Pelayanan Publik Ala Blockchain

Pelayanan publik merupakan aspek mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan yang bermutu menjadi tolak ukur sejauh mana pemerintah setempat serius dalam mengelola pemerintahannya. Terdapat beberapa faktor pendukung sehingga pelayanan publik mampu berlangsung secara optimal, diantaranya kepemimpinan, persyaratan pelayanan, pengelolaan sumber daya insan, serta ketersediaan fasilitas dan prasarana yang memadai. Jadi apakah pelayanan publik ala blockchain?


Baca juga: 4 Alasan Mengapa Bisnis Kecil Harus Investasi Teknologi Blockchain


Teknologi blockchain dapat dimanfaatkan untuk memperluas terusan informasi terhadap publik yang nantinya mampu diakses melalui ponsel pintar. Selain itu, penduduk juga mendapat kemudahan dalam berbagi data yang relevan dengan pemerintah. Pada skenario ini, pemerintah tentunya dapat memverifikasi data dengan sistem keselamatan berlapis seperti biometrik.


Baca juga: Blockchain dan Cryptocurrency Dalam Industri


Teknologi blockchain umumnya diterapkan lewat program Smart City, terintegrasinya bermacam-macam teknologi isu dan komunikasi tersebut bermaksud untuk mengembangkan efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk.


Baca juga: Cara Blockchain Memberi Dampak Pada Keamanan Siber


Dubai dianggap sebagai salah satu kota paling maju di dunia dalam mengimplementasikan konsep Smart City. Otoritas setempat terus berinovasi mengeksplorasi aneka macam ide-wangsit kreatif untuk menimbulkan Dubai selaku kota metropolis berbasis blockchain pertama pada tahun 2020 mendatang. Selain Dubai, banyak kota-kota besar yang lain yang mulai gencar mengutarakan keinginannya untuk mengimplementasikan rancangan Smart City. Di Indonesia, Bandung, Makassar, serta 100an kota yang lain telah memberikan kesiapannya untuk mengimplementasikan Smart City guna menawarkan pelayanan yang optimal untuk penduduknya.


Baca juga: Mengubah Manajemen Aset Dengan Blockchain dan Kecerdasan Buatan


Pelayanan publik digital nantinya akan menawarkan pergantian kualitatif dalam aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidup, meminimalkan kemacetan lalu lintas, meminimalisir kesalahan dokumentasi sampai transaksi ganda.


Baca juga: Ketika Blockchain Hancur, Siapa Yang Dapat Anda Tuntut?


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama