
Seperti yang kita tahu, Conversion Rate (CR) itu menjadi salah satu persyaratan ‘keindahan’ kita dalam bermain ecommerce, atau sebut saja toko online. Apa itu Conversion Rate? Ini ialah perhitungan persentase dari total jumlah orang yang visit situs web kita dan berapa banyak yang menjadi konversi. Rumusnya begini:
Conversion Rate = Number of sales/Number of visit
Kalau anda yang masih maen Twitter, postingan ini yaitu hasil dari thread yang aku membuatdi bawah ini. Mutualan kuy!
Halo siang!
Karena penasaran, gw kemaren riset dan ngumpulin data perihal CONVERSION RATE untuk eCommerce.
Ini data yang telah dikumpulin, supaya berguna. Bantu RT atau likes yak.
**Sebuah utas
— Wientor Rah Mada? (@WRahMada) December 3, 2019
Nah, akan namun kita juga gak boleh terlalu mendewakan Conversion Rate, masih banyak metriks lain yang juga harus diamati. Terkadang CR juga menyesatkan.
Kenapa mampu begitu? Ini ada 4 hal yang membuat Conversion Rate dilarang dijadikan satu-satunya Key Performance Index (KPI) di toko online anda:
1) CR yang tinggi belum tentu membuktikan ‘higher performance’. Contohnya:
Hari 1: 4% CR (5000 visits, 200 sales)
Hari 2: 10% CR (1000 visits, 100 sales)
Clear kan? CR bukan kriteria satu-satunya.
2) Gak semua yang visits ke toko online kita memiliki memiliki potensi untuk convert. Ada juga yang ngeliat tracking, atau sekedar liat nomer telp CS, atau yang yang lain. Ini memperbesar visits tapi mengecilkan CR.
3. Terkadang, menciptakan website toko online kita menjadi lebih cantik, malah mengecilkan CR. Misalnya, kita punya toko online yang cuma berisi produk saja. Karena ingin traffic banyak, dibuatlah kolom ‘blog’. Akhirnya jadi rame, tetapi anda mesti membuat funneling yang pas.
4. Fair CR semestinya dihitung menurut segmentasinya. Ada 10 segmen di Google Analytics yang mampu dipake jadi acuan sih. Misal: Traffic source, visitor type, location, content viewed, dll.
Kalau masih pengen tahu, industry-wise ihwal berapa persen Conversion Rate di Year-to-Date November 2019, yang terjadi di luar sana. Ini aku telah kumpulkan dari berbagai sumber. enjoy!
EPISERVER, berdasarkan pada 1.3 juta unique visits pada 159 retails dan consumer brand websites, merujuk bahwa CR condong lebih tinggi kalau customer mempunyai cita-cita untuk mencari produk. Data Conversion Rate di Episerver sebagai berikut:
- Paid Search 2.9%
- Organic Search 2.8%
- Referral 2.6%
- Email: 2.3%
- Direct 2.0%
- Social 1.0%
- Display 0.7%
MONETATE, juga mengeluarkan data yang sangat lengkap ihwal eCommerce. Memang cuma based di US dan UK, namun data global yang dimiliki cukup memiliki arti buat benchmarking dari online store yang anda punya.
Di bawah ini data perbandingan Add-to-Cart (ATC) dan Conversion Rate (CR) by Device dari Monetate kala Q2 2018 – Q2 2019. Bisa menganalisa kan? Liat reduksi dari ATC ke CR yang tidak mengecewakan banyak tuh. Menarik ya 🙂

Nah kalo yang dibawah ini, masih data dari Monetate, saya udah gabungin, data Add-To-Cart dan Conversion Rate dari Q2 2018 – Q2 2019, tapi diklusterkan menurut Operating System (OS). Liat deh menyusutnya sekitar 6%-10%. Ini data abandoned cart yang bisa disundul pake email promo.

Sementara, Wolfgang Digital, berdasarkan kepada 250 juta situs web sessions dan lebih dari 500 juta dollar sales online, mengeluarkan data CR rata-rata sebesar 1.7%. Wolfgang Digital ini melakukan riset kebanyakan di negara eropa dan US.
Ini data per negara-nya. UK mempunyai CR tertinggi. Sebetulnya ini juga tergantung dari banyak faktor. CR lebih tinggi lazimnya ada di negara yang lebih mature, dan kecenderungan buat belanja offline-nya sdh berkurang.

Nah, kalo data dari Google Ads, CR rata-rata dari semua industri (inget, semua industri ya) itu adalah 3.48% pada search network dan 0.72% pada GDN. Wajar sih ada perbedaan, karena di search network calon customer musti ngetik apa yang mereka mau dulu, gres masuk ke funnel buat beli.
Makara itu perbanding CR yang mudah2an mampu jadi kriteria. Kalau buat Indonesia, data masih susah alasannya kebanyakan checkout dikerjakan di whatsapp. Tapi mudah2an ini mampu dijadikan perbandingan saja. Biar lebih mantab melangkah di tahun 2020. Ciao!
Sumber mesti di isi