62% Analis Yakin Brexit Akan Memajukan Nilai Cryptocurrency

Sebuah perusahaan firma penganalisa pasar, Cindicator, mengeluarkan hasil survey bahwa setidaknya 62% analis percaya Brexit mendatang akan mempunyai efek aktual di pasar aset digital dan cryptocurrency. 74% dari partisipan mempertimbangkan cryptocurrency sebagai pelengkap untuk portofolio mereka. Sebagai isu, hingga saat ini  Inggris belum juga menyepakati penyelesaian kekacauan terkait Brexit atau keluarnya negara tersebut dari Uni Eropa (UE), hal ini disebabkan oleh badan legislatif setempat yang gagal menyepakati alternatif Brexit. Bahkan, Nilai tukar poundsterling anjlok lebih dari satu persen pada 1 April 2019, waktu London.


Baca juga: Pajak Untuk Cryptocurrency


Dampak ekonomi Brexit telah dinikmati selama beberapa tahun. Bank of England memperkirakan nyaris 800 juta poundsterling per ahad sudah dikucurkan semenjak 2016. Selama kala yang serupa, poundsterling Inggris (GBP) telah kehilangan 5% kepada dolar dan 10% terhadap Euro. Menurut Cindicator, setidaknya 275 perusahaan keuangan telah keluar dari London, sementara banyak perusahaan lainnya yang menata ulang operasional mereka berbarengan dengan persiapan Inggris untuk merdeka dari Uni Eropa. London tetap menjadi salah satu sentra keuangan paling besar di dunia, tetapi statusnya dapat berubah bila akses ke pasar Eropa terdekat dipengaruhi oleh Brexit.


Baca juga: Merangkum Pro dan Kontra Investasi Cryptocurrency


Buntunya solusi Brexit sampai dikala ini mempunyai kemungkinan mempunyai efek faktual pada nilai cryptocurrency. Akses ke pasar internasional mungkin lebih sukar didapat dengan membelanjakan GBP, semisal adanya aneka macam tabrakan dalam melakukannya. Akibatnya, warga Inggris mampu memilih cryptocurrency selaku pelindung terhadap penurunan nilai GBP dan untuk kegunaannya dalam transaksi lintas batas.


Baca juga: Menganalisa Pasar Cryptocurrency Dengan Big Data


Sebuah jajak pertimbangan terbaru dari warga Inggris memperoleh bahwa kepercayaan pada cryptocurrency masih rendah, sementara minat mereka relatif tinggi. Hal ini tentu mampu saja berganti jika kebijakan yang dibuat pemerintah mempunyai efek negatif yang parah pada kehidupan finansial warga Inggris kedepannya.


Baca juga:



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama