Teknologi blockchain yang melakukan penyimpanan data bergotong-royong ialah teknologi sistem pencatatan.
“Sistem pencatatan” bukanlah hal yang remeh, dan bukan cuma mempunyai imbas yang kecil-kecilan.
Setidaknya sejarah mencatat ada 2 peristiwa di mana “tata cara pencatatan” bisa merubah sejarah dunia
Daftar Isi
Mesin Cetak oleh Johannes Gutenberg
Ditemukannya Mesin Cetak oleh Johannes Gutenberg di tahun 1456 memutar balikkan kebudayaan Barat dan Eropa, alasannya adalah menunjukkan jalan masuk pada orang banyak terhadap dunia buku cetak yang sebelumnya tidak bisa, alasannya mahalnya ongkos cetak (dan susah didapat) di media sebelumnya yaitu tulisan tangan yang dicetak di kayu. Dengan adanya mesin cetak, di periode itu siapa saja mulai mampu mendiskusikan pandangan baru-pandangan baru, membuatkan literasi dan menjadi jauh lebih cendekia dari sebelumnya, juga mengembangkan wangsit mereka sendiri kepada komunitasnya.
Masa tersebut adalah awal mula dari abad renaissance dan era revolusi sains, kurun di mana para pemikir mulai mampu mendistribusikan idenya terhadap banyak orang. Mesin cetak gutenberg telah mengubah cara manusia berinteraksi selamanya. Penemuan mesin cetak juga memungkinkan perubahan politik dan kultural di dunia, di mana banyak negara yang saat itu belum merdeka, menjadi merdeka dengan menggunakan media printing, misalnya Thomas Paine yang menjual pamflet “Common Sense” yang dalam setahun bisa mendorong kemerdekaan Amerika.
Double entry accounting oleh Lucca Paccioli
Double entry accounting muncul semenjak tahun 1494, lewat buku Summa de Aritmatica, Pacioli menulis 27 halaman yang dianggap banyak orang selaku “most influential work in the history of capitalism”, ialah deskripsi perihal double entry bookkeping yang dijabarkan dengan rincian dan dengan banyak contoh..

Sebelum adanya double entry accounting, metode pencatatan akuntansi yang disebut “single entry accounting” sangat sederhana dan tidak bisa mencatat transaksi yang rumit, tergolong tidak bisa menciptakan perusahaan.
Dengan adanya double entry accounting, sekarang perusahaan sudah bisa dibentuk dan masa kapitalisme telah lahir.
Revolusi industri 4.0 : Platform Approach
Blockchain, sama mirip buku besar Paccioli, namun tidak membutuhkan trust, alasannya adalah mengambil alih trust dengan algoritma.
Di kisaran tahun 2008 s/d 2018 kita sudah menyaksikan perusahaan internet yang mendisrupsi bisnis yang telah ada. Startup yang mampu mendisrupsi existing business model umumnya meleverage teknologi baru dan bereksperimen dengan pendekatan-pendekatan baru termasuk menjadi lebih data-driven.
Berikut ini ialah gambaran perusahaan non platform : (Sumber : Platformed, Sanjeet P Choudary)

Sedangkan ini adalah gambaran bisnis model dari platform di mana pemilik platform menjadi penengah :

Startup mirip ini yang biasanya mengalami pertumbuhan eksponensial lazimnya memiliki karakteristik “platform approach”, Organisasi yang berbentukplatform umumnya memiliki abjad para pemilik platform dan vendor menerima benefit dari skala ekonomi yang besar namun tetap independen, dengan cara “memplatformkan” produknya, dalam bahasa lain “mengcrowdsourcingkan” produknya.

Mungkin Anda telah bosan mendengarnya,
Uber, perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak memiliki taksi sendiri,
Airbnb, perusahaan penginapan terbesar di dunia, tidak memiliki hotel,
Facebook, perusahaan media terbesar di dunia, tidak menciptakan konten sama sekali.
Dengan memplatformkan produknya, risikonya yakni bisnis versi yang memiliki skalabilitas tinggi, yang bermakna untuk mendapatkan hasil 10x lipat, effort yang dikeluarkan tidak hingga 10x lipat, perusahaan platform ini juga memiliki data yang lebih banyak terkait produknya, dan mampu dianalisa untuk menciptakan keputusan yang lebih baik lagi di masa depan, atau memberikan usulan yang terbaik dan personalize untuk customernya atau merchant / pemasokjasanya nya.

Dengan blockchain kita mampu menyaksikan perusahaan bukan cuma memplatformkan productnya, tetapi juga memplatformkan kepemilikan perusahaannya.
Platform Approach + Blockchain = Decentralized Company
Dengan memplatformkan ownership ini, kepemilikan perusahaan atau “capitalization table” yang semula (sebelum blockchain) umumnya disimpan dalam format excel atau spreadsheet yang jarang-jarang diubah, kini dengan teknologi blockchain menjadi memiliki skalabilitas selevel dengan internet (skala dunia), yang berarti bisa melaksanakan fundraising yang bersifat borderless, ditambah lagi dengan abjad transparan dari blockchain.
“Capitalization table” atau kepemilikan perusahaan kadangkala disebut sebagai struktur data yang terpenting di dunia IT, alasannya adalah mencerminkan “kepemilikan”, yang merupakan sesuatu yang sungguh berharga. Dengan blockchain kini kepemilikan ini mengalami revolusi : transparan, borderless, bisa bersifat data driven.

Ada begitu besar perbedaan mendasar dari perusahaan centralized dengan decentralized :
Nampaknya, decentralized company adalah revolusi berikutnya dari platform..
Perusahaan yang bersifat decentralized akan memiliki protocol, atau coding yang bersifat open source – yang umumnya akan memiliki banyak penunjang walaupun tidak dibayar, tetapi di abad blockchain ini, para pendukung open source bisa menerima token yang diterbitkan oleh protocol, yang bermakna mampu menjadi insentif finansial untuk pendukungnya, effort dari pada pendukung ini bukan cuma “volunteering” saja namun memiliki reward atau insentif finansial jika protocol ini berkembang.
Beberapa expert digital menyebut jenis perusahaan ini (yang tampaknya hampir semuanya bewujud foundation) selaku “ownerless company”, tidak tahu juga apakah ungkapan ini tepat atau tidak.
Kalau di Indonesia, perusahaan yang seperti ini baru satu, yaitu Vexanium blockchain protocol, yang bersifat desentralisasi dan memiliki banyak block producer untuk pengambilan keputusan. (Baca juga : Siapa Pemilik Blockchain Vexanium Sebenarnya).
Implementasi dari decentralized governance juga bermacam-macam, ada yang melakukannya dengan on chain governance, ada juga yang off chain governance, hal ini akan kita diskusikan di lain waktu.
Informasi yang lain tentang blockchain
Update Berita Blockchain 2020 : Yang Menarik Dari Roadmap Blockchain China, India, Australia
Sumber harus di isi