Presiden Jokowi Targetkan 700 Ribu Warga Kota Bogor Divaksin Hingga Agustus


detakkhukum.com,Bogor-Wali Kota Bogor Bima Arya mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bogor, Kamis (17/6/2021) pagi. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.





Presiden Jokowi mengatakan bahwa harus ada percepatan pelaksanaan vaksinasi terutama di tempat dengan tingkat interaksi dan mobilitas penduduk yang tinggi.“Kita ingin ada percepatan-percepatan di tempat-tempat yang interaksinya tinggi,yang mobilitasnya tinggi, baik itu stasiun kereta,terminal bus,airport,dan juga pelabuhan,sebab di situlah jikalau tidak kita segerakan akan terjadi penyebaran,”ungkap Presiden.





Pelaksanaan vaksinasi di Stasiun Bogor,lanjutnya,juga dilakukan sebab tingginya interaksi dan mobilitas di kawasan tersebut.“Kita tahu Bogor ialah wilayah aglomerasi,penyangga dari Ibu Kota Jakarta,sehingga interaksi,mobilitas seluruhnya tinggi.Oleh alasannya adalah itu,kita ingin memberikan prioritas baik bagi penumpang KRL,lalu penumpang kereta api,juga para pekerja yang ada di stasiun untuk melindungi mereka dari Covid-19,”jelas Presiden.





Di daerah yang serupa,Bima Arya menjelaskan tunjangan vaksinasi bagi pengguna jasa Commuter Line ini menyasar 1.500 orang dalam waktu dua hari. “Pak Presiden menekankan tadi kepada Pak Menkes supaya diprioritaskan dua hal,yang pertama yaitu pengguna layanan transportasi,baik kereta,bus,dan lain sebagainya.Ini yang sungguh rawan,sungguh rawan untuk terpapar pengguna angkutanlintas kawasan,”ujar Bima Arya.





Kedua,kata Bima,Presiden meminta Menteri secara khusus mengamati kawasan penyangga Ibu Kota Jakarta. “Karena Jakarta sedang tinggi (kasus Covid-19),terintegrasi dengan daerah sekitarnya termasuk Bogor.Lalu Presiden menanyakan terhadap saya angka capaian vaksin di Kota Bogor.Saya katakan dari sasaran sekitar 700 ribu (762.495) secara keseluruhan,dikala ini telah sekitar 126 ribu (126.132) yang sudah diberikan vaksin atau sekitar 16,54 persen dari target.Ini di atas rata-rata nasional yang 11 persen,”jelasnya.





Ia menambahkan,Presiden juga meminta Menkes untuk menambah terus vaksin di kawasan seputar Jakarta,tergolong Kota Bogor.“Saya melaporkan bahwa Kota Bogor ketika ini masih ada stok vaksin untuk 8.000 orang,tetapi kita ingin terus ditambah.Presiden menyetujui, bahkan meminta semoga Pak Menkes berkoordinasi dengan saya biar tunjangan vaksin di Bogor tidak berhenti.Lalu menanyakan kapasitas (vaksinasinya) berapa di Bogor,aku sampaikan antara 5.000 atau maksimal 10.000 per hari.Sehingga di Agustus nanti Presiden targetkan telah optimal mencapai target yang ditetapkan,”beber Bima.(lan/dth)



Sumber stt.ac.id

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama