Amazon Ingin Rekrut Blockchain Expert Untuk Divisi Iklan


Awal bulan ini, Amazon memberitahukan rencana untuk mempekerjakan blockchain expert untuk divisi iklannya. Tetapi bagaimana mungkin penggunaan teknologi blockchain mampu menyelesaikan duduk perkara di industri periklanan?


Bagi industri crypto, yang bernilai lebih dari $ 240 miliar, Anda akan berpikir alat bisnis tolok ukur mirip database bareng (shared database) akan menjadi keharusan dalam industri digital  advertising tetapi Anda salah. Pada kenyataannya, industri ini memakai proses yang sangat ketinggalan jaman, manual, dan mengkonsumsi waktu dalam hal pemasaran, pembayaran, verifikasi, dan beberapa fungsi penting lainnya.


Baca Juga : Belajar Blockchain ?


Alat baru untuk Digital Advertiser


Inilah saatnya untuk memperkenalkan kerangka kerja yang lebih baik untuk digital advertiser, dan sebuah platform tanpa berprasangka jelek dan banyaknya aturan lazim yang lain. Untungnya, teknologi blockchain cocok untuk menangani duduk perkara transparansi, kepercayaan, verifikasi, efisiensi dan kompleksitas, yang semuanya ketika ini merusak digital advertising industry.


Smart contracts, dalam bentuknya yang paling sederhana, yakni vending machines di mana dua pihak menyepakati satu set kriteria dan masing-masing pihak dibayar dengan barang atau jasa. Tetapi proses berbelanja dan memasarkan digital advertising lebih rumit tetapi tidak berbeda.


Marketers hari ini memakai kertas atau digital insertion order untuk standar persetujuan pembelian iklan mereka, namun formulir ini susah dilacak atau didapatkan. smart contract berbasis blockchain dapat menuntaskan duduk perkara ini dengan pendekatan terprogram. smart contract ini memberlakukan apa yang dibeli oleh pengiklan dan memungkinkan verifikasi berlangsung selama proses rekonsiliasi di tamat kampanye. Efisiensi di titik ini saja cukup monumental dalam memungkinkan pengiklan untuk betul-betul menerima apa yang mereka bayar atas pembayaran terhadap penyuplai dalam waktu yang disepakati.


Sistem yang ideal mungkin saja men-tokenisasi sebuah framework digital marketing menjadi sebuah kelas aset dan memberikan standar valuasi kepada iklan. Seiring dengan adanya struktur blockchain, menimbulkan desentralisasi sebagai prioritas utama.


Hal ini menawarkan insentif untuk mengerjakan full node dan memvalidasi transaksi di dalam ekosistem dengan alih-alih memercayai pihak ketiga yang secara inheren (mis., Facebook dan Google). Pihak ketiga ini memiliki pengaruh besar pada harga pasar karena daya tampungnya dan dapat mengakibatkan gelombang kejutan pribadi di seluruh industri.


Pada tahun 2018, kedua raksasa teknologi mengambil perilaku yang kuat terhadap dunia crypto ketika Google menginformasikan larangan pada semua iklan terkait cryptocurrency sementara Facebook membuat langkah serupa beberapa bulan sebelumnya dan kemudian meninggalkannya.


Mengutip derma para pengguna, menyensor pengiklan dengan maksud untuk melindungi kepada scammers mengikuti hype ICO (Initial Coin Offering), perusahaan-perusahaan ini mampu menerima banyak manfaat dari mengintegrasikan penyelesaian blockchain untuk melindungi pengeluaran iklan mereka.


Blockchain untuk iklan


Meskipun sepertinya Amazon mengakui nilai blockchain pada tingkat dasar model periklanannya untuk penagihan dan rekonsiliasi, Namun cuma terkendala oleh masalah waktu sebelum mendapatkan titik jelas perihal berbagai cara lain yang dapat digunakan untuk memajukan efisiensi dan melindungi pengeluaran iklan lewat tokenization.


Pada tahap awal blockchain ini, mustahil bahwa merek besar bersama dengan budget besar mereka ingin membayar dengan cara yang tidak konvensional seperti token. Diperlukan integrasi dalam platform untuk memastikan adopsi dan untuk memfasilitasi pergerakan mata uang tradisional lewat perintah penyisipan smart contract  ini.


Digital advertising ecosystem siap untuk berevolusi, dan blockchain dapat dijadikan kunci yang menjadi paling menjanjikan.


Apa yang menciptakan Amazon berlainan dari raksasa teknologi lainnya?


Amazon perlu melaksanakan sesuatu untuk membedakan dirinya dari Facebook dan Google, yang ketika ini mulai mengucilkan platform periklanannya. Jika Amazon bisa menawarkan efisiensi di sekitar kelemahan Facebook dan Google, Amazon akan mampu menyedot sebagian pangsa pasar dari raksasa platform iklan yang lain.


insertion order in blockchain


Smart contract yang memiliki logika formulir reservasi iklan (insertion order) bisa berisi akal apa pun yang akan disokong oleh blockchain. Targetabilitas dalam akal ini mampu menjadi game changer sehubungan dengan apa yang bergotong-royong disampaikan. Hal ini memperbaiki banyak seni manajemen yang dipertanyakan dan dipakai oleh banyak jaringan iklan untuk mengamankan pengantaran kampanye iklan. Dengan transparansi 100% pada smart contract pemesanan iklan  smart contract dan ketentuan yang diposisikan di dalamnya, tidak ada pergeseran atau sumbangan sesuatu yang tidak dipesan oleh klien. Verifikasi pembelian diharapkan dalam industri ini, dan blockchain (bareng dengan nalar berlapis melalui smart contract) mampu menyelesaikan problem ini.


Selain memasangkan smart contract dan rekonsiliasi pembayaran, integrasi dalam blockchain mampu tidak ada habisnya, juga bisa memperlihatkan insight dan value embel-embel. Menambahkan provider untuk melakukan measurement ke dalam smart contract memungkinkan transparansi pelengkap untuk semua pihak. Dalam acuan vendor measurement ini, klien selaku sisi permintaan cuma ingin ditagih untuk hal yang sangat spesifik, misalnya per sign up. Jika siapa saja berada di halaman yang sama dalam term & condition dari campaign, akan memungkinkan campaign bisa terdeliver lebih baik dan pembayarannya bisa lebih singkat.


Penipuan tidak mampu sepenuhnya dituntaskan dengan menerapkan blockchain saja, tetapi blockchain mampu melacak identitas dari publisher. Penggunaan identitas di blockchain dengan skalabilitas tinggi yakni sesuatu yang tidak akan dilihat sampai teknologi baru ini diimplementasikan.


Sebagai suatu industri, kita semua dapat menyepakati aspek atau tindakan tertentu yang mau dianggap sebagai fraud. Klik dari pengguna Android yang menginstal aplikasi yang cuma dimaksudkan untuk perangkat iOS sebaiknya dihentikan ditagih kepada pengiklan atau dianggap invalid. Dalam pola ini, akal itu  bareng dengan yang lain dapat dibangun ke dalam smart contract untuk ditegakkan.


Amazon sedang menjajal untuk menciptakan sejarahnya dalam digital advertising ecosystem, dan untuk sampai ke sana, dia perlu berinovasi dan melebihi platform utama dikala ini  yaitu, Facebook dan Google. Tampaknya terang bahwa Amazon mengenali pasokan rantai internalnya, tetapi bagaimana penerapannya dalam ekosistem periklanan akan menjadi kunci keberhasilannya.


Sumber : Cointelegraph


 


Baca Juga informasi lainnya ihwal blockchain


Belajar Blockchain : Ide Startup Blockchain Apa Saja Yang Bisa Dibangun Oleh Founder



 


PBB Menganggap Teknologi Blockchain Sebagai Alat Menuju Sustainable Development



 


 


 



Sumber mesti di isi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama