Understanding Bitcoin is hard. I have sucked down the rabbit hole in 2017 and two years of non-stop research later I’m only now starting to grasp its deeper implications.
Artikel ini diadopsi dari postingan medium.com oleh Luc Dossis, “Biggest misconception about Bitcoin”.
Memahami Bitcoin memang sulit. Banyak orang butuh waktu lebih dari dua tahun mempelajarinya untuk bisa memahaminya dan mengetahui implikasinya yang lebih dalam.
Jadi seharusnya telah tidak mengejutkan bahwa bagi pada umumnya orang yang mungkin hanya pernah mendengarnya sekali atau dua kali, Bitcoin masih ialah desain yang sepenuhnya aneh.
Dan dikala sesuatu kurang diketahui, penyebaran informasi yang salah menjadi lebih mudah.
Baca Juga : Apa Itu Bitcoin ?
Kesalahpahaman fundamental perihal Bitcoin ialah bahwa use case atau kegunaan utama dari Bitcoin adalah untuk pembayaran.
Dan ini menghentikan orang untuk memahami apa tujuan sejati Bitcoin.
Apa yang saya maksud dengan ini?
Jika Anda bertanya terhadap pada umumnya orang di jalan (bila mereka pernah mendengar tentang Bitcoin), mereka akan menginformasikan Anda bahwa itu yaitu cara berbeda untuk membeli kopi atau mengeluarkan uang layanan.
Dan kebanyakan orang yang berpikir wacana Bitcoin seperti ini akan mengabaikannya sebab itu bantu-membantu tidak lebih baik dari PayPal, Apple Pay atau kartu kredit dalam membuat lebih mudah transaksi sehari-hari.
Orang-orang mendengar mengenai batas 7 transaksi per detik, biaya tinggi dan sifat transaksi yang tidak mampu dicancel, dan secara alami, dapat menyimpulkan bahwa Bitcoin terdengar sungguh terbatas.
Dari sini mudah untuk menyatakan semua argumentasi mengapa Bitcoin tidak akan berfungsi.
Orang-orang akan bertanya mengapa lebih banyak yang tidak dikerjakan untuk mengembangkan kemampuan transaksinya, dan, bila ini mustahil, mengapa kami tidak berpindah ke mata uang kripto yang lain?
Tetapi problem tentang gagasan ‘Bitcoin selaku alat pembayaran’ sepenuhnya salah. Untuk saat ini, Bitcoin tidak perlu mempunyai tingkat transaksi yang tinggi, karena Bitcoin tidak berkompetisi dengan PayPal atau Apple Pay. Namun untuk dikala ini, Bitcoin mulai bersaing dengan Dolar AS. Bitcoin bukan bentuk pembayaran lain, tapi ini bentuk duit yang baru.
Jika Anda tidak pernah memikirkan tentang uang Anda, kalimat terakhir itu mungkin sedikit melukai otak Anda.
Tanpa banyak basa bau, mari kita mulai dengan penjelasan yang paling sederhana.
Apa itu duit?
Uang sudah ada dalam berbagai bentuk sepanjang sejarah insan. Hal ini adalah salah satu teknologi tertua kita.
Manik-manik, kulit, kulit, watu, ternak, senjata, garam, logam, dan kertas seluruhnya sudah digunakan selaku duit secara luas oleh insan sesuai dengan jamannya. Benda-benda ini melakukan pekerjaan sebagai uang karena mereka dianggap memiliki value di atas segalanya dan sungguh langka di lingkungan manusia.
Tidak ada gunanya menggunakan tongkat atau dedaunan sebagai uang karena orang tidak mengharapkan hal-hal ini.
Sebaliknya, sebilah belati logam bikinan tangan, untaian manik-manik yang indah atau kulit binatang yang berguna sungguh sukar untuk diproduksi, dan oleh karena itu kelangkaannya memberi mereka value.
Akhirnya, beberapa benda langka ini mulai diterima bukan untuk pencapaian benda itu sendiri, tetapi sebagai mediator dalam transaksi antara dua barang yang lain.
Misalnya, kalau saya ingin membeli rusa yang baru saja Anda tangkap, namun saya hanya mempunyai kapak untuk ditukar / barter, perbedaan memiliki potensi dalam nilai barang-barang ini membuat transaksi menjadi susah.
Oleh sebab itu barang berguna ketiga yang gampang dibawa-bawa dan mampu dibagi dapat dipakai untuk mengkalkulasikan nilai rusa, dan selaku gantinya aku mampu membayar Anda.
Item yang berfungsi paling baik untuk kebutuhan ini perlu melakukan tiga hal:
- Mereka perlu dianggap berguna oleh mereka yang menggunakannya dan condong menjaga nilainya dari waktu ke waktu (penyimpan nilai / store of value).
- Mereka digunakan sebagai mediator dalam pertukaran antara dua item lainnya dan tidak habis dalam proses (media pertukaran).
- Mereka digunakan selaku media pertukaran, mereka secara sedikit demi sedikit menjadi memiliki kriteria untuk mengukur nilai, ialah bahwa rusa bernilai 20 keping emas.
Dengan demikian, lewat tiga fungsi ini, barang-barang ini menjadi apa yang kita pahami sebagai duit.
Kaprikornus apa keterkaitannya ini dengan Bitcoin?
Seperti yang aku katakan sebelumnya, Bitcoin mirip manik-manik, kerang, dan bagian logam yang datang sebelumnya yaitu bentuk uang baru.
Dan alasan mengapa orang masih membicarakannya 10 tahun setelah didapatkan ialah bahwa itu ialah bentuk duit terbaik yang pernah kita miliki.
Pernyataan itu pada dasarnya membutuhkan penjelasan seluruh buku (yang dijelaskan Saifedean Ammous ‘Bitcoin Standar’ sangat cemerlang).
Pada dasarnya, sesuatu hanya dapat berfungsi selaku uang kalau para penggunanya menganggapnya berharga. Dan nilai benda itu terkait langsung dengan betapa sulitnya menciptakan barang tersebut.
Alasan mengapa emas yaitu yang paling berguna dari semua logam sangat diputuskan oleh dua hal : seberapa banyak kita telah menambang (persediaannya / stoknya ) dan berapa banyak yang kita gali dari bumi setiap tahun (alirannya).
Itulah esensinya .
Tembaga, timah, timah, perunggu, dan perak seluruhnya mempunyai permintaan industri yang jauh lebih besar daripada emas, namun emas jauh lebih berguna.

Mengapa?
Karena Rasio stock to flow (SF) nya.
Jumlah emas baru yang kita gali dari bumi pada tahun tertentu kira-kira 2% dari cadangan yang ada, sehingga memperlihatkan SF sekitar 50.
Memiliki SF yang tinggi memiliki arti Anda mampu yakin diri dikala berbelanja emas sehingga kalau supplynya tiba-tiba melonjak, harga investasi Anda tidak akan jatuh.
Baca Juga : Apa itu Rasio Stock To Flow Bitcoin
Bahkan jika buatan atau supply emas naik dua kali lipat (yang mana hal ini sangat sukar), cuma akan memajukan flow dari 2% menjadi 4% dari stok, yang hampir tidak cukup untuk menciptakan kesan kasatmata pada harga logam (harga tidak terlampau bergerak).
Dari ‘Bitcoin Standard’:
“Tingkat pasokan emas yang rendah secara konsisten inilah yang menjadi alasan fundamental mengapa dia mempertahankan peran moneternya sepanjang sejarah insan.”
SF tinggi memberi Anda doktrin terhadap kelangkaan item itu, sehingga memenuhi fungsi pertama uang: menjadi penyimpan nilai yang konsisten dari waktu ke waktu.
Dan tidak ada objek lain sepanjang sejarah yang mempunyai SF secara konsisten setinggi emas.
Sampai hadirnya Bitcoin.
Batas jumlah total Bitcoin, serta jadwal supply yang terus menyusut mengartikan bahwa Bitcoin sedang dalam perjalanan untuk menjadi barang yang paling langka yang pernah diproduksi insan.
Saat ini, 12,5 bitcoin dibuat setiap 10 menit dan diberikan terhadap penambang yang memecahkan setiap block baru.

Hal itu menempatkan SF Bitcoin (per Agustus 2019) pada angka 22,7.
Pada bulan Mei 2020, suplai dipotong setengah menjadi 6,25 Bitcoin per block, dan menambah rasio stock to flow menjadi 55.
Proses halving Bitcoin yakni kenyataan yang harus dihadapi oleh dunia.
Pengurangan pasokan ini akan berlanjut hingga 2140, ketika jumlah total bitcoin yang beredar mencapai 21 juta, diprogram untuk tidak boleh, dan tidak lagi akan dibuat .

Makara kita dapat melihat bahwa bahkan tahun depan, Bitcoin akan sangat sesuai (55 untuk Bitcoin, 50-60 untuk emas).
Tetapi pada halving berikutnya, Bitcoin melambung hingga lebih dari 100, dua kali lipat setiap empat tahun sehabis itu.
Hal pembelajaran yang mampu diambil dari ini dalam bertahun-tahun ke depan, Bitcoin akan menjadi langka bila ketimbang apa pun yang pernah diproduksi oleh masyarakat manusia. Dan itu yaitu masalah besar.
Hal tersebut sudah ditunjukkan di kurun lalu, dan telah dipakai dalam banyak sekali cara.
Dan Bitcoin yakni uang paling tangguh yang pernah didapatkan.
Bitcoin Sebagai Store of Value
Teori yang menyampaikan bahwa Bitcoin harus menjadi penyimpan nilai yang anggun. Namun apakah sesuai dengan realitasnya?
Ya, mengingat Bitcoin sudah menjadi aset berkinerja terbaik di dunia selama 10 tahun terakhir, saya akan menciptakan pernyataan oke.
Orang-orang menunjuk pada kenaikan besar-besaran dan jatuhnya harga Bitcoin dan menyampaikan hal itu sangat fluktuatif, tetapi ada dua problem dengan argumen ini.
Yang pertama yaitu bahwa store value yang baik tidak senantiasa stabil dalam jangka pendek.
Setiap kali dia mengalami kenaikan harga, crash selanjutnya senantiasa rampung pada level yang lebih tinggi dari siklus sebelumnya, yang bermakna bahwa ia secara konsisten mendapatkan nilai dari waktu ke waktu, bahkan dengan volatilitas harga ini.
Kedua, gelembung spekulatif meledak dan tidak pernah mengembang kembali. Tulip tulip spekulatif tahun 1630-an yang diminati orang untuk membandingkan Bitcoin hingga beberapa tahun kemudian. Gelembung Laut juga tidak ada di tahun 1720-an, atau gelembung spekulatif yang lain dalam sejarah.
Tapi gelembung yang terbentuk di sekeliling teknologi baru yang secara mendasar berguna akan senantiasa pulih. Pikirkan ihwal kecelakaan dot com di permulaan tahun 2000-an, kereta api mania tahun 1800-an atau kecelakaan pasar saham. Hal ini disebabkan oleh irasionalitas kodrat insan, dan secara mengagetkan dapat diprediksi sehingga Anda tahu apa yang harus dicari.
Dan sebab ukuran pasar Bitcoin masih relatif kecil, hal itu sungguh rentan kepada perubahan besar-besaran dari investor yang terlalu antusiasatau pesimistis.
store value yang bagus yaitu sesuatu yang memegang atau memajukan nilai dalam jangka panjang mulai puluhan tahun sampai berabad-periode. Fluktuasi jangka pendek sama sekali tidak berkaitan pada skala waktu ini.
Properti Uang Lainnya
Cukup dibilang aman bahwa Bitcoin ialah store value jangka panjang yang cantik. Tetapi apakah ini mempunyai arti secara otomatis disebut “duit?”
Tidak, dan belum tentu.
Seperti disebutkan sebelumnya dalam artikel ini, supaya sesuatu berfungsi selaku duit, juga perlu mempunyai fungsi sebagai medium pertukaran (medium of exchange) dan unit account.
Dan karena Bitcoin dikala ini belum diterima secara luas oleh merchant (toko) atau digunakan untuk menjumlah harga barang dan jasa, kami belum dapat mengatakan bahwa Bitcoin menyanggupi semua fungsi uang.
Dan ini yakni posisi di mana para penentang Bitcoin dapat terjebak. Mereka menyaksikan Bitcoin “lambat” (untuk transaksi) dan harganya volatile, dan menyaksikan tidak banyak orang memakai Bitcoin untuk membeli sesuatu, mereka percaya bahwa Bitcoin tidak akan pernah digunakan untuk transaksi, dan yang sebaiknya menyanggupi fungsi ini yaitu hal yang lain.
Tetapi dilema pola fatwa ini yaitu bahwa pedoman ini justru terbalik ke belakang.
Pola pikir seperti ini sama halnya dengan nenek moyang kita tidak mungkin menerima sebuah tongkat kayu sebagai alat pembayaran karena Anda berdua tahu bahwa tongkat tidak ada gunanya, sehingga menjadi kesepakatan buruk untuk kedua pihak. Jika saya katakan bahwa tongkat ini diamankan dengan blockchain, untuk sedikit menipu Anda agar melihat kayu ini lebih berkhasiat, tetap saja kayu ini tidak berguna.
Anda mungkin bisa melihat ke mana aku akan pergi dengan ini. Mengklaim bahwa “cryptocurrency lainnya berfungsi lebih baik selaku duit ketimbang Bitcoin” sepenuhnya kehilangan hal paling penting perihal duit : Yaitu harus menjadi store of value apalagi dulu.
Setiap item dalam sejarah manusia mengikuti teladan ini.
Pertama, hal itu awal mulanya dijadikan koleksi. Orang-orang mengkoleksi ini karena ketertarikan dan hal itu jarang terjadi.
Karena mereka menjadi susah dibuat , mereka menjadi store value.
Karena mereka diharapkan, mereka mulai dipertukarkan antara individu dan golongan, dan hasilnya menjadi medium pertukaran (medium of exchange) dan unit account.
Ini yakni proses antik dan sudah teruji oleh waktu, dan ini tidak mampu dikerjakan cuma dengan beberapa buzzword.
Jadi, jikalau dikala ini Bitcoin belum berfungsi sebagaimana mestinya, Bitcoin sedang dalam perjalanan untuk melakukannya.
Semakin banyak orang melihatnya selaku store of value, bertambah banyak yang ingin menyimpannya.
Semakin banyak orang yang memegangnya, makin stabil harganya.
Dan kian stabil, kian banyak orang menggunakannya untuk bertransaksi.
Dan itulah yang menjadi medium of exchange dan unit account.
Layer embel-embel seperti lightning network akan memungkinan skalabilitas yang lebih besar dibandingkan dengan transaksi yang memungkinkan saat ini. Seperti halnya internet di kala awalnya di mana protokol TCP IP memungkinkan scale up dari kapasitas hanya beberapa kilobyte saja menjadi kapasitas tinggi yang memungkinkan streaming kecepatan tinggi terhadap jutaan pengguna.
Bitcoin yang kita kenal saat ini bukan dibangun untuk menangani ribuan atau jutaan transaksi per detik.Juka bukan sesuatu yang murah, stabil dan aman.
Tidak ada cryptocurrency yang bisa melakukan semua itu.
Ada trade off yang besar antara keamanan, stabilitas harga, dan kecepatan. Jika Anda menginginkan jaringan super cepat, ia harus didesain centralized/terpusat, sehingga tidak menjamin security. Hal ini tidak akan pernah menjadi store of value jikalau supply schedulenya tidak dapat diandalkan.
Dan Anda tidak mampu mempunyai cryptocurrency yang terdesentralisasi dan aman, cepat dan murah. Anda memerlukan validasi dari ribuan node dan proses mining yang mahal untuk mengamankan jaringan.
Tetapi sejarah uang memberikan bahwa store of value yang paling sanggup menerima amanah kesudahannya menang atas jenis yang lebih rendah.
Kaprikornus tidak, Bitcoin tidak begitu baik untuk pembayaran ketika ini, namun bukan itu yang dimaksudkan saat ini.
Bitcoin bukanlah PayPal yang lebih baik, ini yaitu Dolar yang lebih baik.
Sumber harus di isi