Lebih Gampang Mana: Memasarkan Barang Murah Atau Mahal?


Banyak orang yang bermimpi untuk menjadi seorang pebisnis atau pengusaha yang besar dan berhasil. Namun, cuma sedikit yang berhasil menjalani mimpi tersebut. Alasannya terang, memulai dan mengorganisir bisnis tidaklah gampang. Banyak hal penting yang mesti disediakan dengan baik.


Salah satu yang harus dipersiapkan ialah perencanaan pemasaran. Kira-kira produk apa yang dijual, siapa sasaran pasarnya, dan lain sebagainya. 


Nah, di postingan ini, aku akan memperlihatkan sedikit gambaran perbandingan bagi Anda yang gundah ingin memasarkan barang mahal atau barang murah. 


Berikut yakni perbandingan dari menjual barang mahal dan barang murah dari beberapa faktor :



Perbandingan Menjual Barang Mahal dan Murah


Target Pasar


Menentukan target pasar
Gambar: Pexels


  • Barang Mahal


Untuk memasarkan barang mahal, Anda memiliki target pasar di golongan menengah atas. 


Biasanya, kualitas bukan menjadi pertimbangan utama bagi kelas menengah atas. Namun, bukan mempunyai arti Anda mesti mengabaikan mutu, justru kadang-kadang mereka mempunyai persyaratan mutu tersendiri yang mampu saja di atas rata-rata.


Sugesti, citra, dan value dari produk memiliki andil besar dalam memilih produk Anda akan laku atau tidak. Itulah mengapa banyak brand-merk besar yang berlomba dalam menciptakan citra perusahaan dengan baik.



  • Barang Murah


Untuk memasarkan barang murah bantu-membantu bisa di berbagai kalangan, tetapi target khususnya adalah kalangan menengah bawah.


Kalangan menengah bawah sungguh memperhatikan mutu pada produk yang dijual. Masyarakat dengan pemasukan menengah ke bawah akan sangat mempertimbangkan secara matang setiap duit yang hendak dikeluarkan. 


Faktor utama mereka yakni prinsip cost and benefit. Maka, Anda harus siap berkompetisi secara mutu dengan produk sejenis dari competitor lain jikalau kelas menengah bawah menjadi target utama bisnis Anda.


Negosiasi


Mari bernegosiasi
Gambar: Pexels


  • Barang Mahal


Untuk menjual barang mahal, diharapkan persiapan yang bagus mengenai product knowledge, data pesaing, dan aspek-aspek penunjang lainnya.


Pengetahuan akan produk dengan benar akan mempermudah Anda untuk memasarkan barang mahal sehingga hasil negosiasi mampu menciptakan omzet pemasaran yang ‘mahal’.



  • Barang Murah


Harga itu bersifat elastis. Semakin tinggi daya tawar konsumen, maka akan membuat harga barang turun. Daya tawar konsumen bisa naik alasannya adalah adanya saluran berita dan jangkauan pribadi ke pedagang lain.


Mengingat menjual barang murah tentu akan memiliki kompetitor yang banyak. Maka, Anda harus menentukan isu atau jangkauan pelanggan ke penjual lain terbatas, sehingga Anda mempunyai daya tawar yang tinggi.


Branding


Branding
Photo by Magda Ehlers from Pexels


  • Barang Mahal


Brand produk terkenal akan sangat menghipnotis harga jual. Banyak merk-merk yang ingin membuat suatu produk yang ‘dipuja’ oleh konsumen dengan berlomba-lomba memperkenalkan produk mereka ke pangsa pasar yang lebih luas.


Produk yang bergengsi akan menciptakan pelanggan besar hati saat menggunakannya. Ketika pelanggan sudah menyukai produk tertentu, maka mereka tidak akan segan mengiklankan produk tersebut secara gratis.


Semakin besar merk equity, maka akan membuat harga produk tersebut juga meningkat dan konsumen tidak akan keberatan untuk membayar lebih untuk membelinya. 



  • Barang Murah


Meski menjual barang murah, Anda tetap mampu memperlihatkan branding atau bangkit kepercayaan pada produk perjuangan Anda.


Dengan menjual barang murah, Anda mampu menguatkan nama brand atau brand usaha Anda pada posisi tersebut. Ciptakan kesadaran pelanggan untuk menautkan kata ‘murah’ pada produk Anda sebagai top of mind atau merk positioning utama.


Selain itu, tawarkan laba lain yang mampu dicicipi eksklusif oleh pelanggan semoga perjuangan Anda tetap mampu berkompetisi di ketatnya kompetisi pasar.


Value


Value
Gambar: Pexels


  • Barang Mahal


Sebelum memberi harga yang mahal pada produk yang Anda jual, pastikan produk tersebut memiliki kualitas yang tinggi. Semakin tinggi kualitasnya, maka produk tersebut mampu disebut patut untuk memiliki harga yang mahal.


Hal ini akan selalu diyakini dan diandalkan oleh para konsumen, sehingga Anda tidak perlu sulit payah membujuk konsumen untuk mengeluarkan ongkos lebih untuk membeli produk Anda.


Konsumen tentu sudah dapat menganggap dan paham akan produk mana yang berkualitas dengan harga mahal dan mana yang tidak. Dengan sendirinya, pelanggan akan rela membayar dalam jumlah banyak jika memang produk yang Anda jual berkualitas tinggi.



  • Barang Murah


Pelaku bisnis yang menjual barang murah kadang-kadang terjebak dalam keadaan yang serba salah. Value dari produk-produk yang dijual sering tidak tersampaikan hanya alasannya adalah harganya murah. Tak jarang konsumen sering menatap sebelah mata kualitas produk yang disediakan.


Untuk menangani hal tersebut, Anda dapat melaksanakan taktik lain dengan menawarkan keuntungan lain bagi para konsumen.


Misalnya, Anda bisa menerapkan taktik pada toko baju online yang menunjukkan free ongkir untuk setiap pembelian di atas Rp300.000,00. Dengan begitu, secara tidak eksklusif Anda telah memancing konsumen untuk membeli baju dengan jumlah yang banyak.


Berikut adalah beberapa hal yang perlu dikesampingkan ketika akan menjual barang mahal maupun barang murah :


Kesalahan ketika Menjual Barang Mahal


Menjual barang mahal
Photo by Guillaume Meurice from Pexels


  • Bersandar pada Bahasa Mewah


Beberapa pedagang membuat kesalahan overusing kata-kata seperti ‘elit’, ‘mobil mewah’, ‘deluxe’ dan lain-lain untuk mencoba glam-up. Pelanggan menengah atas dapat menyaksikan ini. Sebaiknya penjualan fokus saja pada mutu produk. 



  • Jangan Diskon


Pelanggan menengah atas bersedia untuk mengeluarkan uang lebih dan mereka tidak menginginkan diskon. Daripada memperlihatkan harga jual, semestinya tambahkan value pada produk. Mereka akan lebih menghargai perawatan tambahan dan akan dengan bahagia hati untuk membayar itu.



  • Menyalin Merek Besar


Jangan mengawali perjuangan dengan menyalin merek besar. Buat ide usaha yang menawan dan inovatif, dan buat rencana jangka panjang yang mau menolong usaha bisnis Anda menjadi lebih besar.


Kesalahan saat Menjual Barang Murah


Menjual Barang Murah
Photo by Alok Sharma from Pexels


  • Perencanaan Strategi Pemasaran Kurang


Perencanaan taktik pemasaran merupakan hal penting yang mesti dikerjakan sebelum memulai bisnis. Banyak pelaku bisnis yang melewati hal ini, sehingga produk tidak laku dijual. Orientasikan taktik pemasaran pada konsumen, sehingga meraih tujuan bisnis yakni produk laku terjual.



  • Berpikir Barang Murah = Pasti Laku


Harga murah belum tentu menjadi yang termurah, bahkan yang termurah pun belum tentu akan dibeli oleh konsumen dengan daya beli rendah. Harga murah tetap membutuhkan taktik penjualan yang baik untuk menawan pelanggan.



  • Target Pasar yang Lebar


Target pasar yang lebar mampu menyebabkan produk Anda tidak laku dijual, alasannya adalah konsentrasi Anda dalam memasarkan produk akan terpecah ke semua kelompok masyarakat. Hal ini disebabkan pelaku bisnis yang ingin mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Solusinya, Anda perlu membuat sasaran pasar agar taktik pemasaran yang disusun terfokus dan tepat sasaran.


Penutup


Perlu diingat, harga mahal atau murah hanyalah dilema mindset. Pada dasarnya tidak ada produk mahal dan murah jikalau kita dapat menjualnya dengan baik. Sebagai pedagang , prinsip harga bukan soal mahal dan murah. Namun bagaimana menentukan harga yang sempurna semoga bisnis bisa terus berkembang dengan baik.


Semoga berfaedah dan hingga jumpa!



Sumber mesti di isi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama