
Tidak terasa telah nyaris 4 tahun aku ngeblog di Bixbux. Tidak ada maksud untuk menjadi blogger bahwasanya, namun ada rasa menggembirakan saat apa yang ada dipikiran aku mampu keluar dan diketahui oleh orang lain. Saya inget persis, dulu Bixbux muncul pada malam tahun baru 2013. Pada ketika orang lain sedang bersenang-senang dengan kembang api dan terompet, saya ngublek-ngublek template Bixbux dan mengisinya dengan tulisan pertama hingga dengan ketiga. Positioning Bixbux telah sangat terperinci : media informasi untuk para internet marketer. Bixbux tidak bertujuan untuk mencari traffic yang massive, namun menunjukkan manfaat kepada pembacanya. Kalaupun pada kesannya banyak berisi ihwal CPA, ya itu alasannya aku memang menjalankannya.
Selama 4 tahun berdiri, sekali di-hacked orang, berulang kali down karena duduk perkara server. Bixbux rasanya banyak menawarkan manfaat yang berguna bagi kemajuan internet marketer Indonesia. Perasaan saya juga mengatakan Bixbux senantiasa menawarkan warna tersendiri untuk itu. Sejauh ini, aku juga masih istiqomah, tidak akan monetizing Bixbux. Beberapa event yang diselenggarakan oleh Bixbux juga masih gratis. Seperti Bandung Digital MeetUp yang siapa saja boleh dateng. Tidak dipungut bayaran.
Hanya saja, tahun 2015 memang menjadi sungguh spesial. Buat saya pribadi, ini adalah tahun kebangkitan saya untuk masuk kembali ke internet marketing. Akhir 2014, aku menetapkan untuk melepaskan jabatan fungsional di kantor (dan akibatnya menjadi dosen saja) dan konsentrasi di affiliate marketing. Semuanya terbayar lunas, bahkan di bulan pertama saya sudah bisa mengejar-ngejar ROI yang cukup signifikan.
Baca juga : Strategi Optimasi Campaign Dengan Time Schedule Untuk Profit Lebih Maksimal
Akhirnya aku juga memahami, bahwa konsentrasi yaitu opsi terbaik yang mampu kita ambil. Kalau anda masih melakukan beberapa hal yang menciptakan anda bercabang, segeralah lepaskan. Pilih salah satu yang menciptakan anda termotivasi berpengaruh, dan lakukan dengan sepenuh hati. Lupakan yang lain. Kalau anda betul-betul fokus, pasti tidak akan memerlukan waktu yang lama untuk bisa kembali berprestasi.
Di tahun 2015, khususnya di dunia affiliate marketing, terjadi banyak hal yang mengejutkan. Awal tahun 2015, Avazu, ada salah satu network besar di China memasang iklan setengah halaman di Kompas dan meminta maaf terhadap Liputan6 sebab pemakaian merk yang tidak sebaiknya. Sayang saya lupa untuk foto iklannya. Saya memahami rincian ceritanya, namun itu alhasil menciptakan payment di Avazu (dan beberapa network lain) menjadi tertunda. Mereka berniat memeriksa apalagi dahulu kualitas traffic yang masuk. Kalau dihitung total, ada sekitar $70k dari beberapa affiliate besar di Indonesia yang pending. Beberapa akibatnya dibayar, tapi ada juga yang tidak. Well, its a part of the game.
Sejak ketika itu, affiliate Indonesia banyak menghiasi kolom-kolom media nasional dan internasional. Dari Tech Crunch, La Tribune, Fox sampai dengan TribunNews, Detik dan blog Tokopedia-pun pernah. Beberapa dari mereka menunjukkan analisis yang mendalam kepada apa yang terjadi. Tetapi tetap saja tidak menjamah apa yang sudah kami lakukan. Semakin kesini saya pun menyadari, affiliate marketing memang tidak mudah dimengerti. Ada, namun sulit dijelaskan.
Semakin hari, bertambah banyak yang menanyakan ke saya (biasanya melalui inbox di fb) ihwal bagaimana mengerjakan affiliate marketing. Pertanyaanya beragam. Rata-rata pengen diajarin. Adakah buku atau daerah berguru. Ketika aku tunjukkan STM, menyaksikan per bulan telah mesti bayar $99, banyak yang mundur teratur. Sekali lagi aku tegaskan, affiliate marketing itu bukan permainan gratisan. Saya tidak akan membuka workshop untuk ini. Tapi ada banyak kawasan mencar ilmu yang mampu dimasukin. Kalau memang bermaksud mencar ilmu, dimulai dari hal yang paing kecil saja. Karena affiliate marketing pada umumnya menggunakan paid-traffic, maka pengertian ihwal itu akan banyak membantu. Kalau anda masih berpikir pakai traffic SEO, mendingan beralih jalur ke adsense. Affiliate marketing ini mirip bisnis. Gak ada yang gratis.
Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, tahun 2015 banyak mengganti hidup affiliate Indonesia. Dari cara pandang sampai dengan tingkat hidup yang berkembangtajam. Obrolan mimpi pengen punya ini dan itu yang dahulu suka menjadi topik obrolan, banyak menjadi kenyataan di tahun 2015. Banyak juga affiliate baru yang nongol di 2015 dan menuai banyak hal. Tapi juga tak sedikit yang masih berkutat dengan hal yang serupa setiap tahunnya.
Saya sendiri menyaksikan akan ada banyak hal yang mampu terjadi di 2016. Yang terang, hasil dari AWA di Bangkok kemarin, sudah ada Christina Szekeres (FBQueen) dan Dave Savory (Zeno) yang dateng ke Bali untuk menyelenggarakan Mastermind. Sekitar 15 affiliate Indonesia melayang ke Bali dan menjamu dua selebriti STM itu. Mereka sungguh terkesan dengan Indonesia. Christina bahkan berencana untuk balik ke Bali dan tinggal lebih usang. Mereka berdua berhasil menawan audience di Bangkok dengan studi perkara Teespring.
Baca juga : Affiliate World Asia (AWA): Konferensi Affiliate Dunia Pertama Yang Berjalan Sangat Sukses
Setelah mereka berdua, dengan jejaring yang telah meningkat , akan ada beberapa event lagi. Di bulan Februari, ada Alfonsus Kusuma (alias AK) yang akan melayang jauh dr Los Angeles untuk bertemu dengan teman-teman di Indonesia. AK adalah pesohor di industri adult dan pemilik Madzuma.com. Weits bentar, saya khusus undang AK ke Indonesia alasannya adalah kita harus tahu bisnis adult itu mirip apa. Tidak perlu tahu rincian, tapi bagaimana monetizing-nya saja. AK ini sudah berkecimpung di bisnis adult dari 8 tahun yang kemudian. Sekarang sedang membantu BrokerBabe biar meningkat . Oiya, AK ini orang Indonesia. Asik kan. Kita bakal ngobrol adult, tapi gak bakalan porno. Kalau gak suka ya jangan dipraktekkan, tapi ambil ilmunya saja.
Terus akan ada salah satu teman baik aku, sekarang beliau melakukan pekerjaan di salah satu network besar yang khusus vertikal Nutra, Diet dan Skin. Saya belum bisa sebut namanya, tetapi beliau telah bersedia datang ke Indonesia untuk bercerita ihwal industri ini. Bayangkan bila kita bisa korek traffic source yang pas hingga dengan Landing Page yang banyak digunakan oleh affiliate luar. Ini duwit bro. Saya tahu persis ada banyak affiliate luar yang dapet $50k/day dari vertikal ini. Ngiler gak tuh. Praktis-mudahan nanti di bulan Mei/Juni mampu diwujudkan.
Intinya, tahun 2016 harus menjadi tahun kita bersama. Tahun yang menciptakan kita menjadi lebih pinter dari tahun sebelumnya. Ini beberapa hal yang harus menjadi perhatian di tahun 2016 :
1. Lupakan status di facebook. Masih banyak internet marketer Indonesia yang melakukan ‘pencitraan’ di sosial media. Beberapa dari mereka malah internet marketer yang gres nongol di 2015 (sebab di 2014 mereka masih sangat culun). Mereka dengan sangat sengaja menciptakan status yang ‘arogan’ dengan cara yang ‘tidak arogan’. Mengeluarkan screenshot yang, okelah, tidak berhubungan dengan earning. Tapi jika ditelusuri justru terlihat terperinci kesombongannya. Kalau teman saya bilang, ini status yang ‘mencari massa’. Biar dianggap sebagai mastah atau bagian dari kalangan tertentu. Buat aku, mereka ini belum matang. Secara tidak eksklusif itu justru menelanjangi dirinya sendiri. Orang akan tahu traffic source yang dipakai hingga dengan offer apa yang dipromosiin. Konyol. Affiliate besar tidak akan berbuat itu. Saya yakin, yang banyak pamer screenshot, itu banyak menerapkan strategi ‘kebetulan’. Kebetulan lagi jalan, ya screenshot saja. Setelah ggak jalan, ya diem saja.
2. Masih tentang status di facebook. Pesen saya gini saja. Pasti semua tahu bagaimana padi kian matang akan kian menunduk. Kaprikornus, bertambah banyak screenshot, baik itu kendaraan beroda empat mahal, atau earning; justru semakin mencurigakan. Bukan, bukan berarti nipu. Tapi abnormal saja, sebaiknya kan gak begitu. Oke, ini dari sudut pandang lainnya. Kalo di poin 1 dari sudut pandang yang menyaksikan status, nah ini dari sudut pandang yang menciptakan status. Mustinya kan bebas-bebas saja. Facebook beliau inikan. Tapi mirip anda, aku dan siapapun itu. Setiap status senantiasa memiliki makna, baik tersirat atau tersurat. Ibarat Sang Princess Syahrini, dia bisa lezat-lezat saja pasang status yang ‘menggiurkan’. Lha, emang itu jualannya kok. Tujuannya, semoga setiap orang menatap dia tajir. Walhasil, gak asal-asalan program berani meminta ia untuk tampil. Cuma yang berani bayar mahal saja. It’s all about positioning, bro!
3. Workshop mahal? Mikir dahulu deh. Saya nemu ada seorang internet marketer Indonesia yang tidak mengecewakan ngetop ikutan workshop-nya seorang selebriti internet marketer dunia (ratusan juta harganya) dan kemudian me-repackaged, redesain dan kemudian dijual lagi dengan harga yang lumayan mahal. Bro, bukan begitulah caranya. Workshop yang diselenggarakan oleh affiliate marketer dunia itu saya tahu kok isinya. Ada beberapa sahabat yang ikutan juga dan strateginya sudah gak bisa dipertanggungjawabkan lagi. Group facebook-nya juga kayak kuburan. Mendingan bro pake dulu hasil workshopnya, terapin sebaik-baiknya, terus bila masih baiklah gres bikin workshopnya. Indikasi jelek aku, dia ini tidak tahu mesti menerapkan apa. Jadinya ya gitu deh, ratusan juta kan mesti balik. Mendingan membuatlagi workshop yang materinya sama. Untung deh.
Sebetulnya menyedihkan kenapa saya harus nyebut ini, tapi kita harus tahu. Bukan saya melarang ikutan workshop. Bukan itu. Tapi paling nggak jangan nipu bangsa sendirilah. Sebelum ikutan workshop, ada baiknya ditanya bukti-bukti jikalau seni manajemen yang dipakai beneran ‘works’. Jadi peserta dibukakan matanya, bahwa anda memperoleh penghasilan dari internet marketing, bukan dari workshop. Tetot!
4. Masih inget kisah saya tentang konsentrasi di atas? Tahun 2016 ini jadilah langsung yang fokus. Kalau bisa, sungguh fokus. Saya ada banyak sahabat yang awalnya bermain affiliate namun lalu berujung di Adsense, atau sebaliknya. Tetapi mereka ini sungguh fokus. Ketika telah tahu jikalau rejekinya di Adsense, ya gak coba-coba buat ngerjainnya. gak pernah juga tergoda dengan status orang lain. Teman aku yang lain sangat berhasil di toko online. Tidak juga beliau terpengaruhi untuk bermain affiliate. Semua tenaga dan pikirannya tercurah untuk toko online-nya. Berhasil gak? Sukses berat man. Asli.
5. Earning $10k per day itu senantiasa dimulai dengan $1. Selalu. Kalau di affiliate marketing malah dari minus. Biasakan mental itu. Artinya, di tahun 2016 kita mesti pintar-arif mengendalikan earning sehingga bisa menjadi investasi yang bisa dipetik dikemudian hari. Kalau anda serius di affiliate marketing, mulailah investasi di traffic source. Pelajari mereka, temukan representative-nya dan kenalan. Setiap traffic source mempunyai karakter sendiri-sendiri. Kalau anda terbiasa dengan FB ads, lalu berupaya lari ke Adwords, ya ubahlah mindset-nya. Jangan pernah menggunakan teladan pikir yang sama di setiap traffic source. Oleh karena itu, mulailah dengan traffic source yang anda mampu, sesudah terkumpul dana baru investasikan di traffic source yang lain. Pelan-pelan saja. Pasti bisa.
6. Tidak ada affiliate marketing kelas dunia yang bekerja sendirian. Di level tertentu anda mesti melaksanakan banyak hal dengan orang lain. Misalnya melaksanakan JV atau membentuk tim yang solid. Mendapatkan $2k per day dan lalu ingin naik level menjadi $20k per day itu tidak bisa dijalankan cuma dengan duplikasi. Newbie bakal banyak berpikir begini : udah dapet $10 per day, jikalau mau dapet $1k per day ya tinggal kalikan 100 saja strateginya. Misalnya, naekkan budget menjadi 100 kali lipat. Well, selamat deh. Saya berani jamin anda akan rugi. Bukan begitu caranya. Kalau ingin yang lebih tinggi, tentukan anda melakukan pekerjaan sama dengan orang lain. Affiliate marketer yang mampu $10k per day itu-pun melakukannya dengan JV. Beberapa lainnya memiliki tim yang sungguh solid untuk mengurusi teknis.
Kaprikornus, bersiaplah untuk berhasil di 2016. Jangan siapkan anda untuk gagal. Sekali anda membuka opsi itu, gagal semua balasannya. See you on top!
Sumber mesti di isi