Mengenal Tiga Jenis Token Cryptocurrency Yang Dikeluarkan Perusahaan Blockchain

survey Bitcoin


 


Mengingat ada lebih dari 2.000 cryptocurrency di pasar saat ini, rata-rata investor blockchain menghadapi kebingungan dengan banyaknya opsi.


Walaupun tampakbanyak pilihan, tetapi hampir semua cryptocurrency jatuh ke dalam salah satu dari tiga klasifikasi token: currency, utility, atau investment.


Setiap kalangan memerlukan aturan dan peraturan yang berlainan untuk menentukan penerbitan dan pertukaran mereka di atas papan dengan regulator pemerintah.


Bergantung pada negara, start up cryptocurrency mungkin mesti mendaftar dengan regulator, dan hukum untuk investor mampu bermacam-macam dengan setiap jenis token.


Baca juga : Perbedaan Coin Crypto VS Token Cryptocurrency di dalam dunia Blockchain


Jadi, mari kita lihat masing-masing arti dari pembagian terstruktur mengenai :


Currency Tokens


Ini ialah bentuk orisinil dari token yang diturunkan dari blockchain.


Token mampu diklasifikasikan sebagai mata duit jika (dan hanya jikalau) mereka dibentuk seluruhnya selaku alat pembayaran untuk barang dan jasa di luar platform yang melaksanakan token.


Misalnya, Bitcoin dianggap selaku mata duit sebab diciptakan dengan tujuan mengubah duit fiat. Dengan demikian, pemegang Bitcoin mampu menggunakan Bitcoin mereka untuk berbelanja barang dan jasa dari toko, pengecer online, dan pedagang yang lain.


 


Utility Tokens


Aset digital ini dibangun untuk memberi investor sesuatu selain alat pembayaran.


Ini umumnya tiba dalam bentuk saluran ke produk atau platform tertentu. Sebagai acuan, banyak pertukaran cryptocurrency telah mengeluarkan cryptocurrency asli mereka sendiri untuk digunakan oleh konsumen untuk meminimalkan ongkos perdagangan.


Perbedaan utama antara mata duit dan utilitas terletak pada kenyataan bahwa memegang token utilitas memperlihatkan jalan masuk ke fungsi yang disediakan langsung oleh bisnis yang mengeluarkannya.


Dalam teladan pertukaran cryptocurrency kami, pemegang hanya diberikan saluran ke biaya jual beli yang dikurangi lewat penggunaan token itu.


Sebagian besar token yang dibuat di blockchains (mirip Vexanium dan Ethereum) intinya ialah token utilitas, sebab masing-masing dimaksudkan untuk digunakan orisinil pada platform tunggal, seperti aplikasi desentralisasi (dApp).


Investment / asset Token


Token investasi mungkin merupakan yang paling rumit untuk diklasifikasi. Tak heran, sebagian besar menjadi sekuritas di mata regulator keuangan mirip SEC dan FINMA.


Token yang ditemukan dalam kalangan ini adalah aset yang menjanjikan pengembalian konkret atas investasi mereka (selain profit capital gain yang dihasilkan dari peningkatan harga pasar).


Pengembalian seperti itu lazimnya didistribusikan oleh platform itu sendiri atau perusahaan yang membuatnya.


Contoh paling populer yakni The DAO – blockchain organization, smart contract yang menginvestasikan kembali keuntungan dari ICO untuk menghasilkan lebih banyak laba bagi pemegang.


Ini dianggap sebagai faktor kritis yang memungkinkan SEC untuk mengklasifikasikan aset digital yang dikeluarkan oleh The DAO sebagai token investasi (dan dengan ekstensi, sekuritas).


Nah, begitulah! Tiga jenis utama aset cryptocurrency. Layak disebutkan bahwa mereka juga mampu tiba dalam bentuk hybrid, seperti utility / investment token, tapi itu diperutukkan di periode depan.


 



Sumber harus di isi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama