Sinopsis Dan Review Film Miss Congeniality (2000)


Sebagai anggota kepolisian yang tomboy, Gracie mesti menghadapi peran cukup berat. Dia diminta menyamar menjadi salah satu akseptor kontes kecantikan untuk menangani langkah-langkah teroris yang dikerjakan orang misterius. Artinya Gracie harus berbikini, mengenakan gaun, memakai sepatu hak tinggi dan bersikap bagus; sesuatu yang menyulitkannya.





Dibantu seorang konsultan lomba, Gracie diubah total. Penampilan hingga sikapnya diadaptasi sepatutnya putri sungguhan. Dibantu oleh rekan sesama polisi, Matthews, Gracie berusaha menuntaskan tugasnya. Mampukah dia melaksanakan itu? Cerita dalam Miss Congeniality (2000) ini cukup segar sehingga tak boleh Anda lewatkan. Namun sebelumnya mari baca sinopsis dan ulasannya lebih dahulu di bawah ini!





Sinopsis





Sinopsis




  • Tanggal/Tahun Rilis: 22 Desember 2000
  • Genre: Comedy
  • Produksi: Castle Rock Entertainment, Village Roadshow Pictures, NPV Entertainment, Fortis Films
  • Sutradara: Donald Petrie
  • Pemeran: Sandra Bullock, Michael Caine, Benjamin Bratt, William Shatner




New Jersey 1982, Gracie kecil (Mary Ashleigh) menyaksikan seorang anak lelaki merisak anak lelaki lainnya. Dia tiba membantu tetapi anak lelaki yang ditolongnya, yang rupanya ia senangi, malah menganggapnya udik. Alhasil, satu tonjokan ikut mendarat ke muka anak laki-laki yang tak tahu terima kasih itu.





Scene berpindah menampilkan Gracie akil balig cukup akal (Sandra Bullock) terlihat mengintai dua laki-laki bernama Moe dan Larry. Dia melaksanakan pengintaian bareng tim yang dua di antaranya menyamar sementara anggota lain mengawasi lewat suatu monitor. Setelah sukses menerima bukti rekaman, tim mulai bergerak untuk menyergap.





Saat penyergapan, sasaran mereka tersedak kacang. Gracie tidak menyimak perintah atasan untuk menangkapnya, melainkan membantu orang tersebut supaya tidak mati tersedak. Setelah kacang berhasil dikeluarkan, sasaran justru menyanderanya. Beruntung Gracie sukses lolos begitu pun para sasaran yang berupaya melarikan diri.





Namun, Eric Matthews (Benjamin Bratt) sukses menggagalkannya. Sayang, pada insiden penyergapan malam itu salah satu anggota polisi tertembak dan Gracie menyalahkan dirinya sendiri atas insiden tersebut. Pulang ke rumahnya yang acak-acakan, Gracie tidak istirahat tapi terlihat melampiaskan emosinya pada suatu samsak.





Hari baru dimulai tapi Gracie terlihat telah sibuk. Bukan sibuk mengatasi sebuah masalah, tapi sibuk membelikan pesanan kopi atasannya, Harry McDonald (Ernie Hudson). Menyela antrean, anggota FBI ini menciptakan orang-orang yang telah lebih dahulu mengantre geram.





Sampai di kantornya, di Departemen Kehakiman FBI, Gracie dan anggota yang lain menerima kabar bahwa rekan mereka yang tertembak boleh pulang dua ahad lagi.





Harry melanjutkan rapat hari itu dengan memerintah Matthews membentuk tim untuk menanggulangi perkara teror yang akan mereka hadapi. Kasus yang dimaksud disebut dengan The Citizen. Sementara itu, atas tindakannya semalam, Gracie harus bersiap menghadapi sidang dan tidak akan menerima tugas ke lapangan, melainkan tugas-peran administrasi.





Di kantor Gracie berupaya dilibatkan dalam perkara The Citizen dengan menjajal membuat acuan serupa dari sebuah surat yang berasal dari masalah tersebut. Dia meyakinkan Matthews bahwa maksud surat itu adalah teror bom akan terjadi pada pelaksanaan Miss United States Beauty Pageant.





Bersama timnya Matthew mengadakan rapat guna membahas perkara tersebut. Gracie yang tidak tergolong bagian dari tim, ikut campur dengan menyampaikan pandangan baru-wangsit dan pendapatnya.





Mereka butuh seseorang, tentu saja wanita, yang mampu menyamar dan memantau dari dalam. Matthews dan tim lalu memilih para calon melalui komputer dan sebuah permainan dress up. Di ketika-ketika terakhir, gambar Gracie ditampilkan dan dinilai cocok oleh yang lain.





Namun, wanita itu menolak. Dia yang tomboy tidak mau menyamar mengenakan baju renang mirip gadis murahan. Esok harinya Matthews dan Gracie mengunjungi kantor yang mengurus lomba tersebut.





Mereka menceritakan semua rencananya, termasuk penyamaran yang hendak dijalankan Gracie. Kathy Morningside (Candice Bergen) sebagaipihak kontes menentukan untuk membatalkan program dibandingkan dengan membiarkan para penerima meledak. Sayang, sentra tidak mengijinkan dan menolak upaya Matthews.





Menurut planning Gracie akan menggantikan posisi Miss New Jersey yang terjerat skandal. Dia lalu mendapat nomor telepon Victor Melling (Michael Caine), seorang konsultan kontes yang diperlukan bisa bantu menyempurnakan penyamaran Gracie. Saat bertemu dan melihat penampilan Gracie, Victor merasa tak mampu kalau harus menyiapkannya dalam waktu dua hari.





Ketika Matthews menjajal membujuknya, Victor mulai mau menyimak . Namun, Matthews merasa tak tenteram sehingga mesti pergi. Dia kemudian meninggalkan Gracie dan Victor berdua. Pelajaran perihal manner pun dimulai. Gaya makan Gracie yang berserakan mengusik Victor. Pun dengan tingkahnya yang lain, yang jauh sekali dari sikap-perilaku manis wanita.





Waktu yang dimiliki mereka cuma dua hari, Victor memakai peluang sekecil apa pun untuk melatihnya bersikap. Mulai dari cara jalan, cara bicara dan sebagainya. Di segi lain, teroris terlihat mulai menyiapkan bom yang hendak dipakai untuk menghancurkan kontes tersebut.





Cerita berlanjut dikala Matthew dan tim, lengkap dengan Victor sampai ke suatu tempat guna mempersiapkan tampilan Gracie.  Persiapan untuk menyulap Gracie jadi seorang kontestan bukan main-main.





Perempuan itu harus mendapatkan waxing dan aneka perawatan menyakitkan yang sebelumnya tidak pernah dilaksanakan. Pilihan makanan pun sudah mesti diseleksi. Gracie tersiksa melakukan pekerjaannya kali ini.





Namun, hasil risikonya lumayan. Gracie sukses mengagetkan banyak orang dengan penampilan barunya, termasuk Matthews dan Nyonya Morningside yang telah menunggunya di tempat program.





Dengan beberapa kali terjatuh alasannya adalah tidak sudah biasa menggunakan sepatu hak tinggi, Gracie harus tetap melanjutkan penyamaran. Lalu, bisakah kerja keras Gracie berhasil membantu tim menangkap pelaku teroris The Citizen?





Alur Cukup Detail dan Cepat





Alur Cukup Detail dan Cepat




Miss Congeniality (2000) tontonan yang tidak akan membuat Anda pusing dengan alurnya alasannya adalah cukup rapi. Cerita film ini dibuat detail dan dikonsep secara baik, khususnya pada bagian program penyeleksian putri keelokan. Anda akan melihat salah satu scene dikala Matthews dan Gracie pertama kali tiba menemui Morningside.





Ketika mereka memberikan rencananya untuk ‘memasukkan’ Gracie sebagai akseptor, dua polisi FBI itu ditanya tentang posisi Gracie di sana alasannya adalah semua negara bagian sudah memiliki pemenang yang siap dikirim ke ajang tersebut.





Dialog atau scene yang terasa kecil ini bahu-membahu memegang peran penting sebab alur film jadi tidak terasa bolong dengan tiba-datang memasukkan Gracie di antara kontestan lain.





Cerita film ini pasti akan aneh jika tiba-datang karakter Gracie ada di sana tanpa antisipasi-antisipasi yang dijalankan sebelumnya. Beruntung sang sutradara, Donald Petrie, tidak melupakan bab kecil tersebut dan justru menjadikannya secara rapi serta rinci. Selain itu alurnya juga cepat sehingga durasi sekitar 1 jam 45 menit tidak terasa dan film telah ada di bagian final.





Kekuatan Komedi dalam Naskahnya





Kekuatan Komedi dalam Naskahnya




Ada banyak bagian yang membuat suatu film komedi terasa lucu. Hanya, kekuatan paling besar rasanya masih dipegang oleh penyusunan naskah. Melalui obrolan-dialog konyol yang diucapkan para abjad yang ada di film-film komedi, penonton senantiasa bisa dibuat tertawa. Penyusunan naskah yang seperti itu mampu Anda dapatkan dalam film Miss Congeniality.





Karakter Gracie yang dicitrakan tomboy, punya kebiasaan mengatakan ceplas-ceplos. Dia mengatakan apa pun yang ada di pikirannya, tidak peduli bahkan ketika dia telah memakai gaun dan berdandan layaknya putri.





Dialog dikala dia mengatakan dengan lawan mainnya, senantiasa terdengar lucu, utamanya alasannya huruf ini tidak merasa sedang melucu. Walau bukan film yang menciptakan penonton tertawa hingga terbahak-bahak, ia tipe tontonan yang segar dan menggelikan. 





Chemistry Antara Sandra Bullock dan Benjamin Bratt





Chemistry Antara Sandra Bullock dan Benjamin Bratt




Tidak ada yang istimewa dengan sinematografi Miss Congeniality (2000). Anda tidak akan terganggu oleh pengambilan gambar yang abnormal, tetapi juga tidak ada yang mengesankan. Namun, chemistry antara dua huruf utama mereka, Sandra Bullock dan Benjamin Bratt akan menciptakan Anda terkesan.





Mereka berperan selaku rekan kerja di kepolisian yang kerap saling ejek dan menyepelekan. Matthews sama sekali tidak melihat Gracie selaku perempuan sebab pembawaannya yang memang tomboy. Sementara Gracie menyaksikan Matthews tidak lebih dari seorang playboy. Namun, ketika menghadapi sebuah kasus, mereka sungguh kompak.





Scene antara keduanya mempertontonkan hubungan yang lucu yang luwes. Apalagi bumbu romantis yang pas juga tidak ketinggalan ditambahkan antara mereka berdua. Anda yang menonton akan ikut gemas alasannya adalah Gracie dan Matthews saling malu-malu dan gengsi mengakui ketertarikannya.





Miss Congeniality (2000) akan menghibur Anda dengan jalan ceritanya, dialog-dialognya dan kecocokan antara dua aksara utamanya. Sandra Bullock juga tampil anggun di film ini. Penasaran? Anda bisa menonton Miss Congeniality (2000) di Netflix untuk mengenali kisah sepenuhnya. Selamat menonton!



Sumber spurs.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama