Data dari agregator isu rantai crypto Glassnode memperlihatkan jumlah pasokan / supply BTC (Bitcoin) yang disimpan di beberapa bursa besar telah turun sekitar 20% dalam 12 bulan.
Data tersebut memberikan penanam modal menyimpan BTC dan menariknya dari bursa ke dalam cold storage, yang menciptakan krisis pasokan.
Pada 6 Maret, Glassnode juga membagikan data yang mengungkapkan bahwa koin yang dibeli selama 2021 tidak dipindahkan pada dikala penurunan harga selama tamat Februari, menurut on-chain analysis.
Metrik Perusahaan “Hodlwaves”, yang menunjukkan saat koin terakhir dipindahkan secara on-chain, juga menunjukkan peningkatan acara akumulasi. Data Hodlwaves yang diterbitkan pada 22 Februari menawarkan 57% pasokan Bitcoin tidak berpindah selama lebih dari satu tahun. Namun, lebih dari sepertiga dari pasokan BTC tersebut tidak berpindah selama lebih dari lima tahun, menawarkan bahwa sebagian besar pasokan BTC mungkin telah hilang.
Meningkatnya popularitas Exchange ter-desentralisasi dan protokol Yield DeFi juga mampu menjadi alasannya adalah berkurangnya pasokan BTC.
Penyebab lain yang mungkin menjadi argumentasi kuatnya demand atas Bitcoin di ekosistem DeFi, yakni sebagai Locked Total Value (TVL) dari protokol tokenisasi BTC, adalah Wrapped Bitcoin yang pasokannya telah meningkat lebih dari $ 1 miliar semenjak permulaan Maret, berdasarkan DeFi Llama.

Sumber stt.ac.id