
Perfilman Indonesia kini semakin menawarkan geliatnya. Hal ini ditandai dengan banyaknya deretan judul film-film baru karya anak bangsa yang ada di list tayangan bioskop. Antusiasme masyarakat pun dinilai terbilang faktual. Tidak sedikit diantara mereka sudah menyadari bahwa sekarang perfilman Indonesia disinyalir bisa memperdalam pengetahuan mereka akan sesuatu hal yang gres tergolong mengenai pertumbuhan teknologi. Untuk merespon pertumbuhan tersebut, Indodax sebagai marketplace aset digital terbesar di Indonesia menyadari pentingnya keberadaan komunitas film maker muda Indonesia untuk selalu dipelihara dan diberikan kawasan semoga mereka terus berkreasi.
Bertajuk “Aset Masa Depan” selaku sebuah tema, Indodax mengadakan Indodax Short Film Festival 2019 (ISFF 2019). Selaku CEO Indodax, Oscar Darmawan menyebutkan ISFF 2019 ditujukan tidak hanya sekedar selaku wadah mengekspresikan diri terutama bagi para kaum millennial tetapi juga menjadi ajang untuk menambah kemunculan sinema pendek Indonesia yang lebih beragam, sehat, inspiratif, berdaya saing, dan edukatif. Kemudian, Oscar Darmawan juga berharap perhelatan ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri kreatif di Indonesia di dunia perfilman dan selaku apresiasi terhadap para sineas perfilman Indonesia.
Selain itu, ISFF 2019 ini juga akan melibatkan dua legenda perfilman Indonesia yang karyanya tidak lekang oleh waktu adalah Fajar Nugros dan Goen Rock yang turut memeriahkan program ini selaku salah dua dewan juri. Di sela-sela diskusi ringan, Fajar Nugros menceritakan bahwa di masa lalu ketika dia berkhayal menjadi sutradara, salah satu kesusahan yang menjadi tantangan baginya adalah mencari ruang dan media untuk menawarkan karya. Namun, dengan banyaknya festival film pendek ketika ini, salah satunya yang digelar Indodax adalah kesempatan besar untuk filmmaker-filmmaker muda unjuk karya.
Tidak ketinggalan, Sineas populer dalam negeri yaitu Goen Rock ikut berkomentar. Sebelumnya, dia mengerti saat ini aneka macam kedatangan teknologi filmmaking yang kian mempermudah kita untuk memproduksi karya audio visual dan mampu diperoleh dengan harga yang makin terjangkau. Bahkan, media berekspresi juga kian gampang untuk diakses seolah terus menunjukkan potensi untuk pembuktian serta aktualisasi diri. “Agar generasi muda sebagai aset abad depan tidak sekadar menjadi self-declared filmmaker, mereka juga berhak menerima wadah untuk mampu berekspresi ‘liar’ di jalur yang benar, salah satunya ialah dengan mengikuti bazar film Indodax Short Film Festival 2019. Disini mereka akan diuji untuk menjadi filmmaker berkompeten” ujar Goen Rock.
Dalam pelaksanaan perdananya, terdapat acara Awarding Night yang terdiri dari serangkaian program dan program seru nan inovatif yang mampu dicicipi oleh penduduk mirip workshop, temu komunitas, penayangan beberapa film pendek dari peserta, dll. Kabar baiknya, Fajar Nugros juga akan memberikan pelatihan terkait dunia perfilman pada program Awarding Night tersebut. Di samping itu, sebagai salah satu acara yang bermaksud menambah wawasan serta memicu pandangan baru baru dan kreatifitas masyarakat, aktivitas ini rencananya akan digelar di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail pada tanggal 9 Desember 2019.
Yang menawan, untuk memperlihatkan komplemen insentif bagi para sineas, pergelaran ISFF 2019 ini akan ada total kado senilai Rp 100.000.000,- menunggu bagi empat klasifikasi pemenang. Bagi pembaca yang tertarik untuk berpartisipasi dalam persaingan ISFF 2019, masa submisi berlangsung dari tanggal 2 September – 3 November 2019 lewat laman http://event.indodax.com.
Sumber mesti di isi