
Sistem ekonomi tradisional mempunyai banyak komponen, contohnya pasar saham, atau juga housing market / pasar perumahan.
Pertanyaanya jikalau pasar ekonomi tradisional ini mengalami kejatuhan, mis. pasar saham crash, atau pasar perumahan / housing jatuh, apakah pasar kripto juga akan mengalami kejatuhan ? atau sebaliknya ?
Baca Juga : Cara Trading Kripto, Hal-Hal Yang Perlu Anda Ketahui
Ada dua kemungkinan, yang saling berseberangan.
- Jika pasar saham atau pasar tradisional crash, orang-orang akan melarikan dananya ke pasar kripto alasannya melihat duduk perkara di pasar keuangan tradisional dan menentukan pasar kripto selaku safe heaven yang mempunyai aksara berkebalikan dengan pasar saham. Namun sebaliknya,
- Jika pasar saham tradisional crash, orang-orang yang memiliki portofolio di kripto akan memasarkan portofolionya untuk memegang uang cash dan menggunakannya untuk membayar tagihan dan kebutuhan sehari-hari.
Dari 2 kemungkinan di atas, yang mana yang hendak lebih banyak terjadi ?
Yang perlu dimengerti, di ketika seperti ini, ada smart money atau dana besar dari institusi yang tidak mempunyai problem untuk men-support keluarga dan dana institusi ini memiliki sasaran jangka panjang dibandingkan penanam modal kecil. Institutional investor ini lebih rasional ketimbang personal penanam modal.
Pada tanggal 22 Desember 2018, pasar saham USA mengalami kejatuhan nilai, sebaliknya pasar crypto mengalami peningkatan.

Pergerakan pasar kripto VS pasar saham di desember 22, 2018 :

Apakah ini artinya jika pasar saham jatuh, maka pasar kripto selalu naik ? Mungkin saja, belum tentu.
Kuncinya adalah apa yang menjadi trigger dari kejatuhan pasar. Kita akan terus amati bagaimana sejarah dari dua market yang berlainan ini.
Baca Juga Berita Lainnya Tentang Bitcoin dan Kripto
Kenapa Technical Analysis Bisa Diemplementasikan dalam Trading Kripto
6 Tool Untuk Membantu Anda Trading & Investasi Cryptocurrency
Sumber mesti di isi