Teknologi Blockchain mempunyai beberapa Algoritma dan Consensus yang berlangsung , Seperti POW (proof of work ) , POS (Proof Of Stake ) ataupun (DPOS) Delegate Proof Of Stake mirip yang digunakan oleh Blockchain Vexanium , Consensus menurut kamus Bahasa Indonesia ialah sebuah Kesepakatan dan algoritma yakni prosedur untuk penghitungan, pemrosesan data, dan penalaran otomatis dengan Metode Matematika , Kaprikornus dalam hal ini ialah Sebuah Prosedur Matematika Otomatis untuk mencapai Sebuah Kesepakatan
Ada banyak sekali Jenis – Jenis Algoritma Blockchain Konsensus yang Berjalan diatas Blockchain namun ada 3 konsensus Yang Populer yang wajib kita pelajari adalah POW , POS dan DPOS , walaupun masih banyak konsensus lain tetapi 3 konsensus itu tetap paling efektif terbukti digunakan di aneka macam Blockchain hingga ketika ini
1. Proof Of Work (POW )
POW atau dikenal bitcoin consensus Sebagaimana namanya algoritma proof of work ( Pembuktian kerja) memerlukan kerja komputasi memecahkan aba-aba arahan untuk menambang sebuah block yang di distribusikan dalam suatu buku besar (Ledger) adalah blockchain. ,Para Miner atau para Penambangan PoW mencoba aneka macam percobaan hash, sehingga semakin banyaknya tenaga komputasi (hash Power) yang dimiliki mempunyai arti memiliki lebih banyak percobaan per detik. Dalam hal ini Miner dengan hash rate yang tinggi mempunyai lebih banyak peluang untuk mendapatkan penyelesaian yang benar untuk blok berikutnya (kata lain hash blok). Algoritma konsensus PoW memutuskan bahwa Miner hanya mampu memvalidasi transaksi pada blok gres dan menambahkannya ke dalam blockchain jikalau node yang tersebar dalam jaringan mencapai konsensus dan setuju bahwa hash blok yang diberikan oleh penambang yaitu suatu Proof of Work (bukti pekerjaan) yang sah.
Algoritma POW ini pertama sekali di perkenalkan oleh Cynthia Dwork dan Moni Naor pada tahun 1993, lalu pada tahun 2009 baru diterapkan oleh awner coin shell Markus Jakobsson.
2. Proof Of Stake ( POS )
Algoritma konsensus Proof of Stake mulai dikembangkan pada tahun 2011 dan dipersiapkan untuk menggantikan algoritma PoW dengan sebuah desain yang lebih Efisien sebuah prosedur dimana blok gres di validasi oleh para Miner/Validator atau Produser berdasarkan Stake Holder (Berapa Banyak Coin yang dimiliki oleh stake holder pemegang coin blockchain tersebut ) , Validator dari setiap blok (yang disebut juga pembuat) , . Dengan kata lain, kekuatan menentukan sebanding dengan stake yang dimiliki. salah satu varian yang menawan dari POS yakni Delegated Proof-of-Stake (DPoS)
3. Delegate Proof Of Stake (DPOS )
DPOS (Delegate Proof of Stake ) atau Proof of stake yang didelegasi atau memakai tata cara voting secara demokrasi seperti , DPOS ini ditemukan oleh seorang Blockchain developer bernama Dan Larimer , founder dari Blockchain Bitshares , Steem dan Eos , Blockchain Berbasis Vexanium juga menggunakan consensus (DPoS) untuk menentukan Blockproducers aktif yang mau diberi wewenang untuk memvalidasi blok yang valid dalam jaringan Blockchain .
Namun Pada Blockchain Vexanium Proses DPOS terjadi di Layer 2 , ini cuma setengah dari proses konsensus Vexanium . Setengah lainnya terlibat dalam proses nyata mengkonfirmasikan setiap blok hingga menjadi tamat (ireversibel), yang dijalankan dengan cara asynchronous byzantine fault tolerant (aBFT). Oleh alasannya adalah itu, ada dua lapisan yang terlibat dalam versi konsensus Vexanium :
Layer 1 – Model Konsensus Asli /Native Consensus (aBFT).
Layer 2 – Delegate Proof of Stake Konsensus (DPoS).
Anda juga mampu membaca dengan Detail jenis jenis Consensus Blockchain di mencar ilmu.vexanium.com
Dari beberapa jenis Konsensus diatas ,Algoritma konsensus inilah yang membuat sifat jaringan blockchain begitu serba guna. Memang tidak ada satupun konsensus algoritma blockchain yang dapat mengklaim itu untuk menjadi sempurna atau konsensus terbaik , setiap konsensus mempunyai keunggulan masing masing . Tapi itu yakni keindahan teknologi Blockchain Berbeda beda demi memperoleh suatu Kesepakatan (konsensus) dengan metode algoritma matematika
Sumber harus di isi