakai untuk berjualan barang atau jasa.

  • Unit Account yang mampu dipertukarkan dan dapat menetapkan harga untuk barang atau jasa.

  • Portabel. Lebih dari bentuk mata uang yang lain, Bitcoin dapat disimpan dalam pikiran Anda melalui frasa mnemonik 12 atau 24 kata.

  • Durable (Tahan dipakai) Bitcoin mempunyai huruf blockchain yang immutable (tidak bisa didelete/diedit) yang diamankan oleh hashrate yang sungguh massive. Bitcoin tidak dapat dihancurkan tanpa pengeluaran energi dan uang yang besar.

  • Divisible (Bisa Dibagi). Bitcoin dapat dibagi hingga seper sejuta, mewakili satu satoshi. Ini mampu dimodifikasi lebih lanjut oleh protokol di kala depan, jika perlu.

  • Fungible, di mana masing-masing unit sama dengan yang selanjutnya.


Dan, seperti emas dan perak, Bitcoin langka, dengan cuma 21 juta BTC yang pernah ada, menjadikannya store of value sebagai hard money.


Baca juga : Apa itu Bitcoin


Meskipun ini ialah iterasi digital dari duit, beliau tetap mempunyai kelangkaan karena protokolnya, berkat sifat teknologi blockchain. Bitcoin juga secara unik menjaga kelebihan metode barter antik. Hal ini memungkinkan izin untuk berjualan di antara pihak-pihak dan tidak perlu perantara untuk memungkinkan transaksi yang berhasil.


Ini yaitu real money yang tertinggi, lebih unggul dari semua bentuk sebelumnya, termasuk emas dan perak


 


sumber : cryptobriefing


 


Baca juga gosip lain wacana Bitcoin dan Cryptocurrency 


 


Apa Itu Decentralized Apps (DAPP) dan Perbedaannya Dengan Apps



 


7 Alasan Kenapa Programmer Perlu Belajar Blockchain



 



Sumber harus di isi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama