Ethereum dan Bitcoin yakni dua aset yang berbeda. Bitcoin ialah cryptocurrency pertama dan sistem transfer duit, dibangun dan didukung oleh teknologi Blockchain. Sementara Ethereum mengambil teknologi di belakang Bitcoin dan secara substansial memperluas kemampuannya. Seluruh sistemnya didukung oleh tata cara global yang disebut ‘node’. Node yakni perangkat atau acara yang berkomunikasi dengan jaringan Ethereum.
Ethereum diciptakan dari penerapan teknologi Blockchain yang memiliki fungsi Smart Contracts (Kontrak Cerdas/Scripting). Hal ini mampu memperlihatkan fungsi mesin virtual “Turing-Complete” yang terdesentralisasi dan juga memiliki EVM (Ethereum Virtual Machine) yang mampu mengeksekusi skrip menggunakan jaringan internasional yang tersebar untuk publik. Sistem seperti ini membutuhkan mata uang untuk membayar sumber daya komputasi yang dibutuhkan untuk melakukan aplikasi atau acara, di sinilah ‘Ether’ berperan. Ether ialah aset digital yang tidak membutuhkan pihak ketiga untuk melakukan proses pembayaran. Namun, ia tidak cuma beroperasi sebagai mata uang digital, tetapi juga bertindak selaku ‘bahan bakar’ untuk aplikasi yang didesentralisasi dalam jaringan. Jika pengguna ingin mengganti sesuatu di salah satu aplikasi dalam Ethereum, mereka harus mengeluarkan uang biaya transaksi sehingga jaringan mampu memproses perubahan. Biaya transaksi secara otomatis dihitung berdasarkan berapa banyak ‘gas’ yang diharapkan dari sebuah tindakan. Jumlah ‘bahan bakar’ yang diperlukan dijumlah berdasarkan berapa banyak daya komputasi yang dibutuhkan dan berapa lama waktu yang diharapkan untuk berjalan.
Baca juga: Bitcoin: Kontroversi Tetapi Makin Diminati
Ethereum pertama kali dikenalkan ke publik pada tahun 2014 oleh Vitalik Buterin. Ia menjadi pengembang Bitcoin mulai dari tahun 2011 hingga tahun 2013, dengan kecerdasan dan pengalamannya memeriksa Bitcoin sebagai mata duit kripto pertama, Vitalik menyadari bahwa seharusnya Bitcoin mampu digunakan untuk tujuan yang lebih besar. Kemudian bersama beberapa orang rekannya dia mulai membuat desain dan Whitepaper wacana proyeknya tersebut pada tamat tahun 2013. Pada tahun 2014, Ethereum dirilis untuk memenuhi keperluan transaksi Cross-Chain dan Cross-Platform dengan tujuan utamanya menghancurkan batas-batas transaksi finansial yang ada saat ini.
Apakah Anda udah siap untuk perdagangan Bitcoin atau Ethereum sekarang?
Baca juga:
- Memahami Arti Bitcoin cs Sebagai Komoditas
- Apa Yang Membuat DigiByte Lebih Aman?
- EOS Segera Salip ETH?
- Laporan WEF: 40 Bank Sentral Pertimbangkan Mata Uang Digital