Teknologi Blockchain Di Blueprint Tata Cara Pembayaran Indonesia 2025

Baru-gres ini Bank Indonesia merilis report Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) yang berorientasi sarat pada upaya membangun ekosistem yang sehat sebagai pemandu pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia


Di report ini Bank Indonesia mengakui bahwa acuan gres kolaborasi antar pelaku ekonomi mampu mereduksi peran institusi keuangan sebagai middleman :


Tren digitalisasi memengaruhi sendi-sendi perekonomian, mendisrupsi fungsi-fungsi konvensional tergolong di sektor keuangan. Tuntutan kepada layanan keuangan yang cepat, efisien, dan kondusif makin menguat seiring dengan pengalaman baru konsumen yang dimanjakan oleh layanan gres yang serba seamless. Pola gres kerja sama antar pelaku ekonomi lewat sharing economy mereduksi peran institusi keuangan sebagai middle man. Model bisnis gres melampaui ruang lingkup definisi acara usaha yang telah dikodifikasi oleh aturan yang ada


 


Kira-kira di mana letak teknologi blockchain di dalam blueprint ini ? Berikut ini beberapa cuplikannya. PDF lengkap dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 mampu Anda lihat di bab bawah postingan ini.


 


Baca juga : Mengenal Vexanium, Public Blockchain Lokal Indonesia


 



Teknologi Blockchain Adalah Penggerak Utama Revolusi Industri 4.0


Di halaman 18, teknologi blockchain disebut selaku adalah salah satu penggagas utama animo digitalisasi di era revolusi industri 4.0, bersama dengan IoT, Cloud, big data, AI dan Robotik. Di tabel di bawah ini disebut blockchain sebagai solusi pemyimpan


blockchain di Indonesia


 


Teknologi blockchain selaku salah satu fondasi keuangan digital 2025


Di halaman 25, diagram 3, teknologi blockchain disebutkan sebagai salah satu fondasi teknologi sektor keuangan dan sektor ekonomi yang dapat diakses oleh berbagai stakeholder di sektor ekonomi digital, fintech, digital banking.


blockchain di konfigurasi keuangan digital


 


Blockchain disebut selaku salah satu teknologi yang sering dipakai di Era Digital Native


Di halaman 26 (grafik 14) Blockchain diposisikan selaku teknologi yang mau sering dipakai di masa digital native.


Di halaman 25, juga disebutkan pentingnya Distributed Ledger Technology (DLT) untuk membawa bank ke kurun digital banking.


“BSPI 2025 juga mengarahkan supaya perbankan nasional bisa mempergunakan penemuan teknologi digital secara optimal. Disamping penggunaan Application Programming Interface (API), berbagai macam inovasi yang diperkirakan mampu menenteng bank pada periode digital banking yaitu Distributed Ledger Technology (DLT), Cloud Computing, dan AI/ Machine Learning. Bank yang bisa bertahan di abad depan yaitu bank yang penuhdengan pemanfaatan teknologi.”


 


blockchain sistem pembayaran di Indonesia


 


Teknologi Blockchain tergolong di teknologi “Go Digital Native”


Di lampiran A halaman XV , teknologi blockchain masuk di kuadran 3 yaitu teknologi yang banyak dipakai di era digital native yang memiliki ciri-ciri transaksi online realtime, otomasi real time dengan gateway terintegrasi.


Secara umum, tahapan transformasi digital banking sesuai metodologi tersebut akan dibagi menjadi tiga kuadran, adalah kuadran I (IT developed/bank dengan IT yang maju), kuadran II (digital banking tahap 1.0) dan kuadran III (digital banking 2.0). Klasifikasi tersebut disusun berdasarkan parameter kepada penemuan dan pengembangan produk/jasa kemajuan a.l.:



  1. Tingkat pemanfaatan teknologi dalam pengembangan produk/jasa

  2. Tingkat interaksi nasabah dengan petugas

  3. Kanal yang digunakan secara lebih banyak didominasi

  4. Kecepatan pemrosesan transaksi


blockchain pembayaran Indonesia


 


 











Sumber mesti di isi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama