Di acara World Blockchain Forum, Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr. Raden Edi Prio Pambudi menunjukkan pandangannya tentang blockchain Indonesia dari sudut pandang regulator.
Blockchain tentu memiliki potensi untuk menunjukkan value yang sangat tinggi bagi industri yang sudah ada, bahkan memiliki potensi membuat industri baru, tetapi jangan lupa bahwa ada cost of disruption yang juga besar. Karena adanya cost of disruption inilah pemerintah perlu duduk bersama dengan para stakeholder untuk mengenali seperti apa purpose dari teknologi ini.
Seperti halnya internet, government sebagai regulator tidak berniat menertibkan, namun berupaya mengetahui usage dari teknologi ini yang membutuhkan regulasi. Pemerintah juga berhubungan dengan beberapa pemasokblockchain
dan memfasilitasi berbagai koordinasi.







Baca juga gosip yang lain wacana blockchain
Sumber mesti di isi