Mengapa Kustodian Diharapkan Dalam Industri Kripto?

Kustodian adalah sebuah forum yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari satu perusahaan atau perorangan. Dimana beliau akan bertindak sebagai daerah penitipan kolektif aset mirip saham, obligasi, dan lain-lain.


Baca juga: Milenial di Pusaran Bisnis Kripto


Dalam transaksi berinvestasi cryptocurrency, salah satu kekalutan dari calon penanam modal yaitu rekam jejak pedagang aset kripto yang tidak mudah untuk ditelusuri. Hal ini menjadi penting mengenang sebelum transaksi terjadi, kandidat investor perlu diyakini bahwa si pedagang kripto bisa diandalkan dan memastikan kripto yang mau dibelinya sungguh-sungguh ada. Di beberapa platform, bahkan penanam modal kripto tidak diwajibkan untuk memberikan identitas aslinya. Hal ini tentu semakin menyusahkan kandidat penanam modal, utamanya dari kelompok penanam modal institusi yang harus mempertanggungjawabkan seluruh acara investasinya secara detail dan jelas pada administrasi perusahaannya.


Kustodian juga mengamankan jutaan dolar kripto di cold storage, dan dompet kertas di dalam brankas bank. Meskipun peraturan untuk kripto belum sepenuhnya dibuat, setidaknya memperhatikan kustodian merupakan langkah awal untuk berinvestasi secara aman di aset digital. Ironinya, dikala ini masih banyak industri kripto yang menyampingkan keberadaan kustodian ini, padahal kustodian ialah aspek tunggal paling besar yang menghalangi keberhasilan industri tersebut.


Baca juga: Bagaimana Cara Menjaga Keamanan dan Keselamatan Bitcoin?


Undang-undang AS ihwal kustodian memiliki riwayat sejarah yang panjang, dimulai pada tahun 1930-an selaku jawaban dari runtuhnya metode keuangan “Great Depression’. Undang-undang ini lalu dimaksudkan untuk melindungi penanam modal, utamanya konsumen, dari kehilangan investasi mereka. Reformasi Dodd-Frank Wall Street dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen 2010 ialah kelanjutan dari hukum ini. Sekarang, di pasar keuangan yang terdesentralisasi, beberapa pemain sudah mulai menimbang-nimbang undang-undang ini diantaranya dengan mengerahkan sejumlah infrastruktur mirip pengawas, auditor, sampai biro pembayaran.


Baca juga: Tips Untuk Milenial Melewati Bear Market Kripto


Ada argumen lain yang menyebutkan bila industri kripto berkolaborasi dengan kustodian sebagai pihak ketiga akan menghilangkan otonomi dan privasi penanam modal kripto yang ingin memegang dan mengontrol aset mereka sendiri, namun kenyataannya yakni bahwa pelaku pasar, utamanya mereka yang mengorganisir duit orang lain amat memerlukan keberadaan kustodian ini alasannya ada landasan hukum yang mampu dijadikan sebagai pegangan.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama