Cara MengantarBarang Melalui Jne & Lacak Lokasinya

cara mengirimkan barang lewat jne


Senada dengan kemajuan toko online. Jasa untuk mengirimkan barang sangat diperlukan. Dua hal ini sepertinya akan tetap eksis hingga ke depan. Didukung dengan perilaku penduduk akhir-akhir ini. Jika dahulu kirim barang hanya sekadar keperluan, sekarang kirim barang mampu jadi harapan. Tentu mempesona ya?


Berawal ketika seseorang hanya menyaksikan-lihat produk di E-Commerce. Lalu, add ke daftar impian. Saya yakin beberapa hari lalu produk tersebut dibeli. Padahal belum pasti butuh, hanya ingin saja. Alhasil, jasa pengantaran diharapkan untuk pengantaran produk online tersebut. Di sinilah jasa ekspedisi barang mengaum.


Mereka bersaing memberikan ongkos kirim yang terjangkau. Bagaimana tidak? Ongkir merupakan hal yang dipertimbangkan masyarakat dalam pengiriman barang. Bahkan beberapa orang menentukan barang lama sampai, tetapi harga miring. Ketimbang barang cepat hingga, namun ongkirnya mahal.


Salah satu perusahaan tersebut yaitu JNE. Siapa sih yang tidak tahu mereka? Dikatakan pada situs resminya, sudah ada +/- 6000 titik layanan yang tersebar di Indonesia. Bagi sobat-teman yang tinggal di pelosok negeri. Di daerah Anda sudah ada JNE? Kebetulan di desa saya telah ada. Meski mayoritas dengan jalan tanahnya. Berikut adalah cara mengirimkan barang melalui JNE.



Apa itu JNE?


Perusahaan ini telah berumur 30 tahun, sejak berdiri pada tahun 1990. Resmi dengan nama lengkap PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Sekarang sudah tahu ya asal akronim tersebut. Tidak heran perusahaan ini selalu ada dalam list masyarakat dikala mereka ingin kirim barang.


Perusahaan ini mempunyai berbagai layanan pengantaran barang. Ada tiga layanan utama yang disediakan oleh JNE, yakni: 



  1. JNE Express : Divisi ini melayani pengiriman paket dan dokumen dalam negeri. Dikatakan sudah ada 1500 titik layanan antar jemput. Layanan ini juga bisa memanfaatkan moda transportasi tercepat. Sehingga paket dan dokumen akan secepatnya tiba.

  2. JNE Logistic : Divisi ini melayani pengiriman logistik dengan kemudahan pergudangan yang mencukupi. Pengiriman mampu lewat transportasi darat atau laut dengan teknologi GPS, Sistem Manajemen Armada, HSE Sign, Less Truck Load (LTL), Full Truck Load (FTL), dan lain-lain.

  3. JNE Freight : Divisi ini melayani pengiriman kargo dengan jaringan yang luas. Hingga 5000+ jaringan internasional. Pengiriman bisa lewat bahari atau udara dengan ongkir yang kompetitif. Pastinya dengan dukungan teknologi canggih dalam proses ekspedisi.


Cara Mengirim Barang Lewat JNE Express


Poin yang akan aku bahas cuma layanan yang satu ini. Kaprikornus proses pengiriman barang dalam negeri saja. Beberapa orang mungkin belum tahu langkah-langkahnya. Bagaimana sih cara kirim lewat jasa pengantaran?


Cek Tarif Pengiriman di Website JNE


Pertama, sebelum Anda melaksanakan pengantaran, coba Anda datangi dulu situs JNE mampu diakses melalui PC atau smartphone. Sehingga akan timbul halaman seperti ini.



Kedua, isi 4 form tersebut, antara lain:



  • Origin : Asal barang dikirim.

  • Destination : Tujuan barang dikirim.

  • Weight : Berat dari barang.

  • Captcha : Kombinasi karakter yang timbul.



Contoh di atas. Saya coba cek tarif jika mengirimkan paket dari Yogyakarta ke Jakarta Selatan dengan beratnya 5 KG.


Ketiga, sesudah Anda klik Check. Silakan scroll halaman ke bawah. Di sana akan timbul daftar tarif berdasarkan data yang kita inputkan.



Pada daftar tabel di atas ada 4 kolom, yaitu 



  • Nama Layanan : Layanan yang mampu diseleksi untuk mengantarkan barang Anda.

  • Jenis Kiriman : Jenis kiriman yang dilayani oleh layanan tersebut.

  • Tarif : Ongkos kirim berdasarkan asal, tujuan, dan berat barang.

  • Estimates Days : Perkiraan barang sampai dalam hari.


Pengemasan Barang yang Akan Dikirim


Setelah kita telah mengenali tarif atau perkiraan biaya kirimnya. Berikutnya ialah pengemasan barang yang hendak dikirim. Ini pun perlu perhatian khusus agar barang kondusif sampai tujuan. Tentu beragam jenis barang yang mampu dikirim oleh seseorang.


Barang Pecah Belah


Salah satunya barang satu ini. Barang yang rawan jika jatuh dari ketinggian. Atau, terkena tekanan berat dari barang lain. Sehingga mampu merusak kondisi barang. Contohnya : Gelas (beling atau plastik), gadget, patung, pigura, dll. Kita mampu membayangkan barang tersebut ditumpuk-tumpuk dikala proses pengantaran.


Tips Pengemasan



  • Lapisan pertama koran atau plastik.

  • Lapisan kedua kardus atau box.

  • Lapisan ketiga gelembung atau bubble wrap.

  • Lapisan keempat peti kayu (opsional).


Jika Anda tak mau repot mengemas barang tersebut. Minimal mampu dilapisi plastik dengan selotip. Selanjutnya mampu minta tolong JNE untuk mengemas barang Anda. Tentu ada biaya suplemen yang dibebankan.


Tuliskan Informasi Pengirim & Penerima


Selagi Anda mengemas barang yang hendak dikirim. Persiapkan juga spidol dengan selembar kertas (boleh agak tebal) untuk ditulis info berikut:



  1. Nama Pengirim

  2. No. Hp Pengirim

  3. Alamat Pengirim

  4. Nama Penerima

  5. No. Hp Penerima

  6. Alamat Penerima

  7. Kode Pos Penerima


Kertas tersebut bisa ditempel di permukaan kardus, biar terlihat dari luar. Pastikan juga informasi tersebut sudah sesuai. Biasanya alamat sungguh rincian, hingga patokan yang mampu dituliskan. Ini akan membantu ketika proses pengantaran oleh JNE. Lapisi plastik jikalau perlu, agar tulisan tidak luntur.


Pergi ke Agen atau Kantor JNE Terdekat


Kini ada Google Maps yang mampu digunakan untuk tahu lokasi JNE terdekat. Atau, bisa menulis kata kunci di Google. Contohnya saya berada di daerah Condongcatur, Sleman, Yogyakarta. Jadi mampu mengetikkan, “JNE Terdekat Condongcatur Sleman” maka akan tampil mirip di bawah ini.



Bahkan dari gosip Google tersebut, kita mampu tahu jam operasional dari setiap kantor JNE. Sehingga bisa datang pada waktu yang sempurna untuk menjinjing barang yang mau dikirim.


Penyerahan Paket atau Dokumen yang Hendak Dikirim


Barang yang telah kita kemas diberikan ke Customer Service di kantor JNE. 



  • Langsung bilang, “Saya ingin kirim barang.”

  • Biasanya CS akan menanyakan jenis barang yang hendak dikirim.

  • Barang tersebut juga akan ditimbang (bila bukan dokumen).

  • CS akan mulai mengetik berita di komputer. Seperti verifikasi alamat akseptor yang sudah Anda tulis sebelumnya.

  • CS juga menanyakan layanan JNE yang bisa dipilih untuk mengirim barang Anda. Ini pun telah disesuaikan menurut lokasi akseptor. CS akan memberi info ihwal tarif & estimasi barang akan datang.

  • CS juga akan memperlihatkan asuransi dalam pengantaran barang. Asuransi untuk melindungi barang dalam proses pengantaran. Setahu aku, jikalau barang kenapa-napa di jalan akan lebih singkat dalam proses pemulihan. Tentunya ada ongkos perhiasan ketika baiklah dengan asuransi tersebut. (Opsional)

  • Kita akan diberikan resi atau bukti pengiriman. Di dalamnya terdapat nomor resi dan berita terkait pengiriman barang. Simpan resi ini dengan baik. Pasalnya dengan nomor resi kita bisa melacak pengantaran barang.


Layanan yang mungkin ditawarkan JNE :



  1. JNE YES : Estimasi 1 hari pengiriman.

  2. JNE REG : Estimasi 2 – 3 hari pengiriman.

  3. JNE OKE : Estimasi  3 – 4 hari pengantaran.


Lacak Pengiriman dengan Nomor Resi


Telah saya singgung pada poin sebelumnya tentang resi. Terdapat berita berupa nomor resi yang bisa digunakan untuk melacak atau cek status pengantaran. Ini pun resmi ditawarkan oleh JNE sendiri. Sehingga kita tahu posisi barang sedang ada di mana.


Pertama, coba kanal situs JNE lagi. Di sana ada form yang mampu diisi dengan nomor resi. Kemudian, klik Tracking untuk mulai cek status pengiriman barang.



Kedua, akan timbul beberapa kemungkinan status pengantaran barang. Berikut ini status yang mampu muncul:



  • On Process : Proses pengiriman sedang dikerjakan. Biasanya barang itu sedang dalam perjalanan.

  • Received at Warehouse : Barang telah diterima gudang JNE di kota tersebut.

  • Received at Origin Gateway : Barang sudah diterima gudang JNE di kota tujuan.

  • On Transit : Barang sedang transit di kota lain (mungkin kota yang dilewati).

  • Shipment Received By JNE Courier Officer : Barang telah tiba di agen kurir.

  • Shipment Picked Up by JNE Courier : Barang sedang diangkut oleh kurir.

  • Received on Destination : Barang telah datang di kota tujuan.

  • Delivered : Barang sudah terkirim dan diterima oleh Anda. Biasanya tertera nama yang menerima paket tersebut.


Barang Sudah Sampai Tujuan


Biasanya orang yang menerima paket akan menelepon Anda. Status JNE pun bila kita cek di websitenya akan tertulis Delivered to (Nama Penerima). Akhirnya barang telah hingga tujuan. Praktis-mudahan barang tersebut kondusif ya.


Jika misalkan sang akseptor barang dari Anda merasa belum menerima. Silakan hubungi Customer Care JNE lewat platform ini:



Penutup


Cukup gampang ya untuk mengantarbarang melalui JNE. Hal penting yang mesti diperhatikan adalah ketika menulis alamat dan arahan pos penerima. Kemudian, proses pengemasan yang tepat supaya barang kondusif hingga tujuan. Sisanya kita serahkan pada JNE untuk mengantar barang hingga tujuan.



Sumber harus di isi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama