Dogecoin mulanya diciptakan cuma selaku bahan lelucon untuk mengejek harga bitcoin yang sempat mengalami naik turun. Seperti dikutip dari The Verge, DOGE adalah tokoh rekaan berupa seekor anjing Shiba Inu yang sering jadi ‘internet meme’ alias bahan lawakan di dunia maya.
Baca juga: Belajar Dari Cara Singapura Mengatur Cryptocurrency
Penciptanya memposisikan token virtual itu selaku mata uang internet yang mampu memungkinkan penggunanya dengan gampang mengirim duit secara online. Ada beberapa cara untuk menerima Dogecoin, dari membeli di bursa online hingga menambangnya.
Baca juga: Tanyakan Hal Berikut Pada Diri Sendiri Sebelum Berinvestasi Cryptocurrency
Selama tahun 2018, Dogecoin adalah salah satu kripto yang tetap menjaga komponen stabilitas harga. Pemegang Dogecoin dari Januari hingga Desember 2018 berada dalam posisi yang jauh lebih baik daripada yang memegang altcoin yang lebih “serius” pada era yang serupa. Bahkan, pada Q3 Dogecoin mulai menerima momentum aktual dan menjaga seluruhnya sampai ke Q4. Dibandingkan dengan kripto jenis yang lain, sejumlah 95% penggunaan DOGE di dunia aktual dijumpai di banyak sekali merchant, umumnya dikerjakan untuk transaksi pembelian barang dan jasa.
Baca juga: Cryptocurrency, Solusi di Tengah Krisis Ekonomi?
Meski sempat menjadi materi banyolan, namun kini ditemui ada penanam modal yang berinvestasi senilai 23 Juta Dolar. Melihat angka investasi tersebut, rasanya mustahil DOGE hanya dijadikan sebagai materi parodi belaka, sebaliknya hal ini memperlihatkan bahwa penanam modal percaya pada aset tersebut.
Baca juga: Seberapa Pentingkah Cold Wallet di Cryptocurrency?
Dogecoin dibentuk oleh programmer Billy Markus dari Portland, Oregon, ia termotivasi untuk membuat cryptocurrency biar mampu mencapai demografis pengguna lebih luas dari Bitcoin. Dimana diketahui tingkat perdagangan Bitcoin dikala ini telah terbilang tinggi. Pada waktu yang bersamaan, Jackson Palmer, anggota dari Departemen Pemasaran Adobe Systems di Sydney didorong oleh salah satu mahasiswa di Front Range Community College melalui Twitter untuk membuat suatu inspirasi menjadi realita. Tak usang kemudian, Palmer berbelanja domain dogecoin.com, Markus menyaksikan situs tersebut lewat IRC chat room dan mulai mengontak Palmer untuk selanjutnya membuat Dogecoin.
Baca juga: Bagaimana Cara Menghindari Penipuan (Scam) Di Cryptocurrency?